Kriminal
Share this on:

Pasutri Pemilik Showroom Dirampok Perampok Berpistol

  • Pasutri Pemilik Showroom Dirampok Perampok Berpistol
  • Pasutri Pemilik Showroom Dirampok Perampok Berpistol

BERANTAKAN - Kondisi rumah Afrodhi di Desa Peganjaran, Bae, Kudus, setelah diobrak-abrik perampok, kemarin dinihari. (ummi naila rizqiyya/jpnn)

KUDUS - Pasutri (pasangan suami istri) pemilik showroom mobil di Desa Peganjaran, Bae, disekap para perampok bersenjata kemarin dini hari. Sejumlah perhiasan, surat berharga, serta uang tunai raib. Korban pun harus rawat inap di RS Mardi Rahayu Kudus karena luka yang cukup parah.

Kedua korban, Afrodhi (51) dan istrinya Masroh (47). Sehari-hari mereka menempati rumah RT 3/RW 2 Dukuh Jatisari Desa Peganjaran, Bae, Kudus. Mereka hanya berdua di rumah itu. Sebab, anaknya hanya satu dan sedang kuliah di Solo.

Peristiwanya pukul 01.30. Saat itu, pasutri tersebut masih tertidur di dalam kamar. Tiba-tiba ada empat orang masuk rumah. Keempatnya memakai penutup muka. Mereka masuk rumah dengan mencongkel jendela.

”Saya kaget. Tiba-tiba saya dibangunkan perampok itu dan ditodong pistol. Ada juga senjata tajam yang dibawa pelaku,” kata korban Afrodhi.

Dia pun langsung ditanya tempat penyimpanan uang serta barang berharga. Korban lantas menjawab tidak ada uang, karena semuanya disimpan di bank. Namun para pelaku tidak puas dengan jawaban itu. Akhirnya, kawanan perampok tetap memaksa hingga melakukan kekerasan.

”Mereka memukuli saya dan mengancam membunuh istri saya. Bahkan pelaku juga mengancam akan membakar rumah saya,” tegasnya.

Setelah selesai ditanya, mulut kedua korban dilakban. Tangannya juga diikat. Dengan kondisi disekap itu, korban juga dipukuli. Bahkan, sang istri sempat dipukul menggunakan palu di kepala. Termasuk diseret ke dapur untuk menunjukkan tempat penyimpanan perhiasannya.

Kawanan perampok tersebut lantas mencari uang dan barang berharga di semua ruangan, kamar-kamar, ruang tengah, tempat salat, dan dapur.

Karena belum menemukan yang diharapkan, istri korban juga dibacok pada bagian belakang kepala serta dahi. ”Kami berdua hanya bisa pasrah. Jika saya berontak minta pertolongan, mereka malah tambah menganiaya kami. Akhirnya saya pura-pura mati dengan tak sadarkan diri,” ujarnya.

Para perampok pun akhirnya menemukan barang berharga yang disimpan di dapur dan sejumlah ruangan lainnya. Mereka membawa perhiasan emas dan surat berharga, seperti BPKB sepeda motor. Termasuk uang kas di tempat salat. Jika ditotal, kerugian korban mencapai Rp100 juta.

Setelah puas mengobrak-abrik seisi rumah, kawanan perampok tersebut akhirnya melarikan diri sekitar pukul 02.30. ”Mereka kabur mengendarai sepeda motor,” imbuhnya.

Korban Afrodhi dengan kondisi luka langsung berlari ke rumah tetangga, Agus (47), untuk meminta pertolongan. Setelah mendapat laporan kejadian tersebut, jajaran Polres Kudus langsung datang ke lokasi dan melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP).

Kedua korban lantas dilarikan ke RS Mardi Rahayu Kudus untuk mendapatkan pertolongan. Korban Afrodhi mengalami luka lebam di mata kanan, dada, dan kepala pusing akibat dipukuli.

Sementara istrinya, Masroh, mengalami luka cukup serius di bagian kepala hingga harus menjalani 20 jahitan. Selian itu, sekujur tubuhnya lebam akibat dipukul pakai palu dan diseret.

Untuk korban Afrodhi diperbolehkan rawat jalan. Sementara istrinya harus rawat inap.

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning mengatakan, kasus tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisisan. ”Pemeriksaan kami lakukan berdasarkan olah TKP serta menunggu dari keterangan korban. Saat ini istri korban masih dalam kondisi trauma dan menjalani perawatan di rumah sakit. Untuk itu, kami akan mendalami informasi tersebut setelah korban berangsur pulih,” katanya.

Rumah korban sendiri berada agak jauh dari pemukiman. Kanan-kiri rumah korban berupa lahan pertanian. Ada rumah di sebelahnya, tapi kosong. Hal itulah yang membuat perampok berani menganiaya korban. (ela/wan/jpg)


Berita Sejenis

Buru Perampok, Kapolda Perintahkan Tembak di Tempat

Buru Perampok, Kapolda Perintahkan Tembak di Tempat

Kasus perampokan saat ini marak terjadi di Provinsi Jambi. Terbaru kasus yang terjadi di Kabupaten Merangin.


Bekap Mulut Korban, Perampok Toko Kelontong Diringkus Warga

Bekap Mulut Korban, Perampok Toko Kelontong Diringkus Warga

Aksi nekat dilakukan warga Gang Gunung Lawit Jalan HRA Rahman, Syarif Fauzi Fahmy, Senin (2/7).


Kebingungan Terlilit Utang, Kenalan pun Dirampok

Kebingungan Terlilit Utang, Kenalan pun Dirampok

Pelaku dan korban saling kenal. Namun, Agus Talim (30), warga Desa Panjang Kecamatan Bae Kabupaten Kudus tetap nekat.


Berbisnis Narkoba, Pasutri Ditangkap Polisi

Berbisnis Narkoba, Pasutri Ditangkap Polisi

Syamsuddin Noor alias Udin (42) dan istrinya, Juriah (36) digiring aparat ke Polda Kalsel.


Ngaku Perawat, Gasak Toko Pakaian

Ngaku Perawat, Gasak Toko Pakaian

Pemilik toko pakaian di Kudus perlu hati-hati. Sudah ada empat pemilik toko yang menjadi korban penipuan.


Rebutan Pembeli, Tiga Pemilik Warung Cekcok

Rebutan Pembeli, Tiga Pemilik Warung Cekcok

Ditengarai karena berebut pelanggan yang akan mampir ke warungnya, tiga orang pemilik warung di Beji Kecamatan Taman cekcok dan saling hina, kemarin.



Telanjangi Korbannya di Dalam Mobil, Perampok Homo Ditembak

Telanjangi Korbannya di Dalam Mobil, Perampok Homo Ditembak

Melawan saat akan ditangkap, dua dari tiga pelaku perampokan yang memiliki kelainan seks (LGBT) ditembak polisi karena membahayakan petugas.


Rebut Pistol Polisi, Pembunuh Balita Didor

Rebut Pistol Polisi, Pembunuh Balita Didor

Setelah menjadi buronan polisi selama tujuh hari, akhirnya pelaku pembunuhan anak pemilik warung di Pasar Rebo, Jakarta Timur, berhasil dicokok polisi.


Kepergok, Pencuri Bacok Pemilik Rumah

Kepergok, Pencuri Bacok Pemilik Rumah

Castro (40) belum sepenuhnya sadar dari tidurnya, ketika seorang pria tidak dikenal dengan penutup wajah tiba-tiba berdiri di dalam kamarnya.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!