Kriminal
Share this on:

Pelaku Penganiayaan Mahasiswi Masih Sangat Normal

  • Pelaku Penganiayaan Mahasiswi Masih Sangat Normal
  • Pelaku Penganiayaan Mahasiswi Masih Sangat Normal

SAMARINDA - Juhairi, pria 45 tahun yang bermukim di Sangasanga, Kukar, mengundang perhatian. Terlebih setelah aksinya menganiaya seorang perempuan, Merissa Ayu Ningrum, yang sedang salat di Masjid Al Istiqomah, Sungai Kunjang. Kemudian viral setelah video berdurasi 3 menit 15 detik menyebar melalui media sosial.

Beberapa pasal sudah disiapkan polisi untuk menyeretnya ke kursi pesakitan. Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Sudarsono menuturkan, cukup heran dengan beberapa keterangan pelaku, yang dianggap tidak wajar.

“Di mana-mana kerja cari uang, tapi dia inginnya dibayar pakai makanan,” sebut Sudarsono. Namun, dia tak ingin terjebak dengan keanehan dan sikap pelaku. “Sejauh ini tidak ada yang aneh,” sambungnya.

“Enggak perlu diperiksa, semua diceritakan runut saat diperiksa. Berarti kan tidak gangguan jiwa,” tambah eks kapolsek Kawasan Pelabuhan (KP) Samarinda itu.

Juhairi dikenakan pasal berlapis. Pasal 365, 53 KUHP tentang Percobaan Pencurian dengan Kekerasan subsider Pasal 351 Ayat 2 tentang Penganiayaan.

“Keputusan hukuman tentu di tangan hakim,” tegasnya. Beberapa hal janggal, lanjut Sudarsono menjelaskan, Juhairi sempat diberi uang Rp 200 ribu oleh pengurus masjid, namun habis dalam waktu cepat. Terkait berencana melakukan pembunuhan untuk menguasai harta korban, sejauh ini polisi belum bisa membuktikan.

Perwira melati satu itu merasa, masih ada sesuatu yang belum diungkapkan. “Analisis sementara, dia butuh uang cepat karena ada sesuatu. Tapi kalau pengakuannya cari Rp15 ribu untuk makan, rasanya enggak mungkin,” tegas Sudarsono. Terlebih, bekerja yang setiap sebulan bekerja langsung berhenti.

Ditemui terpisah, pengakuan Juhairi tak berubah. Ayah dari delapan anak hasil dari dua kali pernikahan itu menyebut, karena belum makan dua hari. “Cari duit Rp15-20 ribu saja,” ucapnya. Selama kabur dari perburuan petugas, dia juga berpindah-pindah dari masjid satu ke yang lain. Mendapatkan uang mengisi bahan bakar pun dengan cara meminta-minta.

“Saya berani karena memang sepi,” terangnya.

“Bapak bisa minta baik-baik ke orang saat dicari polisi, kenapa saat itu tidak?” tanya media ini. “Enggak tahu, iblis apa yang tiba-tiba merasuk ke saya,” ucapnya. Sementara motor tetangganya yang dipinjam, disebut Juhairi rencananya dikembalikan. (dra/rsh/k15/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Pria Tak Ber-KTP Dilibas KA
Pria Tak Ber-KTP Dilibas KA

Berita Sejenis

Menteri PPA Menangis di Depan Pelaku Bullying Audrey

Menteri PPA Menangis di Depan Pelaku Bullying Audrey

Menteri PPPA Yohana Yembise tak kuasa menahan air matanya saat bertemu dengan tiga tersangka kasus bullying Audrey di Ruang Kerja Pemkot, kemarin.


Empat Jaksa Ditunjuk Ikuti Penyidikan Kasus Audrey

Empat Jaksa Ditunjuk Ikuti Penyidikan Kasus Audrey

Kejaksaan telah menunjuk tim jaksa peneliti untuk mengikuti proses penyidikan kasus dugaan penganiayaan terhadap Audrey di Pontianak,


Kasus Kematian Pelajar Indonesia Masih Gelap

Kasus Kematian Pelajar Indonesia Masih Gelap

Konsulat Jenderal RI di Shanghai menyatakan, bahwa kasus kematian seorang pelajar asal Indonesia di Cina sampai saat ini masih dalam penyelidikan.


Polisi Kantongi Identitas Tiga Pelaku Dugaan Penganiaya Audrey

Polisi Kantongi Identitas Tiga Pelaku Dugaan Penganiaya Audrey

Polisi pastikan terus mengusut kasus persekusi dan pengeroyokan yang dilakukan belasan orang siswi SMA terhadap Audrey (14) di Pontianak, Kalimantan Barat.


Said Iqbal Akui Diminta Ratna Sarumpaet Bertemu Prabowo

Said Iqbal Akui Diminta Ratna Sarumpaet Bertemu Prabowo

Sidang atas drama hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (9/4) kemarin.


Usai Membunuh, Pelaku Sempat Kabur ke Solo

Usai Membunuh, Pelaku Sempat Kabur ke Solo

Samsudin, sempat kabur ke wilayah Solo, Jawa Tengah setelah membunuh mantan istrinya Sudarti (45) warga Desa Kubangpari, Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes.


Sudarti Tewas Akibat Benturan Benda Tumpul

Sudarti Tewas Akibat Benturan Benda Tumpul

Satuan Reserse dan Kriminal Polres Brebes berhasil mengantongi identitas pelaku atas dugaan kekerasan yang menyebabkan Sudarti (45).


Polisi Buru Produsen Pestisida Palsu

Polisi Buru Produsen Pestisida Palsu

Setelah berhasil mengamankan dua pelaku pengedar pestisida palsu di wilayah Kabupaten Brebes.


Kejar Pelaku Teror di Jawa Timur, Polisi Lacak Toko Kimia

Kejar Pelaku Teror di Jawa Timur, Polisi Lacak Toko Kimia

Polisi memburu otak rencana aksi teror di Jawa Timur dan Jawa Barat berinisial A.


Berkas Perkara Pengaturan Skor Segera P21

Berkas Perkara Pengaturan Skor Segera P21

Tim Jaksa Peneliti pada Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung masih terus melakukan penelitian berkas perkara kasus dugaan pengaturan skor per



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!