Kriminal
Share this on:

Pelaku Rajapati di Ponorogo Ber-IQ Rendah

  • Pelaku Rajapati di Ponorogo Ber-IQ Rendah
  • Pelaku Rajapati di Ponorogo Ber-IQ Rendah

JETIS - Misteri kematian Lasmi, warga Desa Josari, Jetis, Ponorogo, Kamis lalu (13/9) mulai terungkap. Pelakunya Mesiran, 47, yang juga tetangga korban, telah menjalani tes kejiwaan di RSUD dr Hardjono Ponorogo, Senin (17/9).

Hasil sementara, tidak ada tanda-tanda gangguan jiwa. ‘’Itu keterangan lisan dokter yang menangani tes tersebut. Secara tertulis belum,’’ kata Kapolsek Jetis AKP Suwito kemarin (19/9).

Kendati demikian, pihaknya perlu pembanding hasil tes kejiwaan tersebut. Karena itu, pelaku dikirim ke RS Bhayangkara Polda Jatim di Surabaya untuk menjalani serangkaian tes kejiwaan lagi, Selasa (18/9).

‘’Seperti yang kami sampaikan sebelumnya, kami akan membandingkan hasil tes dari beberapa rumah sakit,’’ ujarnya.

Menurut dia, prosedur tersebut sesuai mekanisme yang berlaku. Dia menjelaskan pelaku harus menjalani pemeriksaan dokter polri. Meski tidak menutup kemungkinan hasilnya sama.

‘’Justru ketika hasilnya sama dapat menjadi penguat hasil sementara yang sudah kami kantongi,’’ ungkap kapolsek.

Pihaknya belum dapat memastikan kapan hasil tes kejiwaan dari Surabaya bisa didapatkan. Paling tidak, hasil sementara tersebut cukup memberi angin segar bagi kepolisian. ‘’Bisa satu dua hari, bisa juga satu pekan. Kita tunggu saja hasil pemeriksaan,’’ sambungnya.

Dia menjelaskan, dari hasil pemeriksaan sementara juga diketahui pelaku memiliki tingkat intelligence quotient (IQ) rendah. Itu berdasar jawaban pelaku saat ditanya tim psikiater. ‘’Mulai logika, analisis, dan rasio menunjukan di bawah normal. Selain itu, riwayat pendidikannya yang tidak lulus sekolah dasar (SD),’’ tuturnya.

Jika hasil tes kejiwaan menunjukkan tidak ada tanda-tanda gangguan jiwa, pelaku bakal diproses sesuai hukum yang berlaku. Sebaliknya, jika terindikasi sakit jiwa, bakal diterbitkan surat perintah pemberhentian penyidikan (SP3).

‘’Intinya kami menunggu hasil pemeriksaan psikologi yang valid,’’ jelas kapolsek.

Dia berharap hasil tes kejiwaan pelaku segera didapat. Sehingga, pihaknya dapat memastikan langkah hukum yang akan ditempuh. Pun berharap keluarga korban bersabar menanti hasil pemeriksaan. ‘’Kami mohon kerja sama semua pihak agar proses hukum dapat berjalan, kita tunggu bersama hasil pemeriksaan,’’ pintanya.

Saat ini tersangka berstatus tahanan polsek setempat. Informasinya, kasus rajapati ini bermotif sengketa tanah. Diduga, warisan yang jadi hak pelaku dijual korban.

‘’Salah satu saudara pelaku menjual kepada korban. Pelaku mengira tanahnya diserobot korban,’’ ucap warga setempat yang enggan dikorankan namanya. (mg7/c1/sat/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Indonesia Jadi Tujuan Penipuan Industri Hiburan

Indonesia Jadi Tujuan Penipuan Industri Hiburan

Biro Penyelidikan Federal Amerika Serikat (FBI) menyebut Indonesia sebagai negara tujuan para pelaku penipuan di dunia hiburan AS.


Polisi Endus Keberadaan Pelaku Penembakan saat Rusuh

Polisi Endus Keberadaan Pelaku Penembakan saat Rusuh

Polri mengklaim telah mengantongi indentitas pelaku penembakan yang menyebabkan beberapa anggota masyarakat tewas saat kerusuhan 21-22 Mei lalu.


Pistol Glock 42 yang Tewaskan Korban Kerusuhan

Pistol Glock 42 yang Tewaskan Korban Kerusuhan

Penyelidikan kasus penembakan saat kerusuhan 21-22 Mei makin terang. Polisi mengklaim telah mengetahui identitas pelaku.


Pelaku Penembakan 22 Mei Terlacak

Pelaku Penembakan 22 Mei Terlacak

Tim Investigasi kerusuhan 22 Mei membeberkan ciri-ciri yang diduga pelaku penembakan dalam kerusuhan 22 Mei.


Laut Jadi Jalur Aman Perdagangan Satwa Liar

Laut Jadi Jalur Aman Perdagangan Satwa Liar

Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipiter) Bareskrim Polri menangkap tiga pelaku perdagangan satwa liar ilegal.


Kemenlu Dalami Dugaan WNI Pelaku Bom di Filipina

Kemenlu Dalami Dugaan WNI Pelaku Bom di Filipina

Kementerian Luar Negeri RI menyatakan, bahwa adanya laporan yang menduga orang Indonesia melakukan serangan bom bunuh diri.


20 tahun, 2.000 Pelaku Terorisme Ditangkap

20 tahun, 2.000 Pelaku Terorisme Ditangkap

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror telah menangkap sekitar 2.000 pelaku terorisme di Indonesia.


Kejati Pelototi Berkas Kerusuhan 21-22 Mei

Kejati Pelototi Berkas Kerusuhan 21-22 Mei

14 Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) pelaku kerusuhan di Bawaslu 21-22 Mei lalu di telah diterima Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta


Pelaku Hoax Server KPU Berpindah-pindah Lokasi selama Pengejaran

Pelaku Hoax Server KPU Berpindah-pindah Lokasi selama Pengejaran

Kasus hoaks server Komisi Pemilihan Umum (KPU) diseting memenangkan salah satu calon mulai menemui puncaknya.


Komnas HAM Desak Polri Tangkap Pelaku Penembakkan

Komnas HAM Desak Polri Tangkap Pelaku Penembakkan

Dua korban tewas pada kerusuhan 21-22 Mei akibat tertembak peluru tajam.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!