Kriminal
Share this on:

Pemasok Sabu ternyata Teman Lama Nunung saat di Solo

  • Pemasok Sabu ternyata Teman Lama Nunung saat di Solo
  • Pemasok Sabu ternyata Teman Lama Nunung saat di Solo

JAKARTA - Jaringan narkotika yang menyuplai sabu ke komedian Tri Retno alias Nunung dan suami belum selesai diusut jajaran Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya. Terbaru, bos pemilik sabu berhasil ditangkap. Lagi-lagi polisi menangkap di dalam lembaga pemasyarakatan (Lapas).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, pihaknya kembali menangkap seorang pengedar narkoba yang melibatkan Nunung dan suami. Setelah E yang ditangkap di Lapas Kelas IIA, Bogor, Jawa Barat, kini giliran IP pemasok sabu untuk E. Ternyata IP juga ditangkap di lapas yang sama.

Menurut Argo, keduanya berperan sebagai pencari narkotika jenis sabu untuk kemudian diberikan ke tersangka TB, dan selanjutnya dijual kembali kepada Nunung dan suaminya yang ditangkap, Jumat (19/7) lalu, dengan barang bukti seberat 0,36 gram sabu.

"Ya, dua tersangka E dan IP ini sama-sama ditangkap di Lapas. Mereka satu kampung dan saling kenal, dan berdekatan kamar juga," kata Argo kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, pada Kamis (25/7) kemarin.

Argo mengungkapkan, keduanya berhasil ditangkap setelah mendapatkan informasi dari hasil interogasi tersangka Hadi alias Tabu. Tersangka Tabu mengakui, saat Nunung memesan sabu, dia pun kemudian menelepon E. Dari situ, E pun minta kepada IP.

"Jadi, saat tersangka TB (Hadi alias Tabu) memesan sabu, E kemudian curhat ke si IP kalau sedang mencari barang narkotika jenis sabu," ungkap Argo.

"Tersangka Nunung, TB, E, dan IP memang selalu berkoordinasi melalui ponsel atau bertransaksi. Mulai dari TB menelepon dua tersangka E dan IP, kemudian TB pun diarahkan membeli sabu lewat telepon dari seseorang berinisial Zul dan kini masuk DPO kami dan masih diburu," sambungnya.

Argo menduga, DPO Zul merupakan pemilik barang. Argo sendiri mengatakan, polisi berhasil menangkap E dan juga IP di Lapas Kelas IIA Bogor, Jawa Barat, Minggu (21/7) sekitar pukul 11.00 wib, setelah berkoordinasi dengan pihak lapas sehingga memudahkan penangkapan keduanya.

"Mereka ditangkap dengan barang bukti sabu, beserta satu HP," ujar Argo.

Sementara itu, Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Calvijn Simanjuntak menyebut, transaksi jaringan yang dikendalikan dari lapas ini memiliki modus dengan sistem tempel di tiang listrik, hingga penggunaan kode perhiasan.

Sabu yang diberikan kepada Nunung hasil dari proses transaksi jaringan yang dikendalikan E. Di mana E menyuruh satu lagi DPO berinisial K untuk menyimpan di tiang listrik. "Lokasi pengambilannya itu di tiang listrik yang berada di bawah flyover Cibinong atas perintah E kepada DPO K. Kemudian, dari situ barang sabu pun diambil dan dibawa tersangka H alias T," ungkap Calvijn.

Lebih jauh, Calvijn mengungkapkan, narkoba sabu yang diedarkan oleh jaringan E dan IP dari balik Lapas Klas IIA Bogor ini, merupakan milik seorang DPO Zul. Dan barang diberikan secara bertahap dengan jumlah yang diedarkan beragam.

"Informasinya, DPO Zul ini sudah memberikan barang tersebut sebanyak 3 tahap. Terakhir di bulan Juli, sebanyak 500 gram dan bulan sebelumnya 300 gram, serta sebelumnya lagi 200 gram. Dan barang ini tidak hanya diterima Nunung tapi kepada sejumlah konsumennya yang lain," terangnya.

Calvijn menambahkan, uang dari hasil penjualan narkoba itu juga ternyata melibatkan pelaku lain lagi, yakni seseorang berinisial HT yang saat ini juga masih menjadi DPO polisi dan masih dalam pengejaran.

Terpisah, pihak Kanwil Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) Jawa Barat menyebut, narapidana di Lapas Paledang, Bogor, berinisial E tersangka yang diduga sebagai pengendali atau bos dari tersangka Hadi alias Tabu itu merupakan temannya Nunung.

"Iya, dari pengakuan napi berinisial E itu Nunung adalah teman pergaulannya waktu di Solo," kata Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkum HAM Jabar Abdul Aris saat dihubungi wartawan. (mhf/gw/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Simpan Kapsul Sabu di Kemaluannya, Dua Wanita Thailand Ditangkap

Simpan Kapsul Sabu di Kemaluannya, Dua Wanita Thailand Ditangkap

Tujuh pelaku dari tiga sindikat peredaran sabu berhasil ditangkap Direktorat tindak pidana narkoba (Dittidnarkoba) Polri.


Delapan Diamankan saat OTT, Tiga Ditetapkan Tersangka

Delapan Diamankan saat OTT, Tiga Ditetapkan Tersangka

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tiga tersangka kasus dari delapan orang yang diamankan dalam Operasi Tangkap Tangan di Kalimantan Timur dan Jakart


Dua Lantai Apartemen Disulap Jadi Kasino, Ada yang VIP

Dua Lantai Apartemen Disulap Jadi Kasino, Ada yang VIP

Apartemen Robinson, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (6/10) lalu, digerebek polisi. Ternyata ada dua lantai yang dipakai untuk tempat berjudi.


Enam Polisi Pembawa Senpi Demo Kendari Segera Disidang

Enam Polisi Pembawa Senpi Demo Kendari Segera Disidang

Tim Investigasi Polri masih mendalami tewasnya dua mahasiswa Universitas Halu Oleo, Kendari, Sultra, Randi dan M Yusuf saat demo menolak RUU KPK dan RUU KUHP di


Sabu di Kaleng Biskuit untuk Tahanan Umar Kei

Sabu di Kaleng Biskuit untuk Tahanan Umar Kei

Seorang kurir narkotika diamankan aparat Ditresnarkoba Polda Metro Jaya. Dia hendak menyelundupkan narkotika jenis sabu untuk tokoh pemuda Maluku, Umar Kei.


Korban Demo DPR Tewas Sesak Napas, Bukan Dianiaya

Korban Demo DPR Tewas Sesak Napas, Bukan Dianiaya

Seorang juru parkir di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat meninggal dunia saat aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/DPD/MPR, Rabu (25/9) lalu.


Penembak Mahasiswa Demo di Kendari Mulai Terungkap

Penembak Mahasiswa Demo di Kendari Mulai Terungkap

Hasil investigasi Polri dalam mengungkap tewasnya dua mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), saat demo di depan Gedung DPRD


Indeks Integritas Pemprov Riau Paling Rendah

Indeks Integritas Pemprov Riau Paling Rendah

Hasil survei menyebutkan, indeks integritas Pemerintah Provinsi Riau ternyata paling rendah di antara provinsi lainnya.


Firli Kembali Disoal saat Sidang Perdana MK

Firli Kembali Disoal saat Sidang Perdana MK

Mahkamah Konstitusi (MK) akhirnya menggelar sidang pendahuluan pertama uji materi revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi


Diduga Edarkan Sabu, Putri Sri Bintang Pamungkas Ditangkap di Depan Ayahnya

Diduga Edarkan Sabu, Putri Sri Bintang Pamungkas Ditangkap di Depan Ayahnya

Putri aktivis senior negeri ini Sri Bintang Pamungkas, berinisal HNY alias Lea ditangkap Tim Direktorat III Diresnarkoba Polda Metro Jaya.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!