Kriminal
Share this on:

Pembuat Aplikasi Tuyul asal Brebes Rugikan Grab Rp6 Miliar

  • Pembuat Aplikasi Tuyul asal Brebes Rugikan Grab Rp6 Miliar
  • Pembuat Aplikasi Tuyul asal Brebes Rugikan Grab Rp6 Miliar

BARANG BUKTI – Polda Jawa Tengah menunjukkan barang bukti hasil penangkapan aplikasi tuyul, kemarin. (adityo dwi/radar semarang)

SEMARANG - Seorang pembuat aplikasi tuyul dan driver ghost berhasil diringkus aparat Polda Jateng. Selain mengamankan delapan orang tersangka, Polda Jateng juga menyita barang bukti 213 handphone android yang sudah berisi aplikasi ”tuyul” moda transportasi ojek online Grab.

Salah satu dari delapan tersangka tersebut bernama Tommy Nurfauzi (32). Warga Brebes tersebut merupakan otak kejahatan atau pembuat aplikasi tuyul. Kemudian tujuh pelaku lainya yakni, Ibnu, Hidayat, Ahmad, Benny, Jahidin, Kubro dan Ivon, semuanya warga Jakarta, yang melakukan aksi di daerah Pemalang.

Para tersangka tersebut diringkus oleh petugas Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng dan Polres Pemalang di tempat dan waktu yang terpisah. Tersangka Tommy diringkus di sebuah rumah kos yang ditempatinya di daerah kawasan Karangrejo, Jatingaleh.

Sedangkan tujuh pelaku lainya diringkus di area SPBU Lawangrejo, Kota Pemalang. Pengungkapan bermula dari adanya informasi dari pihak Grab, terkait adanya peredaran aplikasi tersebut kepada petugas Polres Pemalang dan Ditreskrimsus Polda Jateng.

Setelah melakukan penyelidikan tindaklanjut dari laporan tersebut, kemudian berhasil dilakukan penangkapan terhadap delapan orang tersebut. ”Ada delapan yang sudah kita tetapkan sebagai tersangka, yang satu sebagai pengoprek atau hacker-nya. Dia yang membuat maupun menjual handphone berisi aplikasi tuyul kepada driver-driver grab. Kemudian tujuh orang lainya merupakan gosht driver-nya," ungkap Kasubdit II Ditreskrimsus Polda Jateng AKBP Tedy Fanani, saat gelar perkara di kantornya, kemarin.

Teddy menjelaskan, para tersangka ini merupakan komplotan yang berasal dari wilayah Jakarta dan melakukan aksinya di wilayah Pemalang. Bisa dikatakan, kejahatan yang dlakukan itu terorganisir. Sebab, mereka sengaja datang ke Jawa Tengah untuk melancarkan aksi kejahatanya.

”Kalau kita melihat, kita pelajari, ini memang sudah sesuatu yang terorganisir. Karena dari KTP-nya pun berasal dari Jakarta dan beraksi di Pemalang. Bahkan keluarga mereka juga tidak ada yang tinggal di Pemalang. Jadi sepertinya sudah ada niat dan modus betul datang ke Jawa Tengah menyebarkan semua aplikasi ini,” bebernya.

Selain menangkap para pelaku, Teddy juga berhasil menyita berbagai barang bukti. Di antaranya ratusan handphone yang sudah berisi aplikasi tuyul, serta peralatan lengkap lainnya untuk perakitan aplikasi tersebut. Bahkan ratusan handphone tersebut juga sengaja dibawa pelaku dari Jakarta dan diedarkan di Jawa Tengah.

”Barang bukti yang kita amankan ada 213 handphone. Semunya android tidak Iphone. Kenapa tidak ada Iphone, karena basisnya android. Misalkan ada memoricard-nya, mungkin aplikasi itu bisa dimasukan ke memoricard. Barang bukti lainnya ada memoricard dan alat-alat terkait aplikasi ini, komputer, laptop. Sehingga terbentuklah adanya aplkasi itu,” katanya.

Teddy menjelaskan, terkait modus dalam menciptakan aplikasi tersebut, tersangka merupakan mitra Grab dan memiliki akun. Kemudian mereka memanfaatkan aplikasi internet Playstore untuk menciptakan aplikasi untuk mengelabuhi sistem Grab Driver pada Grab.

Aplikasi penerobos sistem Grab tersebut menggunakan aplikasi bernama Fake GPS, Dotmod serta BSH. ”Jadi mereka bisa menempakan titik di mana driver seolah-olah itu mereka berada di suatu titik yang bisa dilihat Grab. Kedua, mereka juga menciptakan sistem aplikasi penumpang fiktif, yaitu BSH,” katanya.

Berbagai modus dilakukan para tersangka dalam menjalankan aksinya untuk meraup keuntungan dari apalikasi tersebut. Dari pengakuan para tersangka, kata Teddy, ada yang hanya menjalankan aplikasi dari dalam kamar, kemudian berkeliling. Bahkan ada juga yang bermodus menggunakan remote control atau mobil mainan Tamiya.

”Itu GPS-nya berjalan. Biasanya yang dilakukan dengan jarak tempuh yang pendek. Kenapa seperti itu karena sistem yang ada di grab, driver ini melakukan top up. Jadi dia punya deposit top up,” terangnya.

Pada kasus ini, Teddy mencontohkan dalam top up berisi Rp 100 ribu. Nantinya pelaku melakukan transaksi fiktif dalam jarak tempuh pendek hanya dengan membayar Rp20 ribu. Sedangkan dari pembayaran Rp20 ribu, driver Grab akan mendapatkan pemotongan sebesar 20 persen.

”Jadi dari 20 ribu tersebut mereka hanya dapat potongan Rp4 ribu. Kalau 10 kali, berarti potonganya cuma Rp40 ribu. Dia sudah dapat nilai 10 poin dari Grab. 14 poin Grab harganya Rp350 ribu, yang harus dibayarkan Grab kepada driver. Itulah kira-kira keuntunganya, dan itulah kerugianya juga dari pihak Grab,” katanya.

Soal aksinya di Jawa Tengah, Teddy menyebutkan belum lama. Namun, para tersangka ini telah meraup penghasilan mencapai jutaan rupiah per harinya. Sedangkan imbas dari kejahatan tersebut, pihak perusahaan Grab mengalami kerugian yang cukup besar, yakni mencapai miliaran rupiah dalam kurun waktu enam bulan.

”Mereka ini bekerjasama antar teman saja. Jadi bekerja antar kelompok sendiri. Pendapatan mereka bervariasi. Kalau untuk yang di Pemalang ini, per hari Rp4,300 juta. Kerugian diperkirakan kerugian Grab sebesar Rp6 miliar, dalam enam bulan,” bebernya.

Berbeda lagi dengan pendapatan dari otak yang menciptakan aplikasi tersebut. Teddy menjelaskan, pelaku menjual handphone berisi aplikasi dengan kisaran harga bervariasi, antara Rp2 sampai 4 juta. Sedangkan untuk biaya apkikasinya sekadar memasukan di handphone antara Rp250 sampai 300 ribu.

”Tapi mereka kebanyakan yang dilakukan penjualan handphonenya berisi aplikasi. Itu bervariasi juga, ada yang Rp 2 juta sampai Rp 4 juta. Tergantung merek handphonenya. Pengakuan pelaku itu belajar otodidak untuk menerobos sistem aplikasi grab,” bebernya.

Menurut Teddy, para pelaku menjalankan aksinye dari Jakarta dan sempat singgah di Jogjakarta sebelum di Kota Semarang kurang lebih satu bulan. Sedangkan handphone yang didatangkan dari Jakarta berisi aplikasi tuyul tersebut dipasarkan melalui media sosial.

”Kalau pengopreknya itu, dia sempat mengiklankan diri di facebook, tetapi setelah kita mendapat informasi, facebook itu sudah di takedown, dihapus,” bebernya. (mha/jpg)


Berita Sejenis

Terkubur 13 Jam, Pekerja Galian PAM Jaya asal Brebes Tewas

Terkubur 13 Jam, Pekerja Galian PAM Jaya asal Brebes Tewas

Setelah dilakukan upaya penyelamatan selama 13 jam lebih, akhirnya pekerja galian PT PAM Jaya bernama Tarno (42), berhasil ditemukan.


Guru PNS Nekat Gantung Diri di Kandang Ayam

Guru PNS Nekat Gantung Diri di Kandang Ayam

Seorang laki-laki berinisial R (39), asal Dukuh Sutosari Desa Pantirejo Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan nekat gantung diri, Selasa (17/4) lalu.


Jenazah Pendaki Asal Slovakia Dikremasi

Jenazah Pendaki Asal Slovakia Dikremasi

Jenazah Andrey Voytech, warga asal Slovakia yang ditemukan tewas saat pendakian di Gunung Merbabu, Sabtu (7/4) lalu, akhirnya dikremasi di Kota Semarang.


Buruh di Pekalongan Nekat Jual Kupon Judi Togel di Pos Kamling

Buruh di Pekalongan Nekat Jual Kupon Judi Togel di Pos Kamling

Lantaran nekat menjual togel di sebuah Pos Kamling, Fhiliyanto alias Gopil, asal Desa Ambokembang, Kecamatan Kedungwuni diciduk anggota Polsek Kedungwuni


Asyik Moci, Pemuda Dikeroyok 10 Orang

Asyik Moci, Pemuda Dikeroyok 10 Orang

Budi Santoso (24), warga Desa Surokidul Kecamatan Pagarbarang Kabupaten Tegal terpaksa dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Brebes.


Bawa Sabu-sabu, Pemakai sekaligus Pegedar Dibekuk Polisi

Bawa Sabu-sabu, Pemakai sekaligus Pegedar Dibekuk Polisi

Unit Reskrim Polsek Brebes meringkus Eko Dian Mulyani (43), warga Desa Kramat Kecamatan Jatibarang Kabupaten Brebes, karena kedapatan membawa narkoba.


Bawa Sabu, ABG asal Malaysia Dibekuk

Bawa Sabu, ABG asal Malaysia Dibekuk

Bawa dua paket sabu, warga Malaysia berinisial RG dibekuk polisi perbatasan Kabupaten Kapuas Hulu, Sabtu (24/3) sekira pukul 01.45 WIB.


Pengakuan Pemuda asal Brebes Pencipta Aplikasi Tuyul yang Rugikan Grab Rp6 M

Pengakuan Pemuda asal Brebes Pencipta Aplikasi Tuyul yang Rugikan Grab Rp6 M

Tersangka Tommy Nurfauzi (32), pemuda asal Brebes, mengaku mendapat ilmu tersebut dari rekannya dan dipelajari secara otodidak.


Modus Game Playstation, ternyata Jual Minuman Keras

Modus Game Playstation, ternyata Jual Minuman Keras

Berkedok sebagai tempat permainan atau game playstation, seorang lelaki asal Pemalang, diamankan petugas Polsek Petarukan.


Astaghfirulohaladziim, Hendak Subuhan Malah Temukan Mayat Tanpa Identitas

Astaghfirulohaladziim, Hendak Subuhan Malah Temukan Mayat Tanpa Identitas

Mayat laki-laki tanpa identitas ditemukan di pinggir jalan depan Musala Baitul Muhtadin RT 5 RW 1 Kelurahan Pasar Batang Kecamatan Brebes kabupaten Brebes.



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!