Kriminal
Share this on:

Penangguhan Kivlan Zein Hanya Tinggal Tunggu Waktu

  • Penangguhan Kivlan Zein Hanya Tinggal Tunggu Waktu
  • Penangguhan Kivlan Zein Hanya Tinggal Tunggu Waktu

JAKARTA - Satu persatu tokoh oposisi pendukung Capres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang sempat ditahan polisi usai ditetapkan tersangka atas tudingan makar maupun kasus lainnya, mendapat penangguhan penahanan. Kini tinggal Kivlan Zein yang menanti giliran tersebut.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menyebut, pihaknya meyakini eks Kepala Staf Komando angkatan Darat Mayjen Purnawirwan TNI Kivlan Zein tersebut akan menerima penangguhan penahanan dari aparat, layaknya para tokoh yang sempat ditahan atas kasus makar.

"Saya perkirakan Kivlan akan dapat penangguhan penahanan juga, cuma tinggal menunggu waktu yang tepat saja," kata Neta S Pane kepada Fajar Indonesia Network, Rabu (26/6) kemarin.

Penangguhan penahanan Kivlan itu, menurut Neta, tinggal bagaimana proses rekonsiliasi antara kubu 01 dan kubu 02 yang merupakan kelompok yang didukungnya dalam Pilpres 2019. Karena, diakui Neta, para tokoh-tokoh oposisi itu yang telah ditangguhkan pun berkat hasil rekonsiliasi juga.

"Jadi, saya kira wajar jika para tokoh itu ditangguhkan berkat proses rekonsiliasi antara 01 dan 02 yang semakin cepat. Dan tentunya, Kivlan pun akan ditangguhkan jika proses rekonsiliasi segera tercapai, dan kami pun berharap itu sehingga potensi gangguan keamanan pasca pilpres 2019 bisa diatasi," pungkasnya.

Sebelumnya, Kivlan Zein yang tak juga mendapatkan penangguhan penahanan dari penyidik Polda Metro Jaya,mengajukan gugatan praperadilan untuk melawan Polda Metro Jaya, atas status tersangkanya ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Kivlan merasa keberatan atas status tersangkanya dalam kasus kepemilikan senjata api ilegal dan dugaan makar. Dan kini permohonan praperadilan yangpihak tergugat adalah Kapolda Metro Jaya cq Direksrimum, telah terdaftar dengan nomor perkara 75/pid.pra/2019/pn.jktsel.

Salah satu anggota tim pengacara Kivlan, Hendrik Siahaan menyebut, ada pelanggaran prosedur yang dilakukan penyidik dalam proses hukum kasus tersebut. Ia mempersoalkan penetapan tersangka hingga penahanan. "Mulai dari penetapan tersangka sampai penahanan. Jadi ada beberapa prosedur yang diduga dilanggar oleh kepolisian," ungkap Hendrik.

Sidang gugatan Pra-peradilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan rencananya akan digelar pada 8 Juli 2019 mendatang. Sementara itu, pihak tergugat dalam hal ini Polda Metro Jaya merasa tidak mempermasalahkan atas gugatan praperadilan tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, pihaknya akan mengikuti aturan hukum yang berlaku. "Silakan ajukan praperadilan, kita ikuti saja aturan hukum yang berlaku," tegas Argo.

Selain gugatan prapreadilan, Kivlan juga berencana mengajukan surat permohonan bantuan penangguhan penahanan ke Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, sebagai upaya agar perkara yang menjeratnya distop karena hanya didasari fitnah.

Untuk diketahui, sejumlah tokoh yang mendukung Capres Prabowo Subianto telah dibebaskan karena penangguhan penahannya dikabulkan polisi. Tokoh tersebut, yaitu Mustofa, salah satu anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) capres 02 yang dipenjara akibat penyebaran hoaks, kemudian aktivis Tionghoa Lieus Sungkharisma, dan Caleg PAN sekaligus seorang pengacara Eggi Sudjana yang sama-sama menjadi tersangka makar telah bebas.

Lalu, seorang purnawirawan Mayjen TNI Soenarko yang menjadi tersangka dugaan kepemilikan senjata ilegal dari hasil penyelundupan di wilayah Aceh, juga menghirup udara bebas. (mhf/zul/gw/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Indonesia Tunggu Perkembangan Kasus Dugaan Pemerkosaan TKI di Malaysia

Indonesia Tunggu Perkembangan Kasus Dugaan Pemerkosaan TKI di Malaysia

Pemerintah Indonesia masih terus menunggu kepolisian Malaysia merampungkan penyelidikan kasus tenaga kerja Indonesia (TKI) yang diduga diperkosa


Nunung dan Suami Hanya Direhabilitasi

Nunung dan Suami Hanya Direhabilitasi

Tersangka kasus narkotika komedian Tri Retno Prayudati alias Nunung bersama suaminya July Jan Sambiran dinyatakan harus direhabilitasi medis atau sosial.


Polri Apresiasi Hakim Tolak Gugatan Kivlain Zen

Polri Apresiasi Hakim Tolak Gugatan Kivlain Zen

Permohonan gugatan Praperadilan tersangka kasus kepemilikan senjata api Kivlan Zen ditolak secara keseluruhan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (30


Polisi Tembak Polisi, 7 Peluru Tewaskan Bripka Rachmat Effendy

Polisi Tembak Polisi, 7 Peluru Tewaskan Bripka Rachmat Effendy

Peristiwa tragis terjadi di Polsek Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Polisi menembak polisi hanya karena ingin membebaskan salah satu tersangka tawuran.


Kejagung Tunggu Putusan Amnesti Baiq Nuril

Kejagung Tunggu Putusan Amnesti Baiq Nuril

Jaksa Agung HM Prasetyo tinggal menunggu hasil formal dari keputusan amnesti kepada Baiq Nuril dari Presiden Joko Widodo.


KPK Tunggu Pertimbangan Hakim untuk Jerat Lukman

KPK Tunggu Pertimbangan Hakim untuk Jerat Lukman

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak menutup kemungkinan jerat Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin.


Warning Presiden soal Kasus Novel Hanya Support

Warning Presiden soal Kasus Novel Hanya Support

Polri hingga kini belum bisa mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan.


Permohonan Jaminan Penangguhan Penahanan Ditolak

Permohonan Jaminan Penangguhan Penahanan Ditolak

Mantan Kas Kostrad Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen dipastikan akan mendapat bantuan hukum dari TNI.


KPU Tunggu Rancangan Pilkada Diundangkan

KPU Tunggu Rancangan Pilkada Diundangkan

Rancangan PKPU diharapkan segera rampung, karena pilkada serentak 2020 mendatang sudah di depan mata.


Kivlan Zen Tak Akan Diberi Penangguhan Penahanan

Kivlan Zen Tak Akan Diberi Penangguhan Penahanan

Tersangka kasus hoaks, makar, dan kepemilikan senjata api ilegal Kivlan Zen tak akan memperoleh penangguhan penahanan.



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!