Kriminal
Share this on:

Pengacara Tomy Winata yang Pukul Hakim Dipenjara

  • Pengacara Tomy Winata yang Pukul Hakim Dipenjara
  • Pengacara Tomy Winata yang Pukul Hakim Dipenjara

**JAKARTA ** - Desrizal, salah seorang pengacara Tomy Winata ditetapkan polisi sebagai tersangka Kasus pemukulan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat. Dia pun langsung dijebloskan ke penjara.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, pemukulan terhadap hakim di PN Jakarta Pusat atas nama Sunarso yang dilakukan Desrizal, Kamis (18/7), tengah ditangani tim penyidik Satreskrim Polres Jakarta Pusat.

Berdasarkan informasi penyidik, Desrizal salah satu pengacara dari Pengusaha Tomy Winata sudah ditetapkan tersangka dalam kasus penganiayaan dan kejahatan terhadap penguasa atau pejabat umum.

"Tersangka bakal dijerat Pasal 212 KUHP tentang kejahatan atau ancaman terhadap penguasa umum atau pejabat yang sedang menjalankan tugas, dengan ancaman 1 tahun 4 bulan penjara. Selain itu, pasal 351 KUHP tentang penganiayaan, dengan ancaman penjara 2 tahun 8 bulan," kata Argo, Jumat (19/7).

Argo menjelaskan, kasus ini ditindaklanjuti petugas setelah korbannya melaporkan diri ke Polres Jakarta Pusat pascainsiden yang terjadi di PN Jakpus, Kamis (18/7). Saat itu korban atas nama Sunarso selaku Hakim sedang membacakan putusan perkara perdata nomor 223/Pdt.G/2018/PN Jkt.Pst.

Terpisah, Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Harry Kurniawan menyampaikan, pihaknya saat ini telah melakukan penahanan setelah tepatnya, malam ini diperiksa sebagai tersangka selama 1 x 24 jam. Adapun untuk proses lebih lanjut, kata Harry, pihaknya masih akan mendalami kembali.

"Kita telah tetapkan saudara D (54) sebagai tersangka. Adapun tepat malam ini setelah dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka selama 1 x 24 jam, penyidik kami memutuskan untuk menahan tersangka. Saat ini kasusnya masih kita dalami lagi," ujar Harry kepada wartawan, Jumat (19/7).

Harry menjelaskan, kasus tindak pidana yang dilakukan tersangka ini berdasarkan hasil keterangan korban maupun saksi-saksi, terjadi saat kegiatan persidangan di PN Jakarta Pusat, Kamis (18/7). Di mana, ada dua korbannya saudara S dan DB seorang hakim dan anggota hakim.

Dilanjutkan Harry, peristiwa berlangsung saat kegiatan persidangan dengan pembacaan putusan oleh korban S. Tiba-tiba saja tersangka Desrizal yang berada di ruang persidangan, berdiri dan menarik ikat pinggangnya. Kemudian melayangkan kepada kedua korban. Akibatnya, korban S luka di kening dan DB luka di tangannya.

"Jadi, motif tersangka melakukan aksinya karena kecewa dengan hasil putusan yang dibacakan korban S, kemudian spontan melakukan aksinya. Adapun kejahatan tersangka ini kita tahan setelah penyidik telah memperoleh semua buktinya, seperti visum dan keterangan saksi maupun alat audio di ruang sidang," tandasnya.

Terkait aksi Desrizal, Mahkamah Agung (MA) menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk contempt of court atau penghinaan terhadap pengadilan. Perbuatan telah mencederai lembaga peradilan.

"Tindakan itu merupakan contempt of court. Masalah peradilan tidak hanya hakim dan aparat pengadilan saja, tapi semua pihak di dalam ruang pengadilan atau persidangan harus menghormatinya," kata Kabiro Hukum dan Huma MA Abdullah melalui keterangan tertulis, Jumat (19/7).

Ditegaskannya, semua pihak yang berada di ruang sidang harus menjunjung tinggi etika profesi masing-masing, baik itu hakim, panitera, jaksa, termasuk pengacara. Jadi, tindakan Desrizal bukan saja bertentangan dengan kode etik sebagai pengacara namun termasuk tindak pidana.

"Persidangan merupakan tempat yang sakral. Jika ada pihak yang belum bisa menerima putusan hakim, cukup menyampaikan pikir-pikir atau langsung menyatakan upaya hukum banding," katanya.

Abdullah menilai pengacara tersebut telah berniat memukul hakim sejak putusan dibacakan. Hal itu terlihat melalui rekaman yang dimiliki oleh pengadilan. "Dalam rekaman terlihat jelas persiapan pelaku sampai perbuatan tersebut dilakukan saat hakim membacakan putusan," ucapnya. (mhf/zul/gw/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Malaysia Deportasi Ratusan WNI Ilegal

Malaysia Deportasi Ratusan WNI Ilegal

Sebanyak 149 warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja secara ilegal di Negeri Sabah, dipulangkan oleh pemerintah Malaysia ke Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara


Polri Pastikan Tindak Tegas Pelaku Rasisme

Polri Pastikan Tindak Tegas Pelaku Rasisme

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta aparat penegak hukum, khususnya Polri menindak tegas para pelaku rasisme, terutama yang terjadi di Malang dan Surabaya.


Kapan Tim Siber Polri Tangkap Penyebar Hoaks Soal Mahasiswa Papua?

Kapan Tim Siber Polri Tangkap Penyebar Hoaks Soal Mahasiswa Papua?

Tim Siber Bareskrim Polri belum juga berhasil menangkap pemilik akun media sosial (medsos) yang menyebarkan hoaks, terkait insiden mahasiswa Papua di Malang dan


Keluarga WNI Terbunuh di Saudi Terima Dana Diyat

Keluarga WNI Terbunuh di Saudi Terima Dana Diyat

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyerahkan dana diyat kepada ahli waris pekerja migran Indonesia (PMI) yang menjadi korban pembunuhan oleh majikannya di Arab


Terkait Rusuh Papua, Usut Aparat yang Bertindak Rasial

Terkait Rusuh Papua, Usut Aparat yang Bertindak Rasial

Kasus kekerasan yang melibatkan masyarakat Papua di Surabaya, Manokwari, dan beberapa tempat lainnya menyulut keprihatinan dari sejumlah pihak.


Jaksa SSL Diminta Menyerahkan Diri

Jaksa SSL Diminta Menyerahkan Diri

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Raharjo menegaskan agar jaksa di Kejaksaan Negeri Surakarta Satriawan Sulaksono (SSL) yang telah ditetapkan sebaga


Lima Akun Medsos Dibidik Polri

Lima Akun Medsos Dibidik Polri

Tim Direktorat Siber Bareskrim Polri terus melakukan profiling terhadap sejumlah akun media sosial (medsos) yang diduga menyebarkan berita hoaks pemicu kerusuha


PBB Diminta Selidiki Situasi HAM di Papua

PBB Diminta Selidiki Situasi HAM di Papua

Pemimpin negara di Pasifik mendesak Kantor Komisioner Tinggi untuk Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyelidiki situasi HAM yang memburuk di P


Polri Buru Penyebar Hoaks Penyebab Rusuh di Papua

Polri Buru Penyebar Hoaks Penyebab Rusuh di Papua

Mabes Polri tengah melakukan pengejaran terhadap sejumlah akun media sosial (medsos) yang diduga menyebarkan berita bohong atau hoaks, terkait insiden kekerasan


KPK Beber Kepatuhan LHKPN 40 Peserta Capim

KPK Beber Kepatuhan LHKPN 40 Peserta Capim

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merilis data kepatuhan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) 40 peserta seleksi calon pimpinan (capim) KPK yang



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!