Kriminal
Share this on:

Pengawas SPBU dan Spekulan Terancam Tiga Tahun Penjara

  • Pengawas SPBU dan Spekulan Terancam Tiga Tahun Penjara
  • Pengawas SPBU dan Spekulan Terancam Tiga Tahun Penjara

PONTIANAK - Julmadi alias Jul, tak bisa mengelak lagi. Pria 34 tahun tersebut tertangkap basah polisi saat mengepul BBM jenis premium menggunakan jerigen di SPBU Jalan Imam Bonjol, Rabu (8/1) dini hari.

Saat diperiksa, warga yang berdomisili di Desa Mega Timur Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya itu, tak bisa menunjukkan izin niaganya. Karena itu, dia pun langsung diamankan anggota Jatanras Reskrim Polresta Pontianak.

Di waktu bersamaan, petugas juga mengamankan Asisten Pengawas SPBU Jalan Imam Bonjol, Muhlisin alias Muhlis. Pemuda 23 tahun tersebut diduga menjadi perantara bisinis gelap BBM subsidi yang dilakukan Jul selama ini.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Muhammad Husni Ramli mengatakan, kasus tersebut berawal dari laporan seorang warga, Rabu (9/1) sekitar pukul 01.30 Wib. Laporan itu berisi soal dugaan ativitas pengisian minyak menggunakan jerigen di SPBU Jalan Imam Bonjol dengan jumlah cukup besar. Informasi itu langsung ditindak lanjuti kepolisian.

Tim Jatanras langsung bergerak cepat ke lokasi. Setiba di lokasi, anggota mendapati 12 jerigen BBM jenis premium siap diangkut. "Total BBM jenis primium itu sebanyak 420 liter," kata Husni kepada awak media.

Husni menerangkan, untuk mengangkut BBM bersubsidi tersebut Jul menggunakan mobil jenis Kijang. Bisnis ilegal itu sudah setahun lamanya digeluti Jul. "Dia mengaku, hanya antre di satu titik saja," ujarnya.

Untuk mendapatkan BBM khusus warga miskin tersebut setiap hari, Jul bersekongkol dengan Muhlis, warga Pontianak Selatan. Tanpa izin dan prosedur, mereka saling menguntungkan. Muhlis

menjual premium kepada Jul seharga Rp6700 per liter. "Dia (Muhlis) mendapat untung Rp250 per liter dari harga jual standar," ungkapnya.

Sementara Jul menjual premium tersebut seharga Rp7200 per liter. Atau untung Rp500 per liternya. "Dia jual ke penambang speedboad di Rasau Jaya," jelasnya.

Persekongkolan perniagaan BBM bersubsidi tanpa izin antara Jul dengan Muhlis jelas-jelas menyalahi Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi (Migas). Karena itu, keduanya ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya, terancam hukuman penjara selama tiga tahun atau denda paling banyak Rp30 milar.

"Mereka kami kenakan Pasal 55 atau Pasal 53 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas," tegas Husni.

Saat diwawancara, Jul mengaku tak mengantongi izin saat membeli BBM premium di SPBU Jalan Imam Bonjol. BBM bersubsidi itu akan dijualnya untuk keperluan para penambang speedboat di Rasau Jaya. "Karena sana tidak ada SPBU," ucapnya.

Menurutnya, 12 Jerigen BBM premium yang dibeli bukan hanya miliknya pribadi. "(Kerjasama dengan teman) tiga orang. Ada sini (Mapolresta) orangnya," jelas Jul.

Penyelewengan juga terjadi terhadap gas elpiji ukuran 3 kilogram. Satpol PP Kota Pontianak menyita 31 tabung gas bersubsidi dari rumah makan dan kafe di Jalan Gajahmada, Selasa (8/1). Ini mengindikasikan masih banyak pedagang dan pegusaha masih menggunakan gas subsidi.

“Padahal sesuai aturan tabung gas elpiji 3 kg hanya boleh dipergunakan untuk rumah tangga yang kurang mampu atau masyarakat miskin,” tegas Kepala Satpol PP Kota Pontianak Syarifah Adriana saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (9/1) siang.

Dijelaskan dia, 31 tabung gas yang pihaknya sita dari rumah makan Sate Babe Jakarta, Warung Nasi Kari, Cafe Sudut, Cafe Jhon dan rumah makan di Jalan Agus Salim. “Jadi ada yang enam, tujuh, delapan, lima bahkan ada yang satu buah kita temukan,” katanya.

Tabung gas tersebut selanjutnya dibawa ke kantor Satpol PP Kota Pontianak. Esok harinya, pemilik usaha diundang datang ke kantor Satpol PP. Saat itu pihak Pertamina hadir juga membawa agen gasnya. Pemilik usaha diminta menukarkan tabung gas bersubsidi dengan non subsidi.

“Sementara petugas Satpol PP membuat pernyataan yang dibacakan kepada pemilik usaha tersebut,” jelasnya. “Apabila nanti ada yang melanggar kembali kita akan berikan sanksi lebih berat,” tegasnya.

Pihaknya akan terus melalukan razia guna menjaring para pedagang dan pengusaha pengguna elpiji 3 kg. Karena dirinya menyakini belum semua terjaring razia lantaran tidak berhak menggunakan elpiji 3 kg. “Razia yang kami lakukan, di SPBU dan agen-agen gas melon sekarang sudah banjir dan masyarakat tidak lagi antre,” ucapnya.

Selain rumah makan dan kafe, pihaknya juga berencana menyasar ke rumah Aparatur Sipil Negara (ASN) golongan II ke atas di lingkungan Pemkot Kota Pontianak. Meningat Wali Kota Pontianak sudah melayangkan surat edaran bagi ASN tidak dibenarkan gunakan gas bersubsidi.

“Makanya saya sudah mengimbau kepada pengawai pemerintah kota untuk tidak gunakan gas melon. Karena nanti kalau sudah terjaring kita menjadi malu,” demikian Adriana. (abd/and/arm/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Dicuri Maling Tiga Hari, Motor Ditemukan di Tengah Sawah

Dicuri Maling Tiga Hari, Motor Ditemukan di Tengah Sawah

Sebuah sepeda motor jenis matic tanpa plat nomor ditemukan warga ditengah sawah di wilayah kecamatan kertek.


Tak Kuat Menanjak Truk Mundur, Sepeda Motor Tergencet

Tak Kuat Menanjak Truk Mundur, Sepeda Motor Tergencet

Tak kuat menanjak, sebuah truk sarat muatan genteng mundur dan menimpa sebuah sepeda motor di Desa Pekandangan Kecamatan Banjarmangu, kemarin sekitar pukul 13.


Empat Pengedar Psikotropika Ditangkap

Empat Pengedar Psikotropika Ditangkap

Satuan Reserse Narkoba Polres Pekalongan Kota, belum lama ini menangkap empat orang yang diduga sebagai pengedar dan atau pemakai jenis psikotropika.


Tanam Ganja di Pot, Dua Pemuda Diringkus

Tanam Ganja di Pot, Dua Pemuda Diringkus

Sutikno (38) warga Panembangan, Cilongok dan Iqbal Munafi (26) warga Sokawera, Cilongok terpaksa harus berurusan dengan polisi.


Nenek Tewas di Tempat Pembuatan Batu Bata

Nenek Tewas di Tempat Pembuatan Batu Bata

Warga Desa Purwodadi Kecamatan Sragi dan sekitarnya digemparkan adanya penemuan sesosok mayat seorang manula di area tempat produksi batu bata.


Dua Anggota Sindikat Pencuri Kayu dan Kabel PLN Digulung

Dua Anggota Sindikat Pencuri Kayu dan Kabel PLN Digulung

Berakhir sudah sepak terjang dua kawanan yang sempat mencuri kayu jati dan jaringan kabel milik PLN di wilayah Kabupaten Tegal.


Kepruk Pacar pakai Helm, Dituntut Delapan Bulan Penjara

Kepruk Pacar pakai Helm, Dituntut Delapan Bulan Penjara

Gara-gara menganiaya pacarnya pakai helm, M. Kharis Teguh Pamuji, dituntut jaksa penuntut imum (JPU) 8 bulan penjara.


Galian C Longsor, Tujuh Truk Tertimbun

Galian C Longsor, Tujuh Truk Tertimbun

Tanah longsor terjadi di areal penambangan galian C di wilayah perbatasan Desa Kebonbatur, Kecamatan Mranggen dan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.


Gara-gara Iseng, Ponpes Terbakar

Gara-gara Iseng, Ponpes Terbakar

Teka teki terbakarnya Pondok Pesantren Ummul Qura di lantai dua dan tiga bangunan berlantai empat tersebut, terbongkar.


Bandar, Pengedar, dan Pengguna Pil Koplo Dibekuk Polisi

Bandar, Pengedar, dan Pengguna Pil Koplo Dibekuk Polisi

Satu mata rantai peredaran pil koplo di Bumi Orek-Orek berhasil diputus polisi. Dini hari kemarin (11/2), seorang bandar dan dua pengedar berhasil dibekuk.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!