Kriminal
Share this on:

Penggorok Sopir Taksi Online ternyata Dua Siswa SMK

  • Penggorok Sopir Taksi Online ternyata Dua Siswa SMK
  • Penggorok Sopir Taksi Online ternyata Dua Siswa SMK

PELAJAR - Dua pelaku pembunuhan sopir taksi online yang ditemukan tewas tergeletak di Jalan Cendana IV Sambiroto, Tembalang, Semarang, diketahui masih pelajar. (agus wahyudi/jpnn)

SEMARANG - Dua pelaku pembunuhan sopir taksi online yang ditemukan tewas tergeletak di Jalan Cendana IV Sambiroto, Tembalang, Semarang, diketahui masih tercatat sebagai siswa di salah satu sekolah menengah kejuruan (SMK) Negeri di Semarang. Mereka ditangkap di kediamannya masing-masing, Senin (22/1) sekitar pukul 21.00.

Informasi yang didapatkan koran ini, kedua pelaku IBR (16), warga Lemah Gempal, Kelurahan Barusari dan TA (15), warga Kelurahan Kembangarum, Semarang Barat diketahui duduk di kelas yang sama pada satu jurusan.

Kepala Sekolah, ST, mengaku tidak menyangka bahwa kedua siswanya menjadi pelaku pembunuhan sadis terhadap sopir taksi online. Sebab, berdasarkan data kedua anak tersebut di sekolah, bersih dari catatan buruk. "Kedua anak itu rajin. Di sekolah juga berperilaku baik," katanya.

Bahkan, kata ST, daftar kehadirannya pun tidak ditemukan kecacatan. Namun, baik IBR maupun TA tidak memiliki prestasi yang menonjol alias rata-rata siswa sekolah pada umumnya. "Artinya tidak ada yang mencurigakan dan tidak ada kasus yang dialami kedua anak ini," jelasnya.

Ditanya terkait motif IBR dan TA yang melakukan kejahatan tersebut untuk membayar uang SPP, pihak sekolah membeberkan bahwa keduanya telah membayarkan separuh dari jumlah total yakni Rp510 ribu. Artinya, jumlah tersebut belum lunas dari total Rp1.020.000.

"Pembayaran itu per bulan Rp170 ribu. Data kami, kedua anak ini sudah bayar tiga bulan," terangnya.

Baca Juga:

ST juga mengatakan bahwa latar belakang orangtua kedua siswa tersebut merupakan keluarga mampu, karena statusnya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pihaknya meragukan kebenaran pernyataan pelaku dengan bukti dan data yang ada di sekolah.

"Saya belum konfirmasi langsung, belum ketemu dengan anak-anak itu. Tapi kalau dari sisi ekonomi saya rasa keduanya tidak dari golongan kurang mampu," tuturnya.

Bahkan, lanjutnya, pada hari Senin (22/1) pagi, keduanya tercatat masuk, meskipun keduanya hadir terlambat, namun mereka mengikuti kegiatan sekolah hingga akhir. "Senin pagi, keduanya masuk tapi terlambat dan mendapatkan sanksi disiplin dari guru BP. Mereka ikut pembelajaran sampai selesai pukul 15.15," ungkapnya.

Pihaknya tidak mengetahui terkait tiga orang lain yang rencananya ikut dalam aksi sadis pelaku. Ia tidak bisa memastikan bahwa yang akan diajak merupakan teman sekolah atau teman di lingkungan rumahnya.

"Kami tentu saja kaget, tidak menyangka. Tetapi kami tidak akan menutupi informasinya," tandasnya.

Suasana belajar mengajar di satuan pendidikan tersebut tampak tidak terganggu sama sekali. Bahkan, sejumlah siswa tampak tidak mengetahui bahwa rekan satu sekolahnya menjadi pelaku pembunuhan sadis terhadap Deni Setiawan.

Sementara itu, salah seorang siswa satu jurusan yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa kedua pelaku dikenal baik dan berperilaku biasa saja. Bahkan saat bertemu hari Senin, sikap pelaku juga tidak mencurigakan.

"Nggak aneh, biasa saja. Sama kayak hari biasa. Saya tahunya dia (pelaku) anaknya baik-baik," pungkasnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Provinsi Jawa Tengah Gatot B Hastowo mengaku prihatin atas kejadian tersebut. Pihaknya yang mengelola pendidikan tingkat SMA/SMK menegaskan harus muncul pembenahan dalam upaya mencetak siswa-siswi berkarakter.

Pendidikan karakter, lanjutnya, sangat penting salah satunya memberikan penguatan moral dan iman. "Kami masih butuh berkoordinasi dengan sekolah. Selebihnya, kami turut menghormati proses hukum yang berjalan," katanya. (tsa/wan/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Nglamar Jadi Sopir, Bawa Kabur Enam Mobil Majikan

Nglamar Jadi Sopir, Bawa Kabur Enam Mobil Majikan

Penjahat spesialis pencurian mobil akhirnya berhasil ditangkap aparat Reserse Polsek Penjaringan.


Cabuli Penumpangnya, Sopir Taksi Online Ditembak

Cabuli Penumpangnya, Sopir Taksi Online Ditembak

Angrizal Noviandi alias Rizal (30), terpaksa ditembak polisi. Pasalnya, dia berusaha kabur saat dilakukan pengembangan penyidikan.


Suami Tega Bunuh Istri dan Dua Anak Tirinya

Suami Tega Bunuh Istri dan Dua Anak Tirinya

Satreskrim Polrestro Tangerang akhirnya menetapkan Muktar Efendi (60), sebagai tersangka kasus pembunuh tiga anggota keluarganya.


Umbar Syahwat di WC, Dua Remaja Digerebek Satpol PP

Umbar Syahwat di WC, Dua Remaja Digerebek Satpol PP

Maksud hati ingin melampiaskan nafsu birahinya, pasangan remaja tepergok Satpol PP sedang melakukan adegan layak sensor di dalam WC.


Tunjukan Senpi, Pemakai Narkoba Ngaku Polisi

Tunjukan Senpi, Pemakai Narkoba Ngaku Polisi

Dalam kurun waktu dua hari, anggota Polres Merangin berhasil membekuk dua orang yang diduga pengguna dan pengedar Narkotika di dua lokasi yang berbeda.


Jual Sepeda Motor Pakai Situs Online, Dibayar Uang Mainan

Jual Sepeda Motor Pakai Situs Online, Dibayar Uang Mainan

Peredaran uang palsu (upal) rupanya masih marah terjadi. Kali ini, seorang lelaki, Muhammad Rohim, 30, diciduk oleh aparat Polrest Denpasar.


Sudah Tunangan Malah Lari bersama Pria Beranak Dua

Sudah Tunangan Malah Lari bersama Pria Beranak Dua

Wilma, gadis 22 tahun asal Kota Singkawang sudah ditemukan di Desa Temajuk Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas, Rabu (24/1), sekitar pukul 09.15 WIB.


Digorok, Kerongkongan Sopir Grab Putus

Digorok, Kerongkongan Sopir Grab Putus

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abioso Seno Aji menegaskan pihaknya akan terus melakukan penyelidikan secara jeli dan teliti.


Sopir Grab Diduga Dibantai Dua Orang

Sopir Grab Diduga Dibantai Dua Orang

Pelaku pembunuhan terhadap driver taksi online Grab Car, Deny Setiawan, warga Semarang Timur, diduga berjumlah dua orang.


Pesta Oplosan, Dua Orang Tewas

Pesta Oplosan, Dua Orang Tewas

Minuman keras (miras) oplosan kembali minta tumbal. Kali ini, dua orang tewas dan satu sekarat usai menenggak miras oplosan, Minggu (21/1).



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!