Kriminal
Share this on:

Pergi dengan Pria Lain, Mantan Istri Diancam Akan Dibacok

  • Pergi dengan Pria Lain, Mantan Istri Diancam Akan Dibacok
  • Pergi dengan Pria Lain, Mantan Istri Diancam Akan Dibacok

GELAR PERKARA - Tersangka kasus percobaan pembacokan saat gelar perkara di halaman Mapolres Temanggung, kemarin. (setyo wuwuh/jpg)

TEMANGGUNG - Lantaran terendam rasa cemburu yang berlebihan Sugiri Riwayati alias Dandung (33), warga Desa Pandemulyo, Kecamatan Bulu kabupaten Temanggung, harus merasakan dinginnya tembok ruang tahanan Mapolres Temanggung. Dandung dilaporkan Mawarti (26), setelah berusaha membacok kepala mantan istrinya mengunakan golok.

“Tersangka ini dilaporkan karena akan membacok mantan istrinya dengan sebilah golok, karena merasa nyawanya terancam kemudian istrinya melaporkan kepada kami,” ungkap Kasatreskrim Polres Temanggung, AKP Dwi Haryadi saat gelar perkara kemarin.

Dituturkan, amarah pelaku memuncak saat mengetahui mantan istrinya keluar bersama orang lain, Selasa (29/1) malam. Tersangka berinisiatif mengambil sebilah parang, dengan panjang sekitar 55 centimeter, lalu menunggu sang mantan istri di pinggir jalan menuju rumah korban.

“Karena sudah resmi bercerai dengan tersangka, maka korban merasa tidak bersalah dengan tersangka jika pergi dengan orang lain. Namun ternyata tersangka masih merasa cemburu dengan korban, tersangka marah dan kesal, sekaligus cemburu, mantan istrinya tak mau diajak rujuk, malah dekat dengan lelaki lain,” kata Dwi.

Dia mengatakan, menurut kesaksian dari tersangka, usai menunggu sekitar satu jam, akhirnya mantan istrinya lewat, kemudian diadang tersangka. Kala itu tersangka bilang kepada korban, “Kowe wes gawe loro atiku. Sekirane parang iki tak bacokke sigar ndasmu. (Kamu sudah membuat sakit hatiku, kalau saya bacokkan parang ini pecah kepalamu). Tersangka ini sudah merencanakan akan bertindak yang membahayakan korban,” terangnya.

Dia mengatakan, dari laporan korban kemudian pihaknya berusaha melakukan pengintaian terhadap tersangka dan akhirnya berhasil meringkus tersangka di rumahnya tanpa perlawanan. Selain mengamankan tersangka, polisi turut menyita sebilah parang sebagai barang bukti.

Ditambahkan, tersangka dijerat menggunakan pasal 2 ayat 1 UU Darurat nomor 12 tahun 1951, dengan ancaman hukuman maskimal 10 tahun penjara. “Tersangka saat ini masih mendekam diruang tahanan Mapolres menunggu proses hukum seanjutnya,” tutupnya.

Sementara, tersangka Dandung mengaku masih sangat sayang dan mencintai mantan istrinya tersebut. Karena itu, saat dirinya mendengar dan mengatahui mantan istrinya pergi dengan laki-laki lain dirinya cemburu.

“Tidak bisa dipungkiri, saya masih sayang dan cinta sama istri saya ini, wajar kalau saya masih cemburu,” ungkapnya.

Ditambahkan, dirinya dan mantan istrinya telah menjalin hubungan pernikahan sejak delapan tahun silam, dan dikaruniai dua orang anak. Keduanya resmi bercerai pada 2018. “Memang sudah resmi bercerai tapi saya masih memendam rasa cemburu,” tuturnya.

Selain mengaku masih menyimpan rasa cinta dan sayang, Dandung mengaku kasihan terhadap kedua anaknya, yang ikut mantan mantan istrinya itu. Menurut dia, semenjak bercerai, korban justru jarang mengurus anak-anak.

Ia mengaku menyesal dengan perbuatanya, namun apa boleh dibuat nasi sudah menjadi bubur, perbuatannya memang harus dipertanggungjawabkan secara hukum. “Tidak pernah menyangka kalau yang saya perbuat ini akan berakhir seperti ini, saya sangat menyesal,” ungkapnya. (set/wan/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

 Sedang Santap Mi Ayam, Pria Kejang-kejang lalu Meninggal Dunia

Sedang Santap Mi Ayam, Pria Kejang-kejang lalu Meninggal Dunia

Maut bisa datang di mana saja dan kapan saja. Seperti dialami Rudi Hendrawan (44), warga Perum Armada Village RT 5 RW 5 Desa Danurejo, Mertoyudan, Magelang.


36 dari 63 Napi Koruptor KPK Ikut Nyoblos

36 dari 63 Napi Koruptor KPK Ikut Nyoblos

KPK bekerja sama dengan PPS Kelurahan Guntur memfasilitasi para tahanan korupsi untuk menggunakan hak suaranya pada Pemilu 2019.


Menteri PPA Menangis di Depan Pelaku Bullying Audrey

Menteri PPA Menangis di Depan Pelaku Bullying Audrey

Menteri PPPA Yohana Yembise tak kuasa menahan air matanya saat bertemu dengan tiga tersangka kasus bullying Audrey di Ruang Kerja Pemkot, kemarin.


Nasib Mantan Menteri Sosial Diputus Pekan Depan

Nasib Mantan Menteri Sosial Diputus Pekan Depan

Sidang putusan dengan terdakwa mantan Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham ditunda sampai pekan depan.


Mantan Irjen PUPR Dicecar KPK

Mantan Irjen PUPR Dicecar KPK

Mantan Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian PUPR, Rildo Ananda, menghadiri undangan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


Penculikan Balita di masjid Terekam CCTV

Penculikan Balita di masjid Terekam CCTV

Anisa Suci Andriwibowo (3), putri pasangan suami istri (Pasutri) Ardiwibowo (29) dan Aprilina Lestari (20) menjadi korban penculikan.


Hadapi Sengketa Pemilu, Kejagung Siapkan Jaksa Pengacara Negara

Hadapi Sengketa Pemilu, Kejagung Siapkan Jaksa Pengacara Negara

Kejaksaan Agung dan kejaksaan seluruh daerah akan menyiapkan jaksa-jaksa bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) pasca Pemilu 2019.


Usai Membunuh, Pelaku Sempat Kabur ke Solo

Usai Membunuh, Pelaku Sempat Kabur ke Solo

Samsudin, sempat kabur ke wilayah Solo, Jawa Tengah setelah membunuh mantan istrinya Sudarti (45) warga Desa Kubangpari, Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes.


BPOM Bersama Interpol Bongkar Produksi Miras Ilegal Kakap

BPOM Bersama Interpol Bongkar Produksi Miras Ilegal Kakap

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (Badan POM) kembali mendapat temuan kelas kakap. Ini hasil kerja sama dengan International Criminal Police Or


Jika Terbukti Korupsi, Najib Razak Bisa Dipenjara Seabad

Jika Terbukti Korupsi, Najib Razak Bisa Dipenjara Seabad

Kasus dugaan korupsi yang menimpa mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mulai disidangkan, Rabu (3/4) lalu, di Kuala Lumpur.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!