Kriminal
Share this on:

Permohonan Tim Hukum Prabowo-Sandi ke MA Bukan Kasasi

  • Permohonan Tim Hukum Prabowo-Sandi ke MA Bukan Kasasi
  • Permohonan Tim Hukum Prabowo-Sandi ke MA Bukan Kasasi

**JAKARTA ** - Tim Hukum Prabowo-Sandi menyangkal membuat permohonan kasasi ke Mahkamah Agung (MK). Tapi yang diajukann ke MA adalah permohonan pemeriksaan Pelanggaran Administrasi Pemilu (PAP).

Kuasa hukum Capres-cawapres Nomor Urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Nicholay Aprilindo membatah pihaknya mengajukan kasasi ke MA. "Permohonan PAP yang dimaksud adalah bukan kasasi, namun merupakan permohonan kepada Mahkamah Agung RI untuk memeriksa Pelanggaran Administratif Pemilu secara TSM Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden atas Putusan Pendahuluan Bawaslu Nomor 01/LP/PP/ADM.TSM/RI/00.00/V/2019 tanggal 15 Mei 2019," kata Nicholay dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/7) kemarin.

Dijelaskannya, permohonan PAP yang pertama telah diajukan ke MA pada 31 Mei 2019 dan telah diputus. Hasilnya tertuang dalam amar putusan menyatakan permohonan tidak diterima, NO (Niet Ontvankelijk Verklaard) dikarenakan adanya cacat formil, yaitu legal standing dari pemohon terdahulu Djoko Santoso dan Ahmad Hanafi Rais.

Permohonan itu, menurutnya, tidak diterima karena cacat formil dan atau kekurangan syarat formil secara yuridis, yaitu masalah legal standing pemohon. "Setelah legal standing pemohon dilengkapi dan atau diubah dengan surat kuasa dari prinsipal secara langsung dalam hal ini Capres-Cawapres 02 Prabowo-Sandi, maka permohonan dapat diajukan kembali," ujarnya.

Dia mengatakan, permohonan PAP yang kedua yang telah diterima dan teregister pada Kepaniteraan Mahkamah Agung pada 3 Juli 2019 dalam permohonan Nomor 2 P/PAP/2019 berdasarkan Surat kuasa langsung dari prinsipal yang ditandatangani Prabowo-Sandi dengan memberikan kuasa khusus pada kuasa hukumnya Nicholay Aprilindo dan Hidayat Bostam.

Jadi, untuk meluruskan pemberitaan yang keliru dan menyatakan permohonan PAP yang kedua pada MA tanpa sepengetahuan Prabowo-Sandi. "Dasar hukum pengajuan PAP tersebut adalah berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang ada sebagaimana telah kami uraikan di dalam permohonan PAP kami pada Mahkamah Agung RI sehingga tidak bisa dikatakan permohonan tersebut kadaluarsa dan atau lewat waktu," ujarnya.

Menurut dia, permohonan kedua dari PAP tersebut tidak dapat dikatakan Nebis in Idem karena dalam permohonan a quo MA belum memeriksa pokok permohonan/materi permohonan.

Dia menilai, MA baru memeriksa syarat formil khususnya mengenai legal standing pemohon dan kemudian memberikan putusan NO (Niet Ontvankelijk Verklaard) karena legal standing pemohon yang cacat formil.

Terpisah, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mengaku telah menyampaikan jawaban untuk gugatan tersebut ke MA.

"Bawaslu sudah menerima permintaan dari Mahkamah Agung agar Bawaslu sebagai pihak tergugat menyampaikan jawaban. Bawaslu sudah menyampaikan jawaban dan kami sudah mengirimkannya kepada Mahkamah Agung," tutur anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar di Gedung Mahkamah Konstitusi.

Menurut dia, substansi gugatan yang diajukan tidak jauh berbeda dengan gugatan yang sudah diajukan ke MA sebelumnya. Jadi jawaban yang disampaikan pun hampir sama.

Fritz menyuplik jawaban yang diberikan, yakni bukan kompetensi absolut dari MA untuk memutus gugatan itu. Sebab semestinya Komisi Pemilihan Umum menindaklanjuti terlebih dulu rekomendasi Bawaslu, baru dapat dilaporkan ke MA.

"Dan juga apabila ada pelanggaran TSM (terstruktur, sistematis, dan masif), maka itu dibawa ke Bawaslu dan bukan ke Mahkamah Agung sepertinya apa yang kami sampaikan pada jawaban terlebih dahulu itu yang kami sampaikan sebelumnya," terangnya.

Ia mengatakan Mahkamah Agung meminta jawaban dari Bawaslu pada awal Juli lalu. (gw/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Kwik Kian Gie Digarap KPK
Kwik Kian Gie Digarap KPK

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Cina Tahan Tiga Pelaut Indonesia

Cina Tahan Tiga Pelaut Indonesia

Aparat penegak hukum Cina menahan 11 pelaut asal Indonesia, atas dugaan penyelundupan barang biasa.


Bawa Dua Koper, KPK Geledah Tiga Lokasi

Bawa Dua Koper, KPK Geledah Tiga Lokasi

Bukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) namanya jika tidak bereaksi cepat. Ini setelah mendapatkan beberapa sinyal kuat atas kasus dugaan suap impor bawang.


Regulasi Untungkan Posisi Bawaslu

Regulasi Untungkan Posisi Bawaslu

Jumlah permohonan sengketa yang ditangani Mahkamah Konstitusi (MK) tahun ini turun ketimbang 2014 silam.


Selamatkan Aset Rp100 Miliar dari Maluku Utara

Selamatkan Aset Rp100 Miliar dari Maluku Utara

Tim Wilayah XI Koordinasi Supervisi Pencegahan (Korsupgah) KPK menemukan potensi penyelamatan aset di Provinsi Maluku Utara Rp100 miliar.


Tim Teknis Kasus Novel Tak Sentuh Perkara 'Buku Merah'

Tim Teknis Kasus Novel Tak Sentuh Perkara 'Buku Merah'

Kasus Buku Merah yang diduga sebagai salah satu sebab penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan tak menjadi fokus Tim Teknis Polri.


Tim Teknis Kasus Novel Mulai Rapat

Tim Teknis Kasus Novel Mulai Rapat

Tim teknis lapangan Polri untuk kasus Novel Baswedan mulai rapat, Selasa (6/8), di Bareskrim Polri.


Kasus Nunung Ditangani Dua Jaksa

Kasus Nunung Ditangani Dua Jaksa

Tim jaksa Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta mulai meneliti berkas kasus sabu Tri Retno Prayudati alias Nunung Srimulat dan suaminya.


Taswin Nur Orang Kepercayaan Pejabat PT INTI

Taswin Nur Orang Kepercayaan Pejabat PT INTI

PT INTI membantah dua orang yang terjaring OTT KPK, Rabu (31/7) dan Kamis (1/8) lalu, bukan pegawai perusahaan.


Tim Teknis Kasus Novel Berjumlah 120 Personel Polri

Tim Teknis Kasus Novel Berjumlah 120 Personel Polri

Polri mengumumkan jumlah personel tim teknis yang akan mengungkap kasus penyiraman air keras kepada penyidik senior KPK Novel Baswedan.


Tim Teknis Polri Resmi Bertugas Ungkap Kasus Novel

Tim Teknis Polri Resmi Bertugas Ungkap Kasus Novel

Kapolri Jenderal Tito Karnavian telah menandatangani surat perintah (Sprin) sejumlah anggota yang masuk dalam tim untuk mengungkap kasus penyiraman air keras te



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!