Kriminal
Share this on:

Pesta Sabu di Pinggir Jalan, Dua Warga Disergap Polisi

  • Pesta Sabu di Pinggir Jalan, Dua Warga Disergap Polisi
  • Pesta Sabu di Pinggir Jalan, Dua Warga Disergap Polisi

SAMARINDA - Jalan Anang Hasyim, Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Samarinda Ulu, tak jauh dari sekolah ternama di ibu kota Kaltim, kondisinya memang sepi. Penerangan jalan juga mengandalkan dari perumahan warga.

Di sanalah, VL (17) bersama Ahmat Sabarudin (27) berhenti di tepi jalan. Keduanya bukanlah warga Samarinda. Melainkan warga Kecamatan Tenggarong Seberang.

Apes, nasib keduanya hanya bisa pasrah saat polisi berpakaian sipil yang sedang patroli melintas, dan memeriksa keduanya. Alhasil, langsung dibawa ke Polresta Samarinda menjelang dini hari, Senin (17/12).

Keberadaannya di Kota Tepian, diakui Ahmad memang untuk membeli serbuk mematikan. Uang untuk membeli sabu, didapat dari VL. “Saya jual celana ke dia Rp100 ribu,” ungkap Ahmat.

Nah, barang haram itu dibeli dari seseorang, yang tinggal di Gang Pulau Indah. Salah satu tempat yang kini dikenal dengan sebutan “kampung narkoba”. Area itu sudah bolak-balik jadi tempat penangkapan petugas. Nyatanya, masih ada bandar atau pengedar yang nekat menjual sabu-sabu.

Kaur Bin Ops (KBO) Satresnarkoba Polresta Samarinda Ipda Edi Susanto menuturkan, ada dua masalah besar dalam kasus ini. “Pertama narkoba di kalangan pelajar, kedua kampung narkoba,” tegas perwira balok satu itu.

Menurut polisi, masalah kristal mematikan itu bukan hal baru. Terlebih di kalangan pelajar. “Dilema juga menangani kasus yang menyangkut anak-anak,” tambah Edi. Polisi menduga, aktivitas di Gang Pulau Indah adalah pecahan atau pindahan dari Kompleks Pasar Segiri.

“Itu bisa saja, karena model kerjanya hampir mirip-mirip, menggunakan loket khusus,” terang Edi. Adanya keterlibatan remaja yang masih di bawah umur, ditegaskan polisi harus menjadi perhatian khusus. Pasalnya, untuk memerangi narkoba, harus melawan dari generasi termuda.

Ditemui di ruangan pemeriksaan kemarin, VL mengaku dia diminta Ahmat untuk mengisap narkoba tersebut. “Saya sebelumnya minta rokok dia, tapi dipaksa untuk isap yang dipipet,” sebut remaja 16 tahun itu. Meski dia tahu itu narkoba, VL tak juga menolak.

“Ternyata pahit, saya keluarkan lagi,” ujarnya. Sedangkan Ahmat, mengaku ada dampaknya mengonsumsi kristal mematikan tersebut.

“Saya sopir, Mas. Jadi merasa tahan kantuk kalau pakai,” ungkapnya. “Tahu dari mana jual narkoba di Gang Pulau Indah?” tanya media ini. “Sudah banyak yang tahu,” ungkapnya. Ditegaskan Edi, pemeriksaan masih terus berlanjut. (dra/rsh/k18/jpg)

Berita Sebelumnya


Berita Sejenis

Dua Calon Rektor Diperiksa

Dua Calon Rektor Diperiksa

Indikasi adanya aliran uang ke Romahurmuziy alias Romy dalam seleksi pengisian jabatan rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) terus ditelusuri.


Modus Anyar, Sabu Disimpan di Pulau Tak Berpenghuni

Modus Anyar, Sabu Disimpan di Pulau Tak Berpenghuni

Bandar narkotika terus mencoba berbagai cara menyelundupkan barang haram.


Berkas Perkara Eggi dan Lieus Dilimpahkan

Berkas Perkara Eggi dan Lieus Dilimpahkan

Polri telah melimpahkan berkas perkara tahap I kasus dugaan makar dua tokoh ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta pekan ini.


Komnas HAM Desak Polri Tangkap Pelaku Penembakkan

Komnas HAM Desak Polri Tangkap Pelaku Penembakkan

Dua korban tewas pada kerusuhan 21-22 Mei akibat tertembak peluru tajam.


Polisi Tunggu Kajian Dewan Pers

Polisi Tunggu Kajian Dewan Pers

Bareskrim memastikan laporan soal tim mawar harus menunggu kajian dan rekomendasi dari Dewan Pers.


Buronan Pajak Fiktif Disergap di Hotel

Buronan Pajak Fiktif Disergap di Hotel

Lukmanul Hakim (54) tak bisa berbuat banyak ketika tim Intelijen Kejaksaan Agung (Kejagung) membekuknya.


Kinerja Polri Ungkap Kerusuhan Disorot Amnesty Internasional

Kinerja Polri Ungkap Kerusuhan Disorot Amnesty Internasional

Polri hingga kini belum menjelaskan kepada publik, terkait tewasnya sejumlah warga saat kericuhan Aksi 22 Mei.


Polisi Kembali Gagalkan Penyelundupan 37 Kg Sabu dari Malaysia

Polisi Kembali Gagalkan Penyelundupan 37 Kg Sabu dari Malaysia

Tim Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menggagalkan penyelundupan 37 kilogram narkotika jenis sabu asal Malaysia.


Ustadz Lancip Diperiksa Pekan Depan, Pria Bersorban Hijau Ditahan

Ustadz Lancip Diperiksa Pekan Depan, Pria Bersorban Hijau Ditahan

KH Ahmad Rifky Umar Said Barayos atau kerap disapa Ustadz Lancip harus berurusan dengan polisi.


Polisi Bekuk Pria Bersorban Hijau Pengancam Jokowi

Polisi Bekuk Pria Bersorban Hijau Pengancam Jokowi

Polisi menangkap seseorang yang diduga sebagai pria bersorban hijau yang mengancam akan membunuh Presiden Jokowi dan Wiranto, Jumat (24/5) lalu.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!