Kriminal
Share this on:

PKS dan Gerindra Berebut Kursi di Mahkamah Konstitusi

  • PKS dan Gerindra Berebut Kursi di Mahkamah Konstitusi
  • PKS dan Gerindra Berebut Kursi di Mahkamah Konstitusi

**JAKARTA ** - Sengketa pemilihan legislatif (Pileg) yang dipertontonkan di Mahkamah Konstitusi (MK) kian menarik. Berebut kursi parlemen, tak mengenal teman satu partai apalagi beda partai. Bahkan, lengketnya hubungan di koalisi tidak menjadi jaminan.

Kekisruhan ini terjadi antara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) versus Partai Gerindra. PKS jelas-jelas ingin merebut kursi terakhir DPRD dari daerah pemilihan (dapil) Gorontalo 1 yang ditempati Partai Gerindra berdasarkan hasil rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Kuasa hukum PKS Ahmar Ihsan Rangkuti dalam sidang pemeriksaan pendahuluan sengketa legislatif di Gedung MK, mendalilkan bahwa PKS kehilangan 100 suara dari yang seharusnya 7.830 menjadi 7.730. "Pemohon mempersoalkan selisih 100 suara yang mempengaruhi perolehan kursi pemohon, seharusnya pemohon memperoleh kursi terakhir atau kursi ke delapan," papar Ahmar Ihsan Rangkuti, kemarin (11/7).

Partai Gerindra yang mendapatkan kursi terakhir memperoleh suara sebanyak 7.804. PKS tidak mendalilkan penggelembungan suara terhadap Gerindra, sehingga ditanya oleh hakim konstitusi Saldi Isra yang memimpin sidang tersebut dalam Panel II.

"Ini didalilkan kehilangan suara 100 ya, tetapi itu Gerindra tidak berubah suaranya kan? Gerindra 7.804 lalu versi pemohon, Gerindra tetap, tetapi tidak ada pengaruhnya, soal suara dulu. Soal kursi bukan urusan Mahkamah," tutur Saldi Isra.

Ia melakukan konfirmasi terhadap PKS bahwa yang didalilkan terdapat penambahan 100 suara dari 7.730 berubah menjadi 7.830, tetapi tanpa disertai penguraian bagaimana angka tersebut didapat. Untuk mendapatkan penambahan 100 suara, PKS hanya mendalilkan pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan ketua kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) di sejumlah TPS.

Ahmar Rangkuti pun mengamini konfirmasi yang dilakukan hakim konstitusi tersebut. Pada Kamis, sengketa yang diperiksa Panel II adalah Maluku, Gorontalo, DIY serta Kepulauan Riau. (lut/ful/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Proses Hukum Kasus Makar dan UBN Jalan Terus

Proses Hukum Kasus Makar dan UBN Jalan Terus

Mabes Polri memastikan kasus-kasus dugaan makar yang melibatkan beberapa tokoh pendukung salah satu pasangan capres-cawapres masih tetap berjalan.


MA Kembali Tolak Permohonan Prabowo-Sandi

MA Kembali Tolak Permohonan Prabowo-Sandi

Permohonan kasasi terkait pelanggaran administrasi Pemilu (PAP) yang diajukan capres dan cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno kembali ditolak Mahkamah Agung (


Jempol! Indonesia Tangkap Kapal Buruan Internasional

Jempol! Indonesia Tangkap Kapal Buruan Internasional

Satuan Tugas 115 berhasil menghentikan dan memeriksa kapal MV NIKA berbendera Panama yang menjadi buruan internasional di Selat Malaka, Jumat (12/7) lalu.


BNN Musnahkan Ganja, Sabu dan Ekstasi di Aceh

BNN Musnahkan Ganja, Sabu dan Ekstasi di Aceh

Badan Narkotika Nasional (BNN) memusnahkan barang bukti narkoba berupa 338 Kg ganja kering, 52 Kg sabu, dan 22.766 butir pil ekstasi.


Lepaskan Syafrudin Temenggung, Keputusan MA Terus Ditentang

Lepaskan Syafrudin Temenggung, Keputusan MA Terus Ditentang

Keputusan Mahkamah Agung (MA) yang melepaskan mantan Kepala BPPN Syafruddin Temenggung dari segala tuntutan hukum berbuntut panjang.


Jaksa Agung Tak Mau Ambil Pusing soal Unsur Jaksa di Capim KPK

Jaksa Agung Tak Mau Ambil Pusing soal Unsur Jaksa di Capim KPK

Polemik unsur Kejaksaan dan Polri dalam mengikuti seleksi calon pimpinan KPK masih terus memanas.


Judul Majalah Tempo Edisi Tim mawar dan Rusuh Sarinah Dianggap Beropini

Judul Majalah Tempo Edisi Tim mawar dan Rusuh Sarinah Dianggap Beropini

Perkara Majalah Tempo edisi Tim Mawar dan Rusuh Sarinah diharapkan selesai dengan keluarnya rekomendasi Dewan Pers.


Nasib Rizieq Syihab Tak Disinggung

Nasib Rizieq Syihab Tak Disinggung

Lebih dari 1 jam Joko Widodo dan Prabowo Subianto bertemu. Keduanya terlibat banyak perbincangan.


Suap Gubernur Kepri Pakai Sandi Ikan Tohok dan Kepiting

Suap Gubernur Kepri Pakai Sandi Ikan Tohok dan Kepiting

Tim KPK berhasil mengungkap sandi transaksi dugaan suap yang menjerat Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun.


Galih Ginanjar Sempat Menolak Ditahan

Galih Ginanjar Sempat Menolak Ditahan

Galih Ginanjar, dan pasangan youtuber Rey Utami-Pablo Benua akhirnya masuk penjara.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!