Kriminal
Share this on:

Polisi Gandeng Ojol Buru Pelaku Pencurian Dana BOS

  • Polisi Gandeng Ojol Buru Pelaku Pencurian Dana BOS
  • Polisi Gandeng Ojol Buru Pelaku Pencurian Dana BOS

Foto: ilustrasi

BEKASI - Kepolisian Polres Metro Bekasi Kota dan Polsek Bekasi Utara sedang fokus memburu kawanan pelaku pencurian bermodus gembos ban di wilayah hukumnya, yang beraksi berhasil menggondol uang senilai 111 juta dari tangan seorang Kepala sekolah (Kepsek) SDN Harapan Baru 3 Kota Bekasi, Rita Yulia, Senin (18/3) lalu.

Namun, upaya pihak kepolisian memburu kawanan pelaku yang beraksi diJalan Muchtar Tabrani, Marga Mulya, Bekasi Utara tak juga berbuah hasil. Bahkan, sekedar dapat mengidentifikasi pelaku sekalipun. Hal ini, lantaran minimnya saksi dan CCTV di lokasi kejadian.

"Masih lidik mas, anggota masih terus bekerja di lapangan, kata Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota, AKP Erna Ruswing saat dihubungi Fajar Indonesia network, Jumat (29/3).

Menurut Erna, kasus yang menimpa seorang Kepsek SDN Harapan Baru 3 Kota Bekasi saat ini masih dalam penanganan dan penyelidikan anggota Unit reskrim Polsek Bekasi Utara, dibantu tim Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota. "Belum, belum ada perkembangan apapun," singkatnya.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Bekasi Utara Iptu Bahrudin mengakui, dalam penanganan perkara ini pihaknya masih kesulitan untuk mengungkapnya, karena minimnya saksi dan tidak ada CCTV disekitar lokasi tersebut.

Menurut Bahrudin, saat ini pihaknya masih terus berupaya memburu komplotan pelaku. Adapun proses saat ini, sedang diusahakan mencari dan menemukan saksi-saksi yang dianggap melihat kejadian tersebut, salah satunya seorang pengedara ojek online (ojol) yang diyakini melihat pelakunya mengambil tas dari dalam mobil di lokasi.

"Pengemudi ojol ini sempat meneriaki korban saat tasnya diambil dari dalam mobil, tapi kita tidak tahu keberadaannya, maupun identitasnya. Guna mengungkap ciri-ciri pelaku, kita membutuhkan keterangannya," kata Bahrudin.

Akan tetapi, diakui Bahrudin, karena pihaknya tidak mengetahui identitas dan keberadaannya saat ini yang bersangkutan masih dicarinya. "Untuk membantu menemukan saksi, kita (polisi) telah minta bantuan dari paguyuban pengemudi ojol dengan menyebar pesan ke sejumlah grup chatting mereka," ungkapnya.

Lanjut Bahrudin, dari isi pesan yang disebarkan kepada paguyuban Ojol itu meminta kunci yang merupakan pengemudi ojol untuk menghadap ke Polsek Bekasi Utara memberikan keterangan, dan pesan itu telah disebar, sejak Kamis (28/3) kemarin.

"Sampai kini belum ada yang data," ujarnya.

Terpisah,Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inayatullah membenarkan, terkait kasus anak buahnya yang merupakan Kepsek SDN Harapan baru 3. Menurutnya, korban saat itu sedang bawa uang untuk biaya operasional sekolah, senilai Rp111 juta, dan kini kasusnya telah melapor ke polisi.

"Iya, uang yang dibawa pelakunya uang dana BOS dari Pemerintah Pusat untuk biaya operasional selama dua bulan (Januari-Februari)," kata Inay (sapaan akrabnya_red) saat dihubungi Fajar Indonesia Network.

Adapun atas insiden ini, Inay mengungkapkan, dana bos yang raib itu tentu harus dipertanggung jawabkan oleh korban sendiri, selaku kepala sekolah sesuai dengan peraturan tentang TP-TGR (Tuntutan Perbendaharaan-Tuntutan Ganti Rugi), yakni kepala sekolah harus menggantinya.

"Nanti setelah ada audit dari Inspektorat, penggantiannya bisa dicicil atau sekaligus dilunasi," tandasnya.

Sebagai informasi, Dana BOS senilai Rp111 juta yang dibawa oleh seorang kepala sekolahSDN Harapan Baru 3 Kota Bekasi, bernama Rita Yulia itu raibdigondol oleh para pelaku daridalam mobil miliknya, kala sedang menepi ke tukang tambal ban,diJalan Muchtar Tabrani, Marga Mulya, Bekasi Utara,Senin (18/3) lalu, karena ban mobilnya gembos.

Kejadian itu terjadi saat dia turun dari mobil, untuk mengecek ban mobilnya yang gembos. Ketika baru saja turun, kawanan pelaku pun beraksi dan kebetulan aksinya itu dilihat oleh seorang tukang ojek online yang langsung berteriak dari memberitahunya kejadian tersebut ke korban.

Sontak korban panik, dan langsung mengecek tas di dalam mobilnya, hingga akhirnya melihat tas itu sudah tak ada ditempatnya. Kemudian, atas kejadian itu korban pun melaporkan ke Polsek Bekasi Utara untuk pengusutan lebih lanjut.

Kepada polisi, korban pun mengakui, tas yang dicuri kawanan pelaku itu tak cuma berisi uang dana BOS saja, melainkan adaduit pribadi sebesar Rp 2 juta, beserta KTP, SIM, STNK, dan kartu ATM. (mhf/der/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Buruh Ternak Ayam Gantung Diri
Buruh Ternak Ayam Gantung Diri

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

442 Perusuh Diciduk, Empat Pos Polisi Dirusak

442 Perusuh Diciduk, Empat Pos Polisi Dirusak

Polisi kembali menangkap 185 orang terkait kericuhan dalam aksi 22 Mei di Kantor Bawaslu pada Selasa (21/5) hingga Rabu (22/5) lalu.


Penyebar Hoaks Brimob China Ditangkap

Penyebar Hoaks Brimob China Ditangkap

Said Djamalul Abidin (SDA) diamankan karena menyebar berita bohong alias hoaks polisi China yang dikerahkan dalam aksi unjuk rasa di depan kantor Bawaslu.


Uang Suap Bowo Sidik Rampung Dihitung

Uang Suap Bowo Sidik Rampung Dihitung

KPK telah selesai menghitung keseluruhan dana suap dan gratifikasi yang diduga diterima Anggota DPR RI Bowo Sidik Pangarso.


Mantan Danjen Kopassus Diduga Selundupkan Senjata

Mantan Danjen Kopassus Diduga Selundupkan Senjata

Mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) Mayjen TNI (Purn) Soenarko ditangkap polisi.


Polisi Tunggu Amien Rais, Ani Hasibuan Mangkir Lagi

Polisi Tunggu Amien Rais, Ani Hasibuan Mangkir Lagi

Ketua Dewan Pembina PAN Amien Rais rencananya akan diperiksa Polda Metro Jaya Senin (20/5). Namun, hingga pukul 22.00 WIB Amien belum terlihat datang.


Polisi Tampik Dokter Ani Hasibuan Jadi Target

Polisi Tampik Dokter Ani Hasibuan Jadi Target

Pemeriksaan dokter spesialis syaraf Robiah Khairani Hasibuan atau Ani Hasibuan dinilai dipaksakan dan terlalu tergesa-gesa.


Puasa-puasa Masih Jual Togel, Lima Pelaku di Pemalang Diringkus Polisi

Puasa-puasa Masih Jual Togel, Lima Pelaku di Pemalang Diringkus Polisi

Hanya dua hari, Polres Pemalang berhasil meringkus lima pelaku perjudian togel yang meresahkan masyarakat.


KPK Kuatkan Alat Bukti Gelontoran Rp11,5 Miliar untuk Aspri Menpora

KPK Kuatkan Alat Bukti Gelontoran Rp11,5 Miliar untuk Aspri Menpora

Menjerat pelaku lain dalam perkara suap dana hibah pengawasan dan pendampingan (wasping) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) bukan hal gampang.


JPU KPK: Imam Nahrowi Terlibat Permufakatan Jahat

JPU KPK: Imam Nahrowi Terlibat Permufakatan Jahat

Drama kasus dana hibah KONI kemarin (9/5) berlanjut di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.


Dianggap Politis, Polisi Garap Bachtiar Nasir lewat Dua Alat Bukti

Dianggap Politis, Polisi Garap Bachtiar Nasir lewat Dua Alat Bukti

Penyidik Badan Reserse Kriminal Polri menetapkan mantan Ketua GNPF MUI Bachtiar Nasir sebagai tersangka.



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!