Kriminal
Share this on:

Polisi Kantongi Identitas Tiga Pelaku Dugaan Penganiaya Audrey

  • Polisi Kantongi Identitas Tiga Pelaku Dugaan Penganiaya Audrey
  • Polisi Kantongi Identitas Tiga Pelaku Dugaan Penganiaya Audrey

JAKARTA - Pihak kepolisian pastikan terus mengusut kasus persekusi dan pengeroyokan yang dilakukan belasan orang siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) terhadap seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP), Audrey (14) di Pontianak, Kalimantan Barat. Karopenmas Divisi Humas polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, penanganan terhadap korban penganiayaan atau kasus persekusi yang dilakukan oleh anak-anak dibawah umur, untuk saat ini sedang dilakukan penyidikan dari tim Reskrim Polres Pontianak.

"Iya, saat ini penanganan kasus tersebut sudah ditingkatkan dari penyelidikan menjadi penyidikan oleh pihak Polres Pontianak. Tapi korban sendiri, sampai kini belum dimintai keterangan karena memang masih dirawat di rumah sakit," kata Dedi kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (10/4) kemarin.

Namun demikian, kata Dedi, ibu korban telah memberikan informasi kepada penyidik, terkait siapa-siapa saja yang pelaku penganiayaan yang dikenali oleh korban. Dari informasi ibu korban, diketahui ada tiga pelaku yang dikenali oleh Audrey.

"Total ada tiga pelaku yang dikenali korbannya dari beberapa pelaku pengeroyokan tersebut, dan itu sudah disampaikan juga oleh ibu korban kepada penyidik," ujar perwira Polri berpangkat bintang satu ini.

Dedi mengungkapkan, untuk tiga pelaku yang dikenali oleh korban saat ini seluruhnya sudah dapat diidentifikasi oleh penyidik, dan masing-masing berinisial F, T, dan N. "Mereka ini, merupakan para terlapor dan sudah diidentifikasi penyidik," ungkap Dedi.

"Ketiga terlapor ini, semuanya berusia 17 tahun atau anak-anak di bawah umur. Dan diketahui, masih satu sekolah semua di salah satu SMA di Pontianak," sambung Dedi.

Dedi menegaskan, kasus ini sudah jelas dan para pelaku juga sudah diidentifikasi semua. Namun karena pelaku di bawah umur, maka harus ada pendampingan dari Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak. Dedi menambahkan untuk tindak lanjut kasus ini pihaknya selain mengambil hasil visum korban, penyidik juga akan meminta keterangan sejumlah saksi-saksi yang memang mengetahui peristiwa tersebut.

"Hari ini, informasinya ibu dari korban akan dimintai keterangan oleh penyidik, termasuk beberapa saksi lain yang mengetahui peristiwa itu pun tentu akan dilakukan pemanggilan untuk dimintai keterangan juga," tutur Dedi.

Terakhir, Dedi menambahkan, terkait pemicu peristiwa bisa terjadi berawal dari perselisihan yang terjadi di media sosial. Dan pengeroyokan itu sendiri terjadi secara spontan saja, untuk bantu temannya yang saat itu berselisih dengan korban.

"Kita cukup prihatin dengan kasus ini, terlebih korban dan pelakunya anak-anak di bawah umur atau berstatus pelajar. Mestinya hal ini tidak terjadi, dan kita berharap kasus ini ke depan tak lagi ada. Kita sangat mengharapkan, para orangtua di Indonesia untuk melakukan pengawasan kepada anak-anaknya, agar kejadian ini tidak terulang kembali," ujar Dedi.

Terpisah, KPAI juga menyampaikan rasa keprihatinannya atas peristiwa kekerasan yang melibatkan anak-anak di bawah umur yang terjadi di di Pontianak, kalimantan Barat. Sekaligus KPAI kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

"KPAI meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini, dengan menggunakan ketentuan dalam Undang-undang 11/2012, tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) untuk anak pelaku," kata Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (10/4).

Saat ini menurut Retno, dari pihak KPAI/KPPAD Pontianak sedang melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Pontianak untuk pemenuhan hak rehabiltasi kesehatan korban penganiayaan dan pengawasan ke pihak RS untuk benar-benar merawat korban.

Selain itu, KPAI/KPPAD juga berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), dan P2TP2A Pontianak, terkait untuk memberi layanan psikologis, baik kepada korban maupun para pelakunya. "Anak-anak ini harus dibantu memahami konsep diri yang positif dan memiliki tujuan hidupnya. Di sini peran orang tua sangat penting untuk pola asuh positif di keluarga," ucap Retno.

KPAI juga akan berkoordinasi dengan pihak Dinas Pendidikan kota, maupun provinsi Kalimatan Barat, mengingat korban siswi SMP yang kewenangannya berada di kota/kabupaten dan para pelaku merupakan pelajar jenjang SMA yang kewenangannya berada di provinsi.

"Dan kami juga terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian yang menangani kasus ini, agar dapat diusut tuntas, pungkasnya. (mhf/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

KPK Ungkap Suap Restitusi Pajak Perusahaan

KPK Ungkap Suap Restitusi Pajak Perusahaan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lima tersangka terkait kasus dugaan suap restitusi pajak PT WAE (Wahana Auto Ekamarga).


Indonesia Tunggu Perkembangan Kasus Dugaan Pemerkosaan TKI di Malaysia

Indonesia Tunggu Perkembangan Kasus Dugaan Pemerkosaan TKI di Malaysia

Pemerintah Indonesia masih terus menunggu kepolisian Malaysia merampungkan penyelidikan kasus tenaga kerja Indonesia (TKI) yang diduga diperkosa


Polisi Kembali Diserang KKSB Papua

Polisi Kembali Diserang KKSB Papua

Usai membunuh Briptu Hedar, Senin (12/8), teror serangan Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB) Papua terhadap personel kepolisian kembali terjadi di Kampung


Satgas Diinstruksikan Tembak di Tempat Pelaku Pembakaran Hutan

Satgas Diinstruksikan Tembak di Tempat Pelaku Pembakaran Hutan

Polri diminta untuk lebiih tegas dan berani dalam menindak para pelaku pembakar hutan, baik itu perorangan maupun korporasi.


Berkas Kasus Polisi Tembak Polisi Dilimpahkan

Berkas Kasus Polisi Tembak Polisi Dilimpahkan

Berkas perkasa kasus penembakan yang dilakukan tersangka Brigadir Rangga Tianto terhadap Bripka Rahmat Efendi telah selesai. Dan telah dilimpahkan ke Kejaksaan.


Cina Tahan Tiga Pelaut Indonesia

Cina Tahan Tiga Pelaut Indonesia

Aparat penegak hukum Cina menahan 11 pelaut asal Indonesia, atas dugaan penyelundupan barang biasa.


Bawa Dua Koper, KPK Geledah Tiga Lokasi

Bawa Dua Koper, KPK Geledah Tiga Lokasi

Bukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) namanya jika tidak bereaksi cepat. Ini setelah mendapatkan beberapa sinyal kuat atas kasus dugaan suap impor bawang.


Kasus Suap Jaksa Kejati Jateng Berlanjut

Kasus Suap Jaksa Kejati Jateng Berlanjut

Kejaksaan Agung mempercepat proses kasus dugaan penerimaan gratifikasi atau suap terkait kasus kepabeanan.


KPK Kejar Penuntasan Kasus Impor Bawang

KPK Kejar Penuntasan Kasus Impor Bawang

KPK mengaku tengah mendalami dugaan adanya praktik memperdagangkan pengaruh dalam kasus suap impor bawang putih.


Kejagung Bidik Otak Korupsi Dana Hibah Sumsel

Kejagung Bidik Otak Korupsi Dana Hibah Sumsel

Kasus dugaan korupsi pencairan dana hibah Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tahun 2013 dikembangkan Kejagung.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!