Kriminal
Share this on:

Polisi Kembali Diserang KKSB Papua

  • Polisi Kembali Diserang KKSB Papua
  • Polisi Kembali Diserang KKSB Papua

JAKARTA - Usai membunuh Briptu Hedar, Senin (12/8), teror serangan Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB) Papua terhadap personel kepolisian kembali terjadi di Kampung Usir, Puncak, Papua. Penyerangan terjadi pada Selasa (13/8) siang, saat anggota sedang melakukan proses olah tempat kejadian perkara (TKP) tewasnya Briptu Hedar.

Namun kali ini, aparat kepolisian yang bertugas di lokasi melakukan serangan balik. Aparat Polri dibantu TNI langsung mengejar para pelaku penyerangan ke lokasi persembunyiannya. Sayangya tak seorang pun anggota KKSB berhasil diamankan. Aparat hanya menyita amunisi dan magazine senjata.

"Iya, ada penyerangan lagi kemarin saat petugas lakukan olah TKP, tapi kali ini lebih sigap. Bahkan begitu ada tembakan tim gabungan TNI-Polri langsung lakukan pengejaran ke lokasi terdengarnya suara tembakan, cuma sampai di sana hanya ditemukan sisa amunisi dan beberapa magazine," ujar Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, Rabu (14/8).

Dedi menuturkan, insiden penyerangan yang dilakukan KKSB saat proses olah TKP penembakan Briptu Hedar itu dipastikan tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka dari anggota. Sementara proses olah TKP di lokasi juga tak sampai berhenti hingga dapat diselesaikan petugas.

"Tidak ada yang terluka, olah TKP juga tak berhenti. Adapun sampai saat ini tim gabungan TNI- Polri juga terus melakukan pengejaran dan dalam proses penyelidikan lebih lanjut," ucap mantan Wakapolda Kalimantan Tengah ini.

Menurut Dedi, kegiatan olah TKP itu dilakukan, pada Selasa (13/8) pukul 11.27 WIT. Dan setelah adanya penyerangan prosesnya sempat dihentikan, dan dilanjutkan kembali pukul 12.15 WIT hingga selesai. "Olah TKP dilanjutkan setelah situasi telah kembali aman dan kondusif. Dan pukul 13.15 WIT olah TKP pun selesai, kemudian anggota pun kembali ke Pos Polisi Ilaga," jelas Dedi.

Lebih jauh, saat ditanya mengenai langkah tegas kepolisian terhadap aksi penyerangan KKB yang telah beberapa kali menyebabkan gugurnya pasukan di wilayah tersebut. Dedi menyebut, pihaknya tentu akan melakukan penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan di Papua.

Dedi menyebut, langkah itu sendiri bakal dilakukan pihaknya dengan menindak tegas pelanggaran hukum yang dilakukan KKSB. "Ya kita akan terus melakukan penegakan hukum dalam rangka untuk mitigasi ancaman KKSB ataupun KKSB ini mengulangi lagi perbuatannya," ungkapnya.

"Dan upaya penegakan hukum itu tentunya, secara tegas dan terukur oleh tim gabungan dari TNI-Polri di sana," sambungnya.

Kalaupun hingga saat ini kasus-kasusnya masih belum dapat dituntaskan, hingga jatuh lagi korban atas nama Brigadir Hedar. Dedi mengakui, pasukan TNI-Polri di wilayah itu pada intinya punya tugas untuk lebih fokus melakukan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat di sana.

"Polri, TNI bersama pemerintah daerah setempat fokusnya adalah pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. Kemudian harus betul-betul terjaminnya pelayanan masyarakat yang ada di sana, itu fokus yang kita lakukan," terangnya.

Akan tetapi, dia memastikan, dengan adanya insiden seperti yang terjadi hingga mengakibatkan adanya anggota gugur tentunya Polri bakal melakukan evaluasi untuk menjadi titik lemah, sehingga bisa dilakukan peningkatan.

"Tetap sama, setiap kejadian selalu dievaluasi apa yang jadi titik lemah di situ akan ditingkatkan. Sementara untuk kondisi sangat kondusif, kemudian untuk jumlah personel yang ada di Papua sudah mencukupi guna memberi jaminan dan ketertiban di Papua," tandasnya.

Terpisah, Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW) Neta S Pane menyampaikan, duka cita mendalam atas gugurnya Briptu Hedar. Dia berharap kasus ini tak terulang.

"Kasus ini sudah kesekian kalinya, tentu harus menjadi perhatian khusus Polri ke depan, agar dalam setiap anggota yang menjalankan tugas di sana benar-benar diberi bekal cukup. Dengan diberi pelatihan maksimal demi meningkatkan kepekaan, dan tentunya dilengkapi persenjataan yang memadai," kata Neta.

Selain itu, diakui Neta, para petinggi atau pendidik di institusi Polri sendiri juga perlu mengajarkan anggota di sana untuk bisa menjaga diri dan bertugas secara hati-hati. Menurutnya, setiap ada anggota polisi yang tewas dibunuh pelaku kriminal, publik juga pasti turut prihatin.

"Ya, terlebih juga keluarga besar kepolisian. Memang meski kematian adalah salah satu risiko kerja seorang polisi, tapi kematian anggota polisi di Papua adalah peristiwa yang memprihatinkan. Sebab mereka tewas dieksekusi pelaku kejahatan saat melaksanakan tugas untuk menyusup ke wilayah rawan kelompok kriminal bersenjata di Papua," terangnya.

Terakhir, Neta berharap, dalam kasus ini institusi polri tidak cukup dengan menaikkan pangkat dari korbannya sebagai tanda untuk menghargai jasanya, melainkan yang paling penting itu kepolisian juga perlu memberi perhatian kepada keluarga korban yang ditinggalkan.

"Pastikan keluarga korban tetap terjamin hidupnya, dan beri beasiswa buat anak korban kalaupun memiliki, kalau perlu kasih kesempatan melanjutkan cita-cita orangtuanya yang telah tiada," tandas Neta. (mhf/gw/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Instalasi Minyak Arab Saudi Diserang Pemberontak

Instalasi Minyak Arab Saudi Diserang Pemberontak

Produksi minyak Arab Saudi, kembali terganggu dengan adanya serangan awak pesawat yang diduga dilakukan pemberontak Yaman, kemarin (15/9).


Transaksi Mencurigakan di 6 Rekening Veronica Koman Ditelusuri Polisi

Transaksi Mencurigakan di 6 Rekening Veronica Koman Ditelusuri Polisi

Polisi menemukan transaksi mencurigakan di enam rekening tambahan milik tersangka ujaran kebencian dan hoaks Asrama Mahasiswa Papua Surabaya, Veronica Koman.


Menunggu Penyelesaian Berkas Tersangka Karhutla

Menunggu Penyelesaian Berkas Tersangka Karhutla

Polisi terus berupaya menyelesaikan proses pemberkasan perkara, kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia.


Kejaksaan Tunggu Pelimpahan Berkas Veronika Koman Cs

Kejaksaan Tunggu Pelimpahan Berkas Veronika Koman Cs

Penanganan kasus dugaan tindak pidana umum, provokasi publik yang mengakibatkan kericuhan di Papua dan Papua Barat memasuki babak baru.


Polisi Tangkap 12 Bandar Narkoba Jaringan Jakarta-Pekanbaru-Malaysia

Polisi Tangkap 12 Bandar Narkoba Jaringan Jakarta-Pekanbaru-Malaysia

Sebanyak 12 bandar narkotika jenis sabu dan ekstasi jaringan Jakarta-Pekanbaru-Malaysia ditangkap Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya.


Jika Tak Kooperatif, Veronica Koman Akan Di-DPO-kan Polisi

Jika Tak Kooperatif, Veronica Koman Akan Di-DPO-kan Polisi

Polri memberikan ultimatum kepada tersangka penyebaran provokasi dan hoaks Veronica Koman untuk korperatif.


Waras Wasisto Diperiksa KPK Lagi

Waras Wasisto Diperiksa KPK Lagi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Waras Wasisto.


Mantan Ketua BEM Uncen Tersangka Baru Kerusuhan Papua

Mantan Ketua BEM Uncen Tersangka Baru Kerusuhan Papua

Mantan Ketua BEM Universitas Cendrawasih (Uncen), Feri Kombo (FK) menjadi tersangka baru kasus kerusuhan Papua dan Papua Barat.


Lima Jazad Penambang Emas di Yahukimo Belum Ditemukan

Lima Jazad Penambang Emas di Yahukimo Belum Ditemukan

Kasus penyerangan kelompok bersenjata tajam kepada ratusan penambang emas di Yahukimo, Papua beberapa waktu lalu masih didalami polisi.


Buru Veronica Koman, Polri Koordinasi dengan Interpol

Buru Veronica Koman, Polri Koordinasi dengan Interpol

Merujuk evaluasi situasi dan kondisi di Papua maupun Papua Barat, pemerintah menepati janji membuka pembatasan akses internet di kedua daerah tersebut.



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!