Kriminal
Share this on:

Polisi Pertimbangkan Penangguhan Penahanan Habil Marati

  • Polisi Pertimbangkan Penangguhan Penahanan Habil Marati
  • Polisi Pertimbangkan Penangguhan Penahanan Habil Marati

**JAKARTA ** - Polri tengah mempertimbangkan penangguhan penahanan Habil Marati, tersangka kasus makar yang dituding berperan sebagai penyandang dana rencana aksi pembunuhan empat pejabat negara. Surat permohonan penangguhan politikus PPP itu telah diajukan oleh kuasa hukumnya, Yusril Ihza Mahendra, pada Rabu (10/7) kemarin.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan surat tersebut hingga kini masih dalam proses evaluasi dan pengkajian penyidik. "Ya, kan masih dievaluasi penyidik ya, belum tahu," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (12/7) kemarin.

Menurutnya, soal dikabulkan atau tidaknya permohonan tersebut merupakan kewenangan penyidik. Sehingga, dirinya belum bisa memastikan ke publik karena memang masih menunggu hasil evaluasi penyidik. "Tunggu dari penyidik. Sebab mereka (penyidik) yang berhak mengabulkan dan menolak," katanya.

Sebelumnya, Yusril Ihza Mahendra datang ke Polda Metro Jaya dalam rangka menjenguk Habil Marati, Rabu (10/7). Pada kesempatan itu, dia mengaku ditunjuk jadi kuasa hukumnya. Sehingga, dari situ dia pun langsung berupaya meminta penangguhan tahanan bagi kliennya.

Yusril mengakui, apa yang dilakukanny atas pertimbangan kesehatan. Ia menyebut selama ditahan, kondisi Habil menurun. "Kelihatannya kurang sehat juga Pak Habil," kata Yusril.

Dia juga mengungkapkan, kliennya mengaku dana yang diberikan itu bukan untuk rencana pembunuhan seperti yang disangkakan. "Sepanjang yang disampaikan oleh Pak Habil beliau memberikan dana itu ya untuk kegiatan-kegiatan tertentu tapi tidak paham dibelikan senjata apa segala macam itu lah yang dikatakan Pak Habil," kata Yusril.

Menurut Yusril, Habil mengaku menjadi donatur dana untuk kegiatan-kegiatan tertentu dan bukan untuk membunuh maupun makar. Yusril akan mendalami kasus ini. Dia berharap hukum berjalan adil. "Memang jadi arahnya untuk pendanaan kegiatan-kegiatan yang sebenarnya tidak mengarahkan makar atau membunuh orang seperti itu, itu katanya Pak Habil," kata Yusril.

Untuk diketahui, Habil Marati disebut sebagai penyandang dana eksekutor empat pejabat negara yang menjadi target pembunuhan. Wadireskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam, mengungkapkan Habil memberi uang kepada mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen (Purn) Kivlan Zen sebesar SGD15 ribu atau setara Rp150 juta.

Kivlan disebut, memberikan uang itu kepada anak buahnya, Iwan Kurniawan alias Helmi Kurniawan untuk membeli senjata laras panjang dan pendek. Senjata itu disebut untuk membunuh mati Menkopolhukam Wiranto, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Kepala BIN Budi Gunawan dan Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen dan Keamanan Goris Mere. (mhf/gw/zul/fin)

Berita Berikutnya

Facebook Didenda Rp70 Triliun
Facebook Didenda Rp70 Triliun

Berita Sejenis

Dua Bule Bobol 17 Rekening, Seorang Ditembak mati

Dua Bule Bobol 17 Rekening, Seorang Ditembak mati

Dua warga negara (WN) Rumania diduga melakukan kejahatan perbankan dengan membobol 17 rekening. Salah satu pelaku ditembak mati polisi.


Waspadai Buku KIR Palsu

Waspadai Buku KIR Palsu

Dua pelaku pemalsuan buku Kir kendaraan ditangkap polisi. Keduanya merupakan bapak dan anak yang telah beraksi selama 12 tahun.


Dewi Tanjung Coba Ngerjain Polisi

Dewi Tanjung Coba Ngerjain Polisi

Novel Baswedan menyebut laporan yang dilayangkan adalah tindakan yang berlebihan.politikus PDIP Dewi Ambarwati alias Dewi Tanjung


Ini Empat Jendral Polisi yang Pantas Jadi Kabareskrim

Ini Empat Jendral Polisi yang Pantas Jadi Kabareskrim

Indonesia Police Watch (IPW) menyebut ada empat nama jenderal bintang dua (inspektur jenderal atau irjen) yang sangat berpotensi mengisi jabatan Kabareskrim.


KPK Bantu Polisi Usut Desa Misterius

KPK Bantu Polisi Usut Desa Misterius

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan koordinasi dan supervisi dengan Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara.


Kapolri Komitmen Tuntaskan Kasus Novel Baswedan

Kapolri Komitmen Tuntaskan Kasus Novel Baswedan

Jenderal Polisi Idham Azis kembali menyatakan komitmennya untuk mengungkap kasus teror yang menimpa penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Bas


Culik Bule, Empat Oknum Polisi Minta Tebusan Rp14 Miliar

Culik Bule, Empat Oknum Polisi Minta Tebusan Rp14 Miliar

Seorang warga negara Inggris diculik oleh enam orang yang diduga sindikat penculikan dengan meminta tebusan USD 1 juta atau sekira Rp14 miliar.


KPK Perpanjang Penahanan Bupati Indramayu

KPK Perpanjang Penahanan Bupati Indramayu

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan Bupati Indramayu nonaktif Supendi (SP), Jumat (1/11) kemarin.


Penahanan Direktur Keuangan AP II Diperpanjang

Penahanan Direktur Keuangan AP II Diperpanjang

Masa penahanan Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II (AP II) Andra Y Agussalam diperpanjang oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


Enam Polisi Pembawa Senjata Diputus Bersalah

Enam Polisi Pembawa Senjata Diputus Bersalah

Polri memberi sanksi enam polisi anggota Polres Kendari, Sulawesi Tenggara yang membawa senjata api saat mengawal demo mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) di



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!