Kriminal
Share this on:

Polisi Tak Akan Toleransi Konten Provokasi di Medsos

  • Polisi Tak Akan Toleransi Konten Provokasi di Medsos
  • Polisi Tak Akan Toleransi Konten Provokasi di Medsos

Foto:piah.com

**JAKARTA ** - Pasca pemungutan suara pada 17 April 2019 lalu, bermunculan akun-akun media sosial (medsos) berisi konten provokasi. Dalam hal ini, aparat kepolisian akan menindak tegas akun provokasi.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Muhammad Iqbal menegaskan, tidak akan mentolerir penyebaran berita bohong atau hoakas, dan narasi-narasi berkonten provokasi di medsos yang membuat keresahan di masyarakat. "Pada prinsipnya, hoaks maupun informasi yang bersifat provokasi tidak boleh di toleransi. Kita akan melakukan proses hukum terhadap pelakunya, apalagi saat ini pasca pemungutan suara, jangan meresahkan masyarakat," kata Iqbal melalui pesan tertulis, Jumat (19/4).

Adapun saat ini, kata Iqbal, Direktorat Siber Bareskrim terus berpatroli di semua medsos guna melakukan penyelidikan terhadap pelaku penyebaran hoaks, dan konten yang bersifat provokasi. "Siapapun pelakunya akan kami tindak. Untuk itu kami berharap, agar tidak ada kegaduhan di dunia maya (medsos), sebab kalau ada kegaduhan tentunya dapat berimplikasi di dunia nyata. Sekali lagi, pada prinsipnya polri akan menindak tegas pelakunya," jelas Iqbal.

Sebelumnya, Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo meminta, tokoh bangsa di republik ini tidak melakukan provokasi di tengah proses penghitungan suara Pemilu 2019 yang dilakuka KPU. Khususnya, untuk tidak menyebarkan narasi-narasi provokasi di media sosial.

Menurut Dedi, pihaknya mengidentifikasi pasca hitung cepat atau quick count, media sosial ramai diisi oleh konten dan narasi yang bersifat provokasi khususnya, dari para tokoh bangsa.

"Dari hasil patroli tim Direktorat Bareskrim Polri, tercatat ada peningkatan konten berisi narasi yang provokatif di media sosial sebanyak 40 persen, pasca hitung cepat atau usai proses pencoblosan selesai kemarin. Dan beberapa dari para tokoh bangsa," kata Dedi.

Dedi pun berharap, para tokoh bangsa tidak menyampaikan konten atau narasi yang provokatif agar tidak menimbulkan keresahan dan kegaduhan di masyarakat. Selain itu, kepada masyarakat, khususnya para pendukung setiap paslon untuk tetap tenang dan sabar, tunggu hasil resmi KPU.

"Harapan kami, tokoh-tokoh tidak provokatif dan massanya pun harus sabar, tenang, tunggu hasil pengumuman resmi dari KPU," tambah Dedi.

Dedi menegaskan, Polri tidak akan mentolerir bagi para pelaku yang menyebarkan narasi bersifat provokatif di medsos. Adapun sampai saat ini, pihaknya terus memantau setiap narasi yang muncul di medsos untuk memastikan delik pelanggaran pidana atau tidak.

"Semua narasi-narasi yang ada di medsos terus dipelajari. Dan kami sudah mengidentifikasi akun tersebut, kalau pun dinilai memprovokasi massa, hingga ada aksi akan kita tindak," tegasnya.

Kepada para tokoh-tokoh bangsa, Dedi meminta untuk memberikan kesejukan pada masyarakat, bukan sebaliknya menyulut kekisruhan.

"Mohon seluruh tokoh dapat mengendalikan masyarakat, bisa menyampaikan atau memilih diksi dalam narasinya yang sejuk, yang menjaga persatuan kesatuan, tidak provokatif, menjaga toleransi. Jangan sampai diksinya dalam narasi sifatnya memprovokasi karena itu berbahaya," pungkasnya. (Mhf/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Mantan Danjen Kopassus Diduga Selundupkan Senjata

Mantan Danjen Kopassus Diduga Selundupkan Senjata

Mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) Mayjen TNI (Purn) Soenarko ditangkap polisi.


Prabowo Tak Bisa Dipidana

Prabowo Tak Bisa Dipidana

Polda Metro Jaya menerbitkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) terhadap Prabowo Subianto yang kemudian ditarik kembali.


Polisi Tunggu Amien Rais, Ani Hasibuan Mangkir Lagi

Polisi Tunggu Amien Rais, Ani Hasibuan Mangkir Lagi

Ketua Dewan Pembina PAN Amien Rais rencananya akan diperiksa Polda Metro Jaya Senin (20/5). Namun, hingga pukul 22.00 WIB Amien belum terlihat datang.


Polisi Tampik Dokter Ani Hasibuan Jadi Target

Polisi Tampik Dokter Ani Hasibuan Jadi Target

Pemeriksaan dokter spesialis syaraf Robiah Khairani Hasibuan atau Ani Hasibuan dinilai dipaksakan dan terlalu tergesa-gesa.


Puasa-puasa Masih Jual Togel, Lima Pelaku di Pemalang Diringkus Polisi

Puasa-puasa Masih Jual Togel, Lima Pelaku di Pemalang Diringkus Polisi

Hanya dua hari, Polres Pemalang berhasil meringkus lima pelaku perjudian togel yang meresahkan masyarakat.


Penuntasan Kasus BLBI Tak Tentu Arahnya

Penuntasan Kasus BLBI Tak Tentu Arahnya

Indonesia Corruption Watch (ICW) menyoroti kasus dugaan korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (SKL BLBI).


Rabu Lusa, KPK Akan Periksa Ignasius Jonan

Rabu Lusa, KPK Akan Periksa Ignasius Jonan

Lantaran Dirut PLN (nonaktif) Sofyan Basir, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan harus berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KP


Dianggap Politis, Polisi Garap Bachtiar Nasir lewat Dua Alat Bukti

Dianggap Politis, Polisi Garap Bachtiar Nasir lewat Dua Alat Bukti

Penyidik Badan Reserse Kriminal Polri menetapkan mantan Ketua GNPF MUI Bachtiar Nasir sebagai tersangka.


April Lalu, Ditemukan 486 Konten Berita Hoax

April Lalu, Ditemukan 486 Konten Berita Hoax

Kominfo mengidentifikas 486 berita bohong pada April lalu, dan hampir separuh di antaranya adalah hoaks politik.


144 Pinjaman Online Ternyata Tak Kantongi Izin

144 Pinjaman Online Ternyata Tak Kantongi Izin

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menepati janjinya untuk menertibkan lembaga pembiayaan berbasis teknologi.



Berita Hari Ini

Video

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!