Kriminal
Share this on:

Polisi Tunggu Amien Rais, Ani Hasibuan Mangkir Lagi

  • Polisi Tunggu Amien Rais, Ani Hasibuan Mangkir Lagi
  • Polisi Tunggu Amien Rais, Ani Hasibuan Mangkir Lagi

JAKARTA - Ketua Dewan Pembina PAN Amien Rais rencananya akan diperiksa Polda Metro Jaya Senin (20/5). Dia akan diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan makar yang menjerat Eggi Sudjana. Namun, hingga pukul 22.00 WIB Amien belum terlihat datang.

Kabid Humas Polda Mero Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan seharusnya Amien Rais dijadwalkan menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik, pada pukul 10.00 WIB. Namun, hingga malam yang bersangkutan pun tak juga datang penuhi panggilan tersebut. Hingga pukul 22.00 WIB penyidik masih menanti kehadirannya.

"Iya jadwalnya memang sudah lewat, tapi sampai saat ini kami masih menunggu kedatangannya. Kami berkeyakinan beliau akan datang. Beliau seorang negarawan, pemimpin bangsa ini saya yakin akan taat hukum," kata Argo kepada wartawan, Senin (20/5) kemarin.

Menurut Argo, pihaknya bakal tetap menunggu kehadirannya hingga malam ini, untuk dapat melakukan proses pemeriksaan.

"Kita tunggu saja kapan yang bersangkutan hadir sebagai saksi kasus pak Eggi Sudjana," kata Argo.

Kalaupun nantinya memang yang bersangkutan tidak hadir hari ini, maka Polda Metro akan kembali menyiapkan surat panggilan kedua. Itu pun jika hingga malam ini Amien Rais tidak memenuhi panggilan polisi.

"Ya tentu, jika tak hadir penyidik akan melayangkan pemanggilan kedua," ucapnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN Dradjad Wibowo mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan apakah Amien Rais akan memenuhi panggilan polisi. Sebab yang bersangkutan telah memiliki agenda lain. "Untuk besok (Senin), setahu saya Pak Amien sudah terlanjur ada acara lain. Jadi, saya belum bisa memastikannya," ujarnya saat dihubungi wartawan, Minggu (19/5) lalu.

Sementara itu, Dokter spesialis syaraf Robiah Khairani Hasibuan atau Ani Hasibuan juga mangkir dari panggilan pemeriksaan Polda Metro Jaya. Dia sudah dua kali mangkir. Pertama Ani beralasan sakit, kini Ani mangkir karena diperiksa Ikatan Dokter Indonesia.

Kuasa Hukum Ani Hasibuan, Slamet Hasan menyebut kliennya memang tak memenuhi panggilan pemeriksaan Polda Metro Jaya, Senin (20/5). Dia seharusnya diperiksa sebagai saksi dalam perkara dugaan penyebaran informasi yang menimbulkan rasa kebencian.

Ketidakhadiran Ani untuk memenuhi panggilan pemeriksaan, karena yang bersangkutan dipanggil Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) IDI.

"Jadi hari ini memang sesuai dengan rencana dari hari Jumat yang lalu batal karena yang bersangkutan sakit. Hari ini rencannya bu Ani dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi. Tapi, hari ini bu Ani gak bisa hadir karena dipanggil Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) IDI," kata Slamet di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (20/5).

Dijelaskan Slamet, Ani dipanggil dan diperiksa MKEK IDI untuk dimintai klarifikasi soal pernyataan tentang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang sedang viral di media. "MKEK IDI sebagai organisasi profesi, juga memiliki kepentingan untuk memeriksa dan klarifikasi pernyataan Ani Hasibuan," katanya.

Slamet berharap, polisi memproses kasus Ani usai MKEK IDI memberi keputusan ada atau tidaknya unsur pidana dalam kasus tersebut. "Kami mendorong perkara ini disidang dulu di MKEK IDI. Nanti keputusan MKEK IDI itu seperti apa, apakah ada unsur pidana atau tidak, lalu dilanjutkan ke penyidik kepolisian," katanya. (mhf/gw/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Bandar Narkotika Dimiskinkan
Bandar Narkotika Dimiskinkan

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Tiga Tersangka Kebakaran Pabrik Korek Api Langsung Ditahan

Tiga Tersangka Kebakaran Pabrik Korek Api Langsung Ditahan

Polisi menetapkan tiga tersangka dalam kebakaran yang merenggut 30 korban jiwa di pabrik korek api di Binjai, Jumat (21/6) lalu.


KPK Buka Lagi Dugaan Korupsi FPJP Bank Century

KPK Buka Lagi Dugaan Korupsi FPJP Bank Century

KPK akan mengundang para penyidik lamanya untuk menuntaskan dugaan korupsi pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) Bank Century.


Firli ke Mabes Polri Lagi, Deputi Penindakan KPK Kosong

Firli ke Mabes Polri Lagi, Deputi Penindakan KPK Kosong

Deputi Penindakan Irjen (Pol) Firli pulang ke institusi asalnya di Mabes Polri, kemarin (20/6).


Jangan Ada Prasangka Polisi Terlibat di Kasus Novel

Jangan Ada Prasangka Polisi Terlibat di Kasus Novel

Masyarakat diminta untuk tidak berasumsi polisi terlibat dalam kasus penyiraman air keras yang menimpa Novel Baswedan.


Status Kasus Dinaikan, Ustadz Lancip Mangkir Lagi

Status Kasus Dinaikan, Ustadz Lancip Mangkir Lagi

Ahmad Rifky Umar atau yang akrab dipanggil Ustadz Lancip kembali mangkir dari panggilan tim penyidik Polda Metro Jaya, Senin (16/6).


Pidato Sofyan Jacob Belum Penuhi Kualifikasi Tersangka Makar

Pidato Sofyan Jacob Belum Penuhi Kualifikasi Tersangka Makar

Setelah mangkir, Senin (10/6) lalu, Komjen Pol (Purn) Sofyan Jacob akhirnya hadir di Polda Metro Jaya, Senin (17/6) kemarin.


Polisi Tunggu Kajian Dewan Pers

Polisi Tunggu Kajian Dewan Pers

Bareskrim memastikan laporan soal tim mawar harus menunggu kajian dan rekomendasi dari Dewan Pers.


Polisi Kembali Gagalkan Penyelundupan 37 Kg Sabu dari Malaysia

Polisi Kembali Gagalkan Penyelundupan 37 Kg Sabu dari Malaysia

Tim Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menggagalkan penyelundupan 37 kilogram narkotika jenis sabu asal Malaysia.


Ustadz Lancip Diperiksa Pekan Depan, Pria Bersorban Hijau Ditahan

Ustadz Lancip Diperiksa Pekan Depan, Pria Bersorban Hijau Ditahan

KH Ahmad Rifky Umar Said Barayos atau kerap disapa Ustadz Lancip harus berurusan dengan polisi.


Vonis Karen Dianggap Ringan

Vonis Karen Dianggap Ringan

Tindak pidana korupsi bukan lagi sebagai kejahatan luar biasa. Setidaknya hal itu bisa terlihat dari vonis 8 tahun penjara Karen Agustiawan.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!