Kriminal
Share this on:

Polri Harus Intropeksi dan Evaluasi Diri

  • Polri Harus Intropeksi dan Evaluasi Diri
  • Polri Harus Intropeksi dan Evaluasi Diri

**JAKARTA ** - Kasus tragis yang menimpa anggota Polri di sejumlah peristiwa menunjukan kinerja korps berbaju cokelat tersebut harus dievaluasi. Sangat penting bagi institusi Polri untuk mengintropeksi diri dan juga mengevaluasi strategi kerja dan kinerja untuk anggotanya di lapangan.

Sehingga apa pun yang dilakukan tak memancing atau menimbulkan perlawanan dari masyarakat, baik saat mengamankan aksi, menyelidiki kasus maupun penangkapan tersangka. "Ya, tentu dari seluruh kasus ini sangat memprihatinkan. Aksi-aksi masyarakat seperti ini tak boleh dibiarkan dan harus ditindak tegas, sebab kalau dibiarkan bisa menjadi preseden untuk diikuti oleh pihak lainnya," ujar Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta Pane, Minggu (18/8).

Hal tersebut dikatakan Neta terkait beberapa peristiwa yang menimpa anggota Polri pada tahun 2019. Seperti kasus terbakarnya empat polisi saat mengawal aksi demo mahasiswa di depan Kantor Pemerintahan daerah Cianjur, Jawa Barat, Kamis (15/8) lalu.

Sebelum kasus itu, kata Neta, ada empat peristiwa serupa yang terjadi, dan mengakibatkan polisi harus terluka karena aksi nekat warga masyarakat. Pertama, pengeroyokan Kasat Reskrim Polres Wonogiri AKP Aditia Mulya ketika berusaha melerai keributan dua kelompok perguruan silat di wilayahnya, 8 Mei lalu, hingga membuatnya harus terbaring di RS Singapura guna menjalani perawatan intensif sampai dengan saat ini.

Kedua, aksi penyerangan terhadap 4 anggota Polsek Ulu Musi, Sumatera Selatan saat menangkap pelaku pengancaman anggota LSM. Pengeroyok adalah pelaku pengancaman dan rekan-rekannya. Akibatnya dua anggota mengalami luka tusuk, sedangkan dari kelompok pelaku ada tiga terluka tembak.

Bahkan akibat peristiwa itu, dua anggota polisi juga harus menjadi korban penembakan kelompok dari pelaku saat hendak kembali melakukan penyerangan susulan pun ke rumah sakit tempat tiga rekannya dan dua anggota polisi yang terluka di rawat.

Ketiga, pengeroyokan terhadap Kapolsek Patumbak, Sumatera Utara AKP Ginanjar saat ingin menangkap bandar narkoba yang mengakibatkan dirinya alami luka. Dan terakhir kasus penyanderaan dan penembakan terhadap Brigadir Anumerta Hedar di Puncak Jaya, Papua.

Selain itu, Neta menegaskan, setiap pelaku yang terlibat dalam aksi atau kasus tersebut juga tak boleh diberi toleransi. Penerapan hukum yang tegas, hingga seluruh yang terlibat ditangkap termasuk juga otak dibalik kasus tersebut.

"Saya kira, tak ada toleransi bagi pelakunya. Dan kasus ini harus benar-benar diusut tuntas hingga siapapun yang terlibat ditangkap. Dan dari segi internal Polri, saya kira perlu ada intropeksi dan juga evaluasi secara menyeluruh terkait penegakan hukumnya," ucap Neta.

Lebih jauh, Neta mengatakan, dari sekian kasus tersebut menunjukkan dua hal. Pertama, masih banyak masyarakat yang mudah diprovokasi. Kedua, hubungan polri dan masyarakat masih sangat buruk.

"Saya berharap, Polri lebih bisa menjalin hubungan yang lebih baik kepada masyarakat, karena aksi-aksi anarkis warga masyarakat, tak lepas dari sangat buruknya keharmonisan Polri dan masyarakat ditengah kehidupan sehari-hari, yang mungkin terkait penegakan hukum di negeri ini," tuturnya.

Terakhir, Neta juga berharap kepada Korps Bhayangkara untuk memperhatikan anggotanya dalam bertugas. Khususnya mereka yang ada di wilayah berbahaya dengan cara memberi bekal yang cukup untuk meningkatkan kemampuan maksimal dan dilengkapi persenjataan memadai.

"Mereka juga butuh diberi pelatihan khusus untuk selalu waspada dan berhati-hati, serta dapat meningkatkan kepekaan dalam tugas. Dan tak hanya untuk mereka saja, Polri juga harus perhatian kepada keluarganya. Apalagi, jika ada anggota gugur. Pastikan untuk peduli bagi keluarga korban, jikq perlu guna menghargai jasanya kepolisian perlu memberi beasiswa buat anaknya," tandasnya.

Terpisah, Kadiv Humas Polri Irjen Pol M Iqbal menyebut, kasus-kasus yang dialami jajarannya ini merupakan bagian dari risiko tugas berat seorang anggota Polri. Tugas utama Polri menjaga keamanan dan ketertiban (Kamtibmas) di masyarakat.

"Polri menyesalkan setiap kasus yang terjadi, terutama peristiwa yang terjadi terakhir demonstrasi yang berujung terbakarnya anggota kami di Cianjur. Namun, kami menyadari tugas utama kami itu adalah memelihara Kamtibmas dan itu memang tak mudah dan seringkali nyawa taruhannya," kata Iqbal terpisah.

Iqbal mengakui, semua kasus yang terjadi tentunya akan menjadi sebuah evaluasi bagi Polri. Sehingga ke depan bisa menjalankan tugas lebih baik lagi, khususnya dalam memperbaiki hubungan dengan masyarakat yang lebih harmonis.

"Tentu ini menjadi evaluasi bagi kami, kami tetap mengedepankan sisi humanis. Namun terhadap setiap orang yang melakukan tindak pidana yang merugikan masyarakat, melawan hukum, kami tindak apapun risikonya," ungkap Iqbal.

Sementara itu berkaitan dengan pengembangan kasus terbakarnya empat anggota polisi saat pengamanan aksi massa di depan kantor Pemerintah Daerah Cianjur, Jawa Barat, Kamis (15/8) lalu, hingga kini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut guna pendalaman kasusnya.

Adapun sampai dengan saat ini, diketahui Jajaran kepolisian Polres Cianjur tengah menetapkan tiga tersangka yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.Iya, kami telah menetapkan tiga orang tersangka, kata Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko.

Menurutnya, petugas yang sebelumnya telah mengamankan 32 mahasiswa dan pemuda, hingga kini 24 orang diantaranya sudah dipulangkan, sementara sisanya 8 orang masih diperiksa intensif oleh penyidik terkait kasus tersebut.

"Kita masih terus dalami keterangan mereka, dan sampai kini belum dapat disampaikan hasilnya," singkat Trunoyudo. (mhf/zul/gw/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Warga Hongkong Rame-rame Pindah Kewarganegaraan

Warga Hongkong Rame-rame Pindah Kewarganegaraan

Warga Hongkon meminta negara persemakmuran untuk membuka diri baginya untuk mendapatkan status kewarganegaraan.


Penguatan Peran Negara Bisa Tangkal Radikalisme di Sekolah

Penguatan Peran Negara Bisa Tangkal Radikalisme di Sekolah

Radikalisme telah masuk ke Institusi pendidikan. Dalam hal ini negara harus segera bertindak untuk menetralisir generasi penerus bangsa terpapar dari doktrin ra


Intelijen Sisir Austalia, Veronika Koman Di-DPO

Intelijen Sisir Austalia, Veronika Koman Di-DPO

Mabes Polri tak mau melunak dan terus memburu Veronika Koman. Sejumlah telik sandi pun merapat keAustralia.


Kapolri Rotasi Lima Jenderal

Kapolri Rotasi Lima Jenderal

Lima perwira tinggi (Pati) Polri mendapat tugas dan jabatan baru dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian.


Sinergi Polri-KPK Akan Makin Solid

Sinergi Polri-KPK Akan Makin Solid

Penunjukan Irjen Pol Firli Bahuri menjadi Ketua KPK periode 2019-2023, mendapat apresiasi dari Polri.


Transaksi Mencurigakan di 6 Rekening Veronica Koman Ditelusuri Polisi

Transaksi Mencurigakan di 6 Rekening Veronica Koman Ditelusuri Polisi

Polisi menemukan transaksi mencurigakan di enam rekening tambahan milik tersangka ujaran kebencian dan hoaks Asrama Mahasiswa Papua Surabaya, Veronica Koman.


Menunggu Penyelesaian Berkas Tersangka Karhutla

Menunggu Penyelesaian Berkas Tersangka Karhutla

Polisi terus berupaya menyelesaikan proses pemberkasan perkara, kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia.


Kejaksaan Tunggu Pelimpahan Berkas Veronika Koman Cs

Kejaksaan Tunggu Pelimpahan Berkas Veronika Koman Cs

Penanganan kasus dugaan tindak pidana umum, provokasi publik yang mengakibatkan kericuhan di Papua dan Papua Barat memasuki babak baru.


Bawaslu dan BPK Siap Audit Keuangan KPU

Bawaslu dan BPK Siap Audit Keuangan KPU

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) siap menjalin kerja sama dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam melakukan pemeriksaan anggaran penyelenggaraan Pemi


RUU Siber Diserahkan ke DPR

RUU Siber Diserahkan ke DPR

Draf Rancangan Undang-Undang Keamanan dan Ketahanan Siber (RUU KKS) sudah diserahkan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) kepada DPR RI.



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!