Kriminal
Share this on:

Polri Pastikan 9 Pati-nya Berpengalaman di Penyidikan

  • Polri Pastikan 9 Pati-nya Berpengalaman di Penyidikan
  • Polri Pastikan 9 Pati-nya Berpengalaman di Penyidikan

JAKARTA - Sembilan perwira tinggi (Pati) Polri yang mengajukan ikut seleksi calon pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menunggu hasil asesmen. Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menyebut, sembilan Pati yang mengajukan diri ikut seleksi Capim KPK masih menjalani proses seleksi di internal Polri.

Proses seleksi sedang fokus meneliti kompetensi dan latar belakang para perwira tinggi tersebut. Namun, ia memastikan para Pati ini berpengalaman di dunia penyidikan, baik sebagai penyidik maupun berkecimpung di penegakan hukum Polri.

"Tim fokus menelusuri rekam jejak dari sembilan Pati itu, terutama terkait kompetensi dan latar belakang yang bersangkutan, karena diutamakan punya pengalaman di dunia penyidikan. Dan sembilan Pati itu, semua memiliki rekam jejak sebagai penyidik dan pernah berkecimpung pada penegakan hukum di kepolisian," kata Dedi di Mabes Polri, Rabu (19/6).

Menurut Dedi, para Pati yang mengajukan diri mengikuti seleksi Capim KPK itu merupakan Pati-Pati dengan pangkat bintang satu dan dua, serta sebagian besar masih aktif di kepolisian. Meski demikian, Dedi mengakui, dirinya masih menunggu perkembangan untuk data Pati yang mengajukan diri.

"Kalau sampai saat ini, jumlahnya masih sembilan seperti yang kemarin disampaikan. Hanya saja, kita masih menunggu terus perkembangannya, apakah akan bertambah atau tidak," ujar Perwira Polri berpangkat bintang satu tersebut.

Menurut Dedi, upaya sembilan Pati mengajukan diri menjadi capim KPK sudah memalui mekanisme di tubuh Polri sebagaimana diatur dalam Peraturan Kapolri Nomor 1 Tahun 2015, tentang Penugasan Khusus Anggota Polri.

"Ya, jadi untuk penugasan khusus tersebut sudah ada mekanismenya, seperti seleksi di internal dan juga seleksi administrasi. Dengan demikian, dari sembilan Pati itu tentunya akan diseleksi, siapa saja yang memiliki kompetensi, kemudian siapa yang memiliki rekam jejak, dan pengalaman tugas yang lebih khusus lagi di bidang penegakan hukum," urai Dedi.

Dedi mengatakan dirinya tak mengetahui apakah sembilan Pati tersebut memenuhi syarat? Sebab proses seleksi masih berjalan dan tidak menutup kemungkinan, semuanya dianggap memenuhi syarat.

"Tentunya, jika semuanya nanti dianggap memenuhi persyaratan, maka nanti akan dibuat surat dari institusi kepolisian kepada Pansel. Tapi kalaupun nanti dari sisi administrasi atau sisi mekanisme internal misalnya cuma ada lima atau bahkan cuma empat, ya empat itu yang nanti akan dikirim ke Pansel untuk ikuti tahapan-tahapan seleksi komisioner KPK," ungkap Dedi.

Dedi menyebut, dirinya belum mengetahui kapan proses seleksi akan berakhir. "Belum tahu, yang jelas kita juga harus lihat dulu tahapan pansel menutup penerimaan kapan, kalau memang sudah mendekati penutupan penerimaan di Pansel itu tentunya, kita akan segera mungkin memutuskan. Tapi Sekarang ini masih penelitian, baik administrasi, rekam jejak, dan kompetensi," tandasnya. (mhf/zul/gw/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Proses Hukum Kasus Makar dan UBN Jalan Terus

Proses Hukum Kasus Makar dan UBN Jalan Terus

Mabes Polri memastikan kasus-kasus dugaan makar yang melibatkan beberapa tokoh pendukung salah satu pasangan capres-cawapres masih tetap berjalan.


Tawarkan Gaji Besar, 7 Pelaku Human Trafficking Ditangkap

Tawarkan Gaji Besar, 7 Pelaku Human Trafficking Ditangkap

Tujuh pelaku tindak pidana perdagangan orang (TPPO) atau human trafficking ditangkap aparat Bareskrim Polri.


Diumumkan Hari Ini, Temuan TGPF Hanya Dijadikan Rekomendasi Polri

Diumumkan Hari Ini, Temuan TGPF Hanya Dijadikan Rekomendasi Polri

Hasil temuan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan akan diumumkan hari ini, Rabu (17/7).


Menanti Hasil Kerja TGPF Kasus Novel

Menanti Hasil Kerja TGPF Kasus Novel

Mabes Polri segera menyampaikan hasil investigasi dari Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) bentukan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.


Jaringan Kelompok Teroris JI Makin Kuat

Jaringan Kelompok Teroris JI Makin Kuat

Polri terus mendalami kekuatan ekonomi kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI) pimpinan Para Wijayanto.


Polisi Endus Keberadaan Pelaku Penembakan saat Rusuh

Polisi Endus Keberadaan Pelaku Penembakan saat Rusuh

Polri mengklaim telah mengantongi indentitas pelaku penembakan yang menyebabkan beberapa anggota masyarakat tewas saat kerusuhan 21-22 Mei lalu.


Jaksa Agung Tak Mau Ambil Pusing soal Unsur Jaksa di Capim KPK

Jaksa Agung Tak Mau Ambil Pusing soal Unsur Jaksa di Capim KPK

Polemik unsur Kejaksaan dan Polri dalam mengikuti seleksi calon pimpinan KPK masih terus memanas.


Polisi Pertimbangkan Penangguhan Penahanan Habil Marati

Polisi Pertimbangkan Penangguhan Penahanan Habil Marati

Polri tengah mempertimbangkan penangguhan penahanan Habil Marati, tersangka kasus makar yang dituding berperan sebagai penyandang dana.


Dugaan Suap APBD Tulungagung, KPK Geledah Lima Lokasi

Dugaan Suap APBD Tulungagung, KPK Geledah Lima Lokasi

(KPK menggelar rangkaian penyidikan terkait kasus dugaan suap pembahasan, pengesahan, dan pelaksanaan APBD dan atau APBD Perubahan Kabupaten Tulungagung.


Kasus Hukum Rizieq Jangan Diartikan Sebagai Penghalang

Kasus Hukum Rizieq Jangan Diartikan Sebagai Penghalang

Polri dituding sebagai salah satu 'portal' atau penghalang kepulangan Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab ke Indonesia.



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!