Kriminal
Share this on:

Polri Siapkan Red Notice, Pekan Depan Veronica Jadi DPO

  • Polri Siapkan Red Notice, Pekan Depan Veronica Jadi DPO
  • Polri Siapkan Red Notice, Pekan Depan Veronica Jadi DPO

JAKARTA - Polda Jawa Timur berencana akan memasukan Veronica Koman sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) pekan depan. Hal ini akan dilakukan jika tersangka kasus dugaan informasi provokasi dan hoaks rasisme di Asrama Mahasiswa Papua Surabaya tersbeut tak kembali ke tanah air untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Untuk status DPO akan kita tentukan pekan depan, jika memang tersangka tak mempertanggung- jawabkan perbuatannya, dan karena memang ada tahapan yang harus dilalui dulu saat ini," ujar Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan kepada wartawan, Minggu (8/9) kemarin.

Luki menjelaskan, tahapan yang kini dilakukan pihaknya sebelum menetapkan DPO, adalah berusaha melakukan pendekatan dengan keluarga besar Veronica. "Saya berharap yang bersangkutan (Veronica) akan datang ke Indonesia guna mempertanggung-jawabkan perbuatannya. Dan di sini, kami berharap melalui keluarga besarnya," ungkap Luki.

Luki sendiri menyebut, pihaknya masih memburu Veronica. Polisi pun telah berkoordinasi dengan BIN, Kemenlu, Imigrasi dan tim Interpol. Dan hasilnya, yang bersangkutan telah terdeteksi di negara mana.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, Luki mengakui, tersangka dugaan penyebaran provokasi dan hoaks terdeteksi berada di negara tetangga. Namun, dia enggan menjelaskan secara detail dimana negara tetangga tersebut.

"Dia berada di negara tetangga Indonesia, tapi kita tak bisa jelaskan detailnya. Jadi, nanti kita lihat kedepannya, karena proses penyidikan. Jangan sampai kita kesulitan, yang jelas berada di negara tetangga dekat dengan Indonesia," terangnya.

"Di sana tersangka tinggal bersama suaminya yang bukan warga negara Indonesia. Suaminya banyak melakukan kegiatan-kegiatan, terkait dengan LSM. Dan saya kira rekan media juga paham," sambungnya.

Terkait penetapan tersangka, Luki menegaskan, sudah sesuai dengan prosedur hukum yang ada. Di mana tersangka telah melakukan perbuatan yang melanggar hukum. Sehingga apapun yang diperbuat harus dipertanggungjawabkan.

"Jangan dikaitkan dengan apa yang selama ini posisi pekerjaan lain. Dia melakukan kegiatan semua orang yang buka akun bersangkutan tahu, bagaimana aktifnya memberitakan tidak sesuai dengan kenyataan. Rekan-rekan media tahu apa yang terjadi, tapi yang ditulis berbeda," tukas Luki.

Terpisah, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, dalam perburuan Veronica Koman pihaknya kini telah mengunakan jalur Interpol, di mana hal itu biasa diambil oleh penyidik ketika mendapati kasus yang tersangkanya berada di luar negeri.

Dedi menyebut, Polri dapat mengajukan red notice terkait status Veronica kepada Interpol, setelah yang bersangkutan itu berada di luar negeri. "Proses penindakan tersangka di luar negeri ya seperti yang sudah-sudah, yaitu dibuat red notice ke Interpol dan kepolisian di negara tempat tersangka berada, sehingga sudah pasti langsung mencari," terang Dedi. (mhf/zul/gw/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

MNLF Menyerah, ISIS Lancarkan Teror
MNLF Menyerah, ISIS Lancarkan Teror

Berita Sejenis

Show of Force TNI-Polri Dianggap Berlebihan

Show of Force TNI-Polri Dianggap Berlebihan

Pelantikan Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia periode 2019-2024 di Gedung DPR/DPD/MPR, Minggu (20/10) kemarin, berjalan lanca


Penegakkan Hukum Jadi PR Utama Jokowi-Ma'ruf

Penegakkan Hukum Jadi PR Utama Jokowi-Ma'ruf

Joko Widodo-Ma'ruf Amin resmi menjabat Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024. Berbagai pekerjaan rumah (PR) masa pemerintahan sebelumnya menjadi sudah m


Indonesia Terpilih Lagi Jadi Dewan HAM PBB

Indonesia Terpilih Lagi Jadi Dewan HAM PBB

Indonesia kembali berhasil menjadi salah satu Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Kamis (17/10) lalu.


30 Ribu Pasukan Disiagakan Amankan Ring 1 Hingga 3

30 Ribu Pasukan Disiagakan Amankan Ring 1 Hingga 3

TNI dan Polri memastikan siap mengawal pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih di Gedung DPR/DPD/MPR, Minggu (20/10) mendatang.


Wali Kotanya Ditahan di Guntur, Pemkot Medan Siapkan Pembelaan

Wali Kotanya Ditahan di Guntur, Pemkot Medan Siapkan Pembelaan

Wali Kota Medan Tengku Dzulmi Eldin (TDE), tersangka kasus suap proyek dan jual beli jabatan ditahan di Pomdam Jaya Guntur Jakarta.


Dua Tahun Buron, Pengusaha Asal Makassar Ditangkap

Dua Tahun Buron, Pengusaha Asal Makassar Ditangkap

Seseorang pengusaha asal Makassar yang masuk daftar pencarian orang (DPO) dibekuk tim intelijen Kejaksaan Agung.


Simpan Kapsul Sabu di Kemaluannya, Dua Wanita Thailand Ditangkap

Simpan Kapsul Sabu di Kemaluannya, Dua Wanita Thailand Ditangkap

Tujuh pelaku dari tiga sindikat peredaran sabu berhasil ditangkap Direktorat tindak pidana narkoba (Dittidnarkoba) Polri.


Abu Rara dan Istri Sudah Siapkan Anak Jadi Eksekutor

Abu Rara dan Istri Sudah Siapkan Anak Jadi Eksekutor

Fakta baru ditemukan dalam kasus penikaman Menko Polhukam Wiranto di Pandeglang, Banten. Rupanya, Abu Rara dan Fitriana Diana meminta sang anak untuk melakukan


Polisi Sudah Tetapkan 385 Tersangka Karhutla

Polisi Sudah Tetapkan 385 Tersangka Karhutla

Tindakan tegas dilakukan Polri dalam mengatasi masalah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah di Indonesia.


36 Terduga Teroris Ditangkap, Dua Anggota Polwan

36 Terduga Teroris Ditangkap, Dua Anggota Polwan

Dua anggota polisi wanita (Polwan) diamankan Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri. Keduanya ditangkap di Yogyakarta.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!