Kriminal
Share this on:

Positif Zat Narkoba Saat Dites Urine

  • Positif Zat Narkoba Saat Dites Urine
  • Positif Zat Narkoba Saat Dites Urine

MATARAM - Tim gabungan dari TNI, Polri, dan BNNP merazia tiga kafe di kawasan Batulayar, Lombok Barat (Lobar), Sabtu malam (29/12). Tiga pengunjung kafe turut diamankan dalam razia yang bertujuan menciptakan kondusivitas keamanan jelang tahun baru.

Razia dilakukan serentak di seluruh Indonesia. Dari tingkat Polda hingga Polres jajaran. Selain terkait potensi kerawanan keamanan, razia kemarin untuk menekan peredaran narkoba di penghujung tahun ini.

Pelaksanaan razia dilakukan Sabtu malam hingga kemarin dini hari, tim gabungan bergerak menuju wilayah Batulayar, Lobar. Tiga tempat hiburan malam didatangi petugas, yakni ST, ME, dan NS.

Satu per satu pengunjung dan pendamping lagu dites urinenya. Di lokasi pertama, anggota BNNP mendapatkan satu orang pengunjung dengan inisial FA, perempuan berusia sekitar 27 tahun, yang urinenya positif narkoba.

Di kafe ME, yang didatangi tim gabungan sekitar pukul 23.30 Wita, hanya ditemui segelintir pengunjung. Di lokasi kedua ini, tidak didapati pengunjung maupun pendamping lagu yang positif narkoba.

Selanjutnya, anggota tim gabungan menyisir tempat hiburan malam NS. Di lokasi terakhir ini, petugas mendapati dua pengunjung yang urinenya positif mengandung zat narkoba, yakni MA alias RI dan perempuan dengan inisial ES.

MA diketahui merupakan pegawai di salah satu Kejaksaan Negeri di NTB. Sehari-hari bertugas sebagai pengawal tahanan. Adapun ES, ketika dites urine mengaku datang bersama suaminya ke kafe NS. Suami NS merupakan kepala desa Beleka, di Lombok Barat, berinisial JU.

Ketika didatangi petugas JU terlihat gugup. Dia berusaha menghindar sesaat sebelum dites urinenya. JU kemudian terlihat keluar menuju mobilnya di areal parkir kafe NS.

Curiga dengan gelagat JU, petugas memeriksa mobil NS mengunakan anjing pelacak dari satuan K9 Polda NTB. Sekitar 15 menit diendus, dua ekor anjing tak menemukan barang bukti yang terkait narkoba.

Sementara itu, MA yang digelandang menuju mobil BNNP berdalih tak memakai narkoba. Padahal, hasil tes urinenya menunjukkan hal sebaliknya. ”Kalau saya salah, baru saya takut. Saya gak ada pake (narkoba),” kata MA dengan wajah setengah mabuknya.

Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Yus Fadillah membenarkan adanya oknum pegawai kejaksaan yang terjaring razia. Tindak lanjut dari hasil tersebut telah diserahkan ke BNNP. ”Lanjut diserahkan ke BNNP untuk assessment,” kata Yus.

Yus mengatakan, kegiatan kemarin serentak dilaksanakan seluruh jajaran Polda sampai polres. Tujuannya menjaga kondusivitas keamanan dengan sasaran peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

”Kita cipta kondisi. Jadi semua yang ada di tempat hiburan itu kita tes urine,” ujar dia.

Lebih lanjut, Yus memastikan jajarannya tetap semangat memberikan yang terbaik untuk masyarakat NTB. Terus menekan dan mencegah peredaran narkoba di wilayah hukum Polda NTB.

Terpisah, Kajari Mataram Ketut Sumedana mengaku belum menerima info terkait oknum pegawainya yang terjaring razia dengan urine positif narkoba. ”Coba saya cek kebenaran informasinya. Kebetulan ini lagi di Bali,” kata Sumedana, kemarin.

Terlepas dari belum adanya laporan masuk, Sumedana menyebut bahwa dia sudah sering mengingatkan jajarannya untuk jangan main-main dengan narkoba. Sumedana bahkan mendukung langkah BNNP dan kepolisian untuk memproses apabila terbukti.

”Saya sudah sering wanti-wanti untuk jangan main-main dengan narkoba. Jika benar, siapapun yang melanggar, kita persilakan (aparat penegak hukum) untuk memproses tanpa pandang pekerjaannya, karena itu oknum!” tegas Kajari.(dit/r2/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Sofyan Jacob Tumbang, Penyidik Agendkan Pemeriksaan Lanjutan

Sofyan Jacob Tumbang, Penyidik Agendkan Pemeriksaan Lanjutan

Mantan Kapolda Metro Jaya Komjen (Purn) Pol Sofyan Jacob 'tumbang' saat menjalani pemeriksaan selama 14 jam di Polda Metro Jaya.


Delapan dari 9 Peserta Aksi 21-22 Mei Tewas Diduga Akibat Peluru Tajam

Delapan dari 9 Peserta Aksi 21-22 Mei Tewas Diduga Akibat Peluru Tajam

Empat dari sembilan korban tewas saat kerusuhan 21-22 Mei dipastikan karena peluru tajam.


Kinerja Polri Ungkap Kerusuhan Disorot Amnesty Internasional

Kinerja Polri Ungkap Kerusuhan Disorot Amnesty Internasional

Polri hingga kini belum menjelaskan kepada publik, terkait tewasnya sejumlah warga saat kericuhan Aksi 22 Mei.


Polisi Kembali Gagalkan Penyelundupan 37 Kg Sabu dari Malaysia

Polisi Kembali Gagalkan Penyelundupan 37 Kg Sabu dari Malaysia

Tim Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menggagalkan penyelundupan 37 kilogram narkotika jenis sabu asal Malaysia.


Situasi Keamanan Nasional Sudah Kondusif

Situasi Keamanan Nasional Sudah Kondusif

Pasca kerusuhan saat aksi unjuk rasa 21-22 Mei 2019 di sejumlah daerah, Polri menyatakan situasi keamanan secara nasional sudah sangat kondusif.


Napi Narkoba Berulah Lagi, Lapas Langkat yang Dibakar Kondusif

Napi Narkoba Berulah Lagi, Lapas Langkat yang Dibakar Kondusif

Lembaga Pemasyarakatan Narkoba Simpang Ladang Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara dibakar narapidana narkotika.


80 Persen Narkoba Dikontrol dari Dalam Lapas

80 Persen Narkoba Dikontrol dari Dalam Lapas

Bisnis narkoba menjadi skandal buruknya wajah lembaga pemasyarakatan kita.


Sabu 200 Kg Ternyata Diangkut Truk Muatan Kelapa

Sabu 200 Kg Ternyata Diangkut Truk Muatan Kelapa

Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek dua tempat berbeda di Bekasi dan berhasil mengamankan sekitar 200 Kg narkoba jenis sabu-sabu, Minggu (12/5) dinihari


Manfaatkan Jalur Laut,137 Kg Sabu Asal Malaysia Terendus

Manfaatkan Jalur Laut,137 Kg Sabu Asal Malaysia Terendus

Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipid Narkoba) Bareskrim mengungkapkan penangkapan 14 orang tersangka kasus narkotika yang memiliki 137 kg sabu.


Keputusan MA Bebaskan Dahlan Iskan Sudah Final

Keputusan MA Bebaskan Dahlan Iskan Sudah Final

Kejagung memilih diam saat disinggung penolakan permohonan kasasi Jaksa atas Dahlan Iskan dalam kasus korupsi aset PT Panca Wira Usaha (PWU).



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!