Kriminal
Share this on:

Preteli Motor Teman untuk Pulang Kampung

  • Preteli Motor Teman untuk Pulang Kampung
  • Preteli Motor Teman untuk Pulang Kampung

SAMARINDA - Rendi (34), berkemudi dengan pelan. Mengendarai motor Yamaha Jupiter MX KT 2300 WN merah, melintas di Jalan Gaya Baru, Kelurahan Rawa Makmur, Kecamatan Palaran, Selasa (16/10) sore.

Sebelumnya, pria bertubuh kecil dengan badan padat dibonceng Lukman (25). Keduanya baru saja menjenguk Arli (50), rekannya, yang sedang sakit.

Rupanya, motor yang digunakan Rendi, diambil tanpa sepengetahuan Arli. Setelah keluar dari pelataran rumah Arli. Rute Rendi dan Lukman berbeda arah.

“Nah, bertemu kembali di Jalan Ampera (Jembatan Kuning),” sebut Kapolsek Palaran Kompol Raden Sigit Satrio Hutomo.

Bermodalkan kuku dan alat seadanya, keduanya lantas mempreteli motor merah marun milik Arli. Hari itu, si empunya motor belum sadar, lantaran masih terbaring lemah. Sehari setelahnya, Arli sadar, motornya sudah tak lagi parkir di halaman rumah.

Arli panik, semua orang yang tinggal di kediamannya ditanya. “Kenapa, Pak?” tanya seorang tetangga korban. “Motor saya hilang,” ucap korban. Beruntung, tetangganya sempat melihat motor Yamaha Jupiter MX tersebut.

“Dipakai sama orang yang bertamu ke rumah bapak sebelum magrib,” balas tetangga tersebut. Arli lantas mengingat-ingat, dan tertuju ke Rendi.

Akurat, Rendi dan Lukman adalah orang terakhir yang bertandang ke rumahnya. Arli lantas melaporkan kehilangan tersebut ke Polsek Palaran.

“Motor itu juga dua hari sebelumnya dipinjam Rendi, dan enggak tahu dibawa ke mana,” sebut Arli saat memberikan keterangan ke petugas. Keberadaan Rendi diketahui. Polisi lantas meringkus pelaku di kawasan Samarinda Seberang kemarin (19/10).

“Dua jam setelahnya baru Lukman,” lanjut Sigit. Barang bukti motor akhirnya ditunjukkan ke petugas. Di halaman salah satu masjid di Jalan Komura.

Bersama barang bukti, polisi membawa keduanya ke Polsek Palaran. “Rupanya, saat dipinjam Rendi, kunci motor digandakan,” jelas perwira melati satu tersebut.

Hal itu diakui Rendi, untuk mempermudah aksi kejahatan tersebut. Kedatangan pelaku ke rumah korban, lanjut Sigit, hanya untuk mengetahui lokasi beraksi.

Kepada petugas, Rendi menjelaskan, motor yang dipreteli itu sudah sempat ditawari ke beberapa orang. “Kalau Lukman membantah ikut beraksi. Nyatanya dia ikut mempreteli,” terang Mantan Kapolsek Samarinda Ulu itu.

Sementara pemuda 25 tahun itu enggan memberikan keterangan kepada awak media. Sigit menegaskan, pelaku bakal kembali diperiksa. Terkait adanya indikasi lokasi beraksi yang lain. (dra/riz/k15/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

BPOM Sita Makanan Kedaluwarsa Rp3,4 Miliar

BPOM Sita Makanan Kedaluwarsa Rp3,4 Miliar

Bagi yang membeli produk pangan segar dan olahan untuk berbuka puasa agar lebih berhati-hati.


Hukum Lemah, Indonesia Target Peredaran Narkotika Dunia

Hukum Lemah, Indonesia Target Peredaran Narkotika Dunia

Untuk kesekian kalinya, Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali mengungkap penyelundupan narkotika dari Malaysia melalui jalur laut.


Pasal Makar Lebih Beruansa Politis

Pasal Makar Lebih Beruansa Politis

Pasal makar menjadi senjata ampuh untuk membungkam siapapun yang berseberangan dengan pemerintah yang sah.


KPK Kuatkan Alat Bukti Gelontoran Rp11,5 Miliar untuk Aspri Menpora

KPK Kuatkan Alat Bukti Gelontoran Rp11,5 Miliar untuk Aspri Menpora

Menjerat pelaku lain dalam perkara suap dana hibah pengawasan dan pendampingan (wasping) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) bukan hal gampang.


Dipanggil KPK, Mantan Menkeu Mangkir

Dipanggil KPK, Mantan Menkeu Mangkir

Mantan Menteri Keuangan 2010-2013 Agus DW Martowardojo tidak memenuhi panggilan KPK untuk diperiksa sebagai saksi, Selasa (7/5) kemarin.


Belasan Siswa di India Bunuh Diri Usai UN

Belasan Siswa di India Bunuh Diri Usai UN

Penyelenggaraan ujian nasional untuk siswa kelas 12 mendapat kritik tajam sejumlah kalangan di India.


KPK Harus Telusuri Biaya Umrah Menpora Imam Nahrawi

KPK Harus Telusuri Biaya Umrah Menpora Imam Nahrawi

KPK diminta menindaklanjuti pengakuan Menpora Imam Nahrawi yang menggunakan anggaran kemenpora untuk umrah secara rombongan.


144 Pinjaman Online Ternyata Tak Kantongi Izin

144 Pinjaman Online Ternyata Tak Kantongi Izin

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menepati janjinya untuk menertibkan lembaga pembiayaan berbasis teknologi.


KPK Akan Periksa Romy di RS Polri

KPK Akan Periksa Romy di RS Polri

KPK membuka peluang untuk memeriksa mantan Ketua Umum PPP, Romahurmuziy alias Romy di RS Polri Kramat Jati.


Berkas Hidayat Sudah di Meja Kejagung

Berkas Hidayat Sudah di Meja Kejagung

Kerja keras Satgas Antimafia Bola untuk melengkapi berkas kasus dugaan suap laga PSS Sleman melawan Madura FC membuahkan hasil positif.



Berita Hari Ini

Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!