Kriminal
Share this on:

Pukul Anak Gadisnya Pakai Paralon, Bapak di Madiun Terncam Dibui

  • Pukul Anak Gadisnya Pakai Paralon, Bapak di Madiun Terncam Dibui
  • Pukul Anak Gadisnya Pakai Paralon, Bapak di Madiun Terncam Dibui

MADIUN - Keinginan Pudjianto terdakwa kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) segera menghirup udara bebas kandas. Setelah jaksa penuntut umum (JPU) menuntutnya empat bulan penjara, lantaran kuat diduga menganiaya PA (16), anak gadisnya sendiri.

Itu pulalah ihwal bapak enam orang anak itu dimejahijaukan. ‘’ Menuntut terdakwa dengan hukuman empat bulan,’’ tegas Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rosleily, kemarin.

Rosleily menuturkan perbuatan terdakwa tidak dapat dimaafkan. Sebab pelajar salah satu SMK di Kota Madiun itu juga dijambak rambutnya serta dibenturkan kepalanya ke lantai sebanyak lima kali.

Tak cukup, pria 56 tahun itu juga menginjak lengan kanan putrinya saat tersungkur, sehingga membuat tubuh korban memar dan bengkak. Perbuatannya itu memenuhi unsur pasal 44 ayat 1 undang-undang 23/2014 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga.

‘’Korban juga dipukul dengan paralon di bagian kepala dan pelipis kirinya sampai bengkak,’’ tambahnya.

Kata dia, Pudjianto kalap setelah mendapati PA, putrinya berbohong. Pada 25 Agustus lalu, PA meminta izin kepada ayahnya menghadiri acara karang taruna. Rupanya hal itu hanya alibi.

PA memilih ke Alun-alun Kota Madiun melihat Expo. Hal itu diketahuinya, setelah rekan karang taruna putrinya datang ke rumah. ‘’Akhirnya kebohongan korban ketahuan,’’ katanya.

Terdakwa yang mengetahui putrinya bohong terlihat geram. Saat melihat PA pulang sekitar pukul 21.00 WIB, gadis itupun langsung menjadi sasaran luapan emosi ayahnya.

Pertanyaan dengan nada penuh selidik dilontarkan. Namun PA menjawab berbelit hingga membuat terdakwa muntap dan terjadi tindak penganiayaan. ‘’Setelahnya, korban dianiaya ayahnya lalu pergi ke kamar mandi, setelah keluar dipukul dengan sebatang pipa paralon sebanyak tiga kali,’’ tambahnya.

Mengetahui ayahnya kesetanan, membuat korban ketakutan dan lari meninggalkan rumah sambil menangis sesengkukan di depan rumah saudara sekaligus tetangganya. Setelah ditanya, korban menjawab jika menjadi korban kekerasan ayahnya.

Kerabat yang belakangan diketahui sebagai budenya itu memilih melaporkan ke pihak berwajib. ‘’Akhirnya dilaporkan ke polres,’’ katanya.

Dituntut empat bulan membuat Pudjianto tertunduk lesu, saat jaksa membacakan tuntutannya. Bapak 6 anak ini mengaku menyesal. “Saya berjanji tidak akan mengulangi lagi,” ujar Pudjianto kepada ketua majelis hakim Srutopo Mulyono. (mgc/pra/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Kapal Diterjang Ombas, Seorang Nelayan Hilang

Kapal Diterjang Ombas, Seorang Nelayan Hilang

Satu Anak Buah Kapal (ABK) Yati Putra bernama Sugiono (30), warga Kreweng Jeruklegi, hilang terhempas ombak saat akan pergi melaut.


Curi Burung Pakai Mobil Pinjaman, Malah Terekam CCTV

Curi Burung Pakai Mobil Pinjaman, Malah Terekam CCTV

Dua pelaku pencurian burung yang menggunakan mobil di tiga TKP Perumahan Taman Wiguna Selatan, Gununganyar Surabaya Selasa (26/6) lalu akhirnya diringkus.


Ayah Pencabul Anak Tiri Belum Tertangkap

Ayah Pencabul Anak Tiri Belum Tertangkap

Warga RT 13 Sepinggan Raya, Balikpapan Selatan meminta kepolisian bertindak.


Diduga Korban Jambret, Ibu Dua Anak Tewas

Diduga Korban Jambret, Ibu Dua Anak Tewas

Penyebab tewasnya, Maya Savitri (45) di Jalan Arjuno, Kamis dini hari (5/7) masih menyimpan teka-teki.


Sempat Minta Maaf, Ibu Dua Anak Diduga Bunuh Diri

Sempat Minta Maaf, Ibu Dua Anak Diduga Bunuh Diri

Warga Jalan Durian RT 096 RW 036, Kelurahan Tanjung Selor Hilir, Kecamatan Tanjung Selor, Bulungan, Kaltara, dihebohkan dengan meninggalnya seorang perempuan.


Korban Pemerkosaan Diancam Pakai Samurai

Korban Pemerkosaan Diancam Pakai Samurai

Polres Palu akhirnya menampilkan ke hadapan wartawan sejumlah pelaku pemerkosaan dan pencurian dengan kekerasan yang terjadi di Kelurahan Tondo.


Terganggu Tangisan, Anak Tiri Dihabisi

Terganggu Tangisan, Anak Tiri Dihabisi

Gara-gara jengkel dan terganggu anak tirinya menangis tak kunjung henti, Wahyu Cokro Buono, bertindak diluar kewajaran.


Pembunuh Anak Kandung Dituntut 15 Tahun

Pembunuh Anak Kandung Dituntut 15 Tahun

Sidang kasus pembunuhan Hasanuddin (10) oleh ibu kandung dan ayah tirinya, memasuki babak baru.


Bunuh Ibu Kandungnya, Anak Sulung Ditangkap

Bunuh Ibu Kandungnya, Anak Sulung Ditangkap

Pelaku pembunuhan Debora Sriani Setyawati (50), yang ditemukan tewas bersimbah darah di lorong rumah ibunya.


Diberi Tembakan, Penjahat Kambuhan Ketakutan

Diberi Tembakan, Penjahat Kambuhan Ketakutan

Agus Triansyah alias Ucok dikepung massa, Rabu (20/6) pukul 13.30 Wib.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!