Kriminal
Share this on:

Pungli PTSL, Lurah Jadi Tersangka

  • Pungli PTSL, Lurah Jadi Tersangka
  • Pungli PTSL, Lurah Jadi Tersangka

TANGERANG - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang menetapkan Lurah Paninggilan Mas’ud sebagai tersangka kasus dugaan pungutan liar (pungli) dalam Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kecamatan Ciledug.

Penetapan tersangka itu dilakukan karena PNS Pemkot Tangerang itu terbukti mengutif uang kepada warga dengan besaran Rp 1 juta sampai Rp1,5 juta/orang dalam proses PTSL yang didanai APBN tersebut. Akan ada tersangka baru dalam kasus tersebut.

Kepala Kejari Kota Tangerang Robert P A Palealu mengatakan penetapan Lurah Paninggilan sebagai tersangka itu dilakukan pada akhir Agustus lalu. Dari hasil pemeriksaan, Mas’ud terbukti menetapan iuran kelengkapan administrasi atas status tanah yang akan disertifikatkan ke ATR/BPN Kota Tangerang.

Pelaporan terhadap pungli ini dilakukan korban yang mengurus administrasi sertifikat tanah secara gratis yang diberikan oleh pemerintah pusat. ”Berkas pemeriksaan ini sudah masuk tahap satu. Benar ada uang pungli yang diminta Mas’ud ke warga yang mau mengurus PTSL,” katanya kepada wartawan termasuk INDOPOS, Jumat (7/9).

Dilanjutkan Robert juga, adapun modus yang dipergunakan sang lurah yakni memudahkan pengurusan surat menyurat dan penandatanganan berkas tanah. Dengan cara itu, ASN ini mengantongi uang pungli PTSL mencapai Rp 900 juta.

”Untuk kerugian negara, kami belum dapat menyebutkan karena masih penyelidikan. Tanpa saya sebutkan, kalian juga tahu berapa jumlahnya,” ungkapnya. Kendati telah ditetapkan sebagai tersangka, Mas’ud belum ditahan. Alasannya, Lurah Peninggilan itu sangat kooperatif saat pemeriksaan.

Sehingga pihaknya pun memberikan kesempatan bagi PNS Pemkot Tangerang ini menyelesaikan tugasnya melayani masyarakat hingga berkas penyelidikan kasus pungli ini ditetapkan lengkap atau P21. ”Mas’ud tidak pernah mangkir kalau kami periksa,” paparnya juga.

Atas perbuatannya Mas’ud dijerat dengan Pasal 12 Huruf (e) Sub Pasal 11 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dengan ancaman penjara di atas 5 tahun. Pemeriksaan pungli PTSL ini pun masih terus dilanjutkan tim Jaksa Tindak Pidana Khusus (Pidsus).

Disinggung ada atau tidaknya tersangka baru dalam kasus pungli PTSL tersebut? ”Sabar dululah, biarkan tim penyidik bekerja. Dalam waktu dekat akan kami rilis semua tersangka kasus pungli,” katanya juga.

Robert juga menegaskan, PTSL, merupakan program gratis dan tidak dipungut biaya. Yang diperbolehkan dipungut itu kepada warga sebagai peserta PTSL sesuai SKB (surat keputusan bersama) tiga menteri maksimal Rp150 ribu/bidang, tidak boleh lebih dari itu,” cetusnya..

Diberitakan sebelumnya, Kejari Kota Tangerang memanggil dan memeriksa pengurus RT, RW dan seluruh pegawai Kelurahan Peninggilan. Pemeriksaan ini terjadi setelah puluhan warga mengeluhkan adanya pungutan biaya yang diajukan oknum Lurah itu untuk program PTSL dengan nilai jutaan rupiah untuk satu bidang tanah.

Sayangnya, Lurah Peninggilan Mas’ud tak mau sudah dikonfirmasi terkait status tersangka yang ditetapkan Kejari Kota Tangerang tersebut. Beberapa kali telepon selular PNS Kota Tangerang ini dihubungi tak direspon.

Menanggapi itu, Sekda Kota Tangerang Dadi Budaeri menuturkan tidak mengetahui adanya penetapan bawahannya sebagai tersangka dalam kasus pungli pengurusan PTSL. Dia pun terkejut dengan informasi yang melibatkan Lurah Peninggalan tersebut.

Namun begitu dirinya akan melakukan pengecekan kasus pungli tersebut. ”Justru saya baru tahu dari wartawan. Nanti akan kami cari tau mengenai masalah ini. Kaget lah kok ini malah melakukan pungli dalam program pemerintah pusat,” tuturnya. (cok/jpg)

Berita Sebelumnya

Gembong Curat Miliki Senjata M16
Gembong Curat Miliki Senjata M16

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Enam Tersangka Musnahkan BB Sabu

Enam Tersangka Musnahkan BB Sabu

Kepolisan Resort Wonosobo menggelar pemusnahan barang bukti kasus narkoba.


TV Mele, Rumah Muhsen Jadi Arang

TV Mele, Rumah Muhsen Jadi Arang

RK. Muhsen, warga RT 2/RW 1, Dusun Batu Pahat, Desa Batu Pahat, Kecamatan Nanga Mahap Kabupaten Sekadau hanya bisa pasrah.


Nyambi Jadi Kurir Narkoba, Sopir Disergap Polisi

Nyambi Jadi Kurir Narkoba, Sopir Disergap Polisi

NE (26), warga Desa Bener Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan yang berprofesi sebagai sopir ditangkap Sat Res Narkoba Polres Pemalang, Senin (28/1) lalu.


Dana Rehab Masjid Dikorupsi

Dana Rehab Masjid Dikorupsi

Dana rehabilitasi untuk masjid yang rusak akibat gempa di NTB jadi bancakan korupsi.


Jadi Mucikari Online, Mahasiswi Dijebak lalu Ditangkap

Jadi Mucikari Online, Mahasiswi Dijebak lalu Ditangkap

Jemari lentik menelusuri kontak-kontak di ponsel. GD, perempuan berstatus mahasiswi punya pekerjaan sampingan.


Jadi Tersangka, Mantan Direktur PT DPS Tak Ditahan

Jadi Tersangka, Mantan Direktur PT DPS Tak Ditahan

Penyidikan dugaan korupsi di PT Dok dan Perkapalan Surabaya (DPS) terus berlanjut.


Kepergok Curi Uang Rp50 ribu, Pemuda Dimassa

Kepergok Curi Uang Rp50 ribu, Pemuda Dimassa

Tertangkap basah membobol toko, Asri Del Indra jadi bulan-bulanan massa. Beruntung polisi segera mengamankan dan menggelandangnya ke Mapolsek Jenangan.


Gagal Nikah, KL Gantung Diri

Gagal Nikah, KL Gantung Diri

Tak jadi nikah, warga Dusun Lubuk Tapan, Desa Empunak Tapang Keladan, Kecamatan Ketungau Hulu berinisial KL memilih gantung diri.


Istri Mantan Kapolresta Ditetapkan Tersangka

Istri Mantan Kapolresta Ditetapkan Tersangka

Masih ingat kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan mantan istri Kapolresta Pontianak berinisial Mhn kepada Nia Kurnia?


Menikah di Tahanan, Tersangka Narkoba Hanya Bisa Ngobrol dengan Istrinya

Menikah di Tahanan, Tersangka Narkoba Hanya Bisa Ngobrol dengan Istrinya

Senin (26/11) menjadi hari sakral bagi Vijay (22) dan Aliya (20) yang melangsungkan pernikahannya di Masjid Baitul Muttaqin Mapolres Brebes.



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!