Kriminal
Share this on:

Rekonstruksi Pembunuhan PK, Tersangka Dihujat para PSK Sunan Kuning

  • Rekonstruksi Pembunuhan PK, Tersangka Dihujat para PSK Sunan Kuning
  • Rekonstruksi Pembunuhan PK, Tersangka Dihujat para PSK Sunan Kuning

REKONSTRUKSI – Tersangka DCP, pelaku pembunuhan Ayu Sinar Agustin alias Ninin (23), perempuan Pemandu Karaoke (PK), saat menjalani rekonstruksi, kemarin. (adit/radarsemarang)

SEMARANG - Tersangka DCP, warga Bambankerep, Kecamatan Ngaliyan, pelaku pembunuhan Ayu Sinar Agustin alias Ninin (23), perempuan Pemandu Karaoke (PK), di Lokalisasi Argorejo alias Sunan Kuning (SK), Kalibanteng Kulon Semarang Barat, menjalani rekonstruksi. Pelaku yang masih berusia dibawah umur ini, memperagakan sebanyak 29 adegan dengan kooperatif dalam menghabisi nyawa warga Patebon Kendal tersebut.

Kegiatan rekonstruksi ini digelar pada Selasa (18/9) siang. Para penghuni lokalisasi Sunan Kuning dan warga sekitar yang mendengar kabar digelarnya rekonstruksi ini ternyata sudah memadati lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Wisma Mr Classic Jalan Argorejo Gang 3, sebelum pelaku menjalani rekonstruksi, di luar pita kuning (policeline).

Begitu pelaku tiba di TKP, para warga dan penghuni SK langsung meneriaki tersangka yang mengenakan penutup wajah (zebo). ”Buka saja (penutupnya) biar kelihatan wajahnya,” teriak suara laki-laki yang berada di lokasi rekontrusi.

Selain para perempuan, penghuni SK lainya juga geram. ”Hukum seberat-beratnya, masih kecil saja sudah membunuh orang”. Ada juga yang meneriaki ”Kalau nggak punya duit nggak usah datang ke sini,” sahut perempuan lain.

Sulistyani mengakui sangat geram dengan perbuatan pelaku. Menurut dia, pelaku tergolong sangat sadis dalam menghabisi nyawa perempuan beranak 1 tersebut. ”Katanya masih kecil (di bawah umur) tapi kelakuannya sangat sadis, warga ingin dia dihukum mati saja,” ungkapnya perempuan warga sekitar dilokasi rekonstruksi.

Proses rekonstruksi ini berlangsung dengan pengawalan petugas kepolisian. Pelaku DCP, tampak terlihat tenang dan kooperatif dalam memperagakan adegan saat menghabisi nyawa Ninin. Mulai dari tersangka datang kelokasi, hingga mencekik leher dan menyiram menggunakan bahan bakar minyak (BBM) ke tubuh korban.

”Ada 29 adegan, sedangkan pada adegan ke-10 dan 11 pelaku menghabisi nyawa korban dengan cara dicekik, lalu pada adegan ke-15, pelaku menyiram tubuh korban dengan oli bekas untuk menghilangkan jejak,” ungkap Kapolsek Semarang Barat Kompol Dony Eko Listianto di lokasi rekonstruksi.

Rekontruksi tersebut dilakukan untuk memperjelas peran pelaku dalam melakukan kejahatan pembunuhan, sebelum dilimpahkan ke kejaksaan. Proses rekonstruksi ini juga turut disaksikan oleh pihak kejaksaan dan petugas Bapas Kelas I Semarang.

”Proses rekonstruksi digelar hanya dilokasi kejadian. Tadi juga kami hadirkan perwakilan dari Bapas karena tersangka masih dibawah umur,” bebernya.

Menurut dia, berkas penyidikan harus dipercepat mengingat penahanan terhadap anak di bawah umur hanya sampai 7 hari. Akibat perbuatanya, tersangka DCP dijerat pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana subsider Pasal 365 KUHP pencurian disertai kekerasan. Terancam hukuman sampai dengan 15 tahun penjara.

”Penanganan, kami mengikuti perundang-undangan sistem peradilan anak,” imbuhnya.

Pembimbing Kemasyarakatan Bapas Semarang, Felikha Ardriyani menyampaikan, secara teknis pendampingan terhadap tersangka mengacu sesuai Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak. Peran Bapas dalam kasus ini adalah memberikan saran dan masukan kepada hakim.

”Dalam memutus anak itu harus diperlakukan seperti apa. Kita juga memastikan hak-hak anak harus terpenuhi atau tidak. Ada penasihat hukum itu harus ada untuk pendampingan. Bisa bertemu dengan orangtuanya, makan, minumnya bagaimana, pendidikanya seperti apa kalau anak itu sekolah,” tegasnya.

Menanggapi terkait tersangka tersebut mendapat pendidikan di saat menjalani hukuman, Felikha menjelaskan hak tersebut didapatkan setelah selesai dalam persidangan, atau sudah incrah. ”Kalau setelah proses hukum selesai, pembinaanya itu bisa diserahkan. Karena di lembaga pembinaan khusus di lapas anak itu ada pendidikan di situ,” jelasnya. (mha/jpg)

Berita Sebelumnya

Nyaru Polisi, Tipu Driver Ojol
Nyaru Polisi, Tipu Driver Ojol

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Asyik Mangkal, Empat PSK Terjaring Razia

Asyik Mangkal, Empat PSK Terjaring Razia

Petugas Satpol PP Kabupaten Pekalongan kembali berhasil menjaring empat PSK yang menjajakan bisnis syahwat di siang bolong, kemarin (12/12).


Istri Mantan Kapolresta Ditetapkan Tersangka

Istri Mantan Kapolresta Ditetapkan Tersangka

Masih ingat kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan mantan istri Kapolresta Pontianak berinisial Mhn kepada Nia Kurnia?


Supardi Banting Bayinya sampai Tewas dalam Keadaan Sadar

Supardi Banting Bayinya sampai Tewas dalam Keadaan Sadar

Satreskrim Polresta Pontianak gelar rekonstruksi kasus penganiayaan hingga mengakibatkan kematian yang dilakukan ayah kepada anak kandungnya sendiri.


Selfie di Curug Bayan, Mahasiswa Tewas Tenggelam

Selfie di Curug Bayan, Mahasiswa Tewas Tenggelam

Para pemburu foto harus lebih berhati-hati lagi. Terlebih, saat berswafoto di obyek wisata.


Menikah di Tahanan, Tersangka Narkoba Hanya Bisa Ngobrol dengan Istrinya

Menikah di Tahanan, Tersangka Narkoba Hanya Bisa Ngobrol dengan Istrinya

Senin (26/11) menjadi hari sakral bagi Vijay (22) dan Aliya (20) yang melangsungkan pernikahannya di Masjid Baitul Muttaqin Mapolres Brebes.


Delapan Tahanan Pesta Sabu di Sel Polrestabes Semarang

Delapan Tahanan Pesta Sabu di Sel Polrestabes Semarang

Para tahanan kasus narkoba semakin nekat. Mereka semakin berani dan terang-terangan mengonsumsi sabu.


Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga Mengaku Kesal Sering Dihina

Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga Mengaku Kesal Sering Dihina

Polisi menetapkan Haris Simamora (HS), 23, sebagai pelaku pembunuhan satu keluarga di Jalan Bojong Nangka 2, Bekasi, Jawa Barat.


Begini Detik-detik Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi

Begini Detik-detik Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi

Senin 12 November 2018 sekira pukul 21.00, Haris Simamora (pelaku) mendatangi rumah korban dan menginap di rumah korban.


Satu Keluarga Dibantai, Polisi Periksa Semua Tetangga Korban

Satu Keluarga Dibantai, Polisi Periksa Semua Tetangga Korban

Kasus pembunuhan satu keluarga di Bekasi menjadi PR besar yang harus diselesaikan polisi.


Pembunuh Duda Bulak Banteng Masih Misterius

Pembunuh Duda Bulak Banteng Masih Misterius

Pengejaran pelaku pembunuhan Agung Wahyudi,36, kini masih menemui Jalan Buntu. Meski identitas pelaku sudah diketahui, namun polisi berhasil menangkapnya.



Video

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!