Kriminal
Share this on:

Remaja Penganiaya Siswi sampai Meninggal Dunia Didor

  • Remaja Penganiaya Siswi sampai Meninggal Dunia Didor
  • Remaja Penganiaya Siswi sampai Meninggal Dunia Didor

SELONG - Polres Lombok Timur berhasil menangkap SAS (18) tahun, DPO pelaku kekerasan seksual dan penganiayaan terhadap EA (15) tahun, kemarin (1/1). Pelaku ditangkap di wilayah Desa Gerung Permai, Kecamatan Suralaga. Saat ditangkap SAS mencoba melarikan diri, sehingga polisi terpaksa melumpuh pelaku.

"DPO pelaku tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan korban EA meninggal dunia telah terungkap," kata Kasat Reskrim Polres Lotim AKP I Made Yogi Purusa Utama kepada Lombok Post, kemarin (1/1).

Mengenakan sarung dan kaos hitam bertuliskan Adidas, SAS tak berdaya di Mapolres Lotim. Betis sebelah kanannya terbalut perban akibat lucutan timah panas petugas.

Yogi menerangkan sekitar pukul 06.30 Wita, SAS ditangkap tim Resmob Polres Lotim bersama anggota Polsek Suralaga. Dalam pelariannya, SAS bersembunyi ke beberapa tempat.

SAS juga sempat menginap di rumah pelaku lainnya BUL yang terletak di wilayah Praida, Kecamatan Suralaga. Orang tua BUL waktu itu tak mengetahui jika anaknya telah tertangkap polisi. Orang tua BUL pun memberikan SAS menginap di rumahnya.

"Di sana ia mencuri pakaian dan handpone milik orang tuanya BUL. Terus dijual untuk biaya pelariannya," terang Yogi. Namun tak sempat berlari jauh, SAS akhirnya berhasil dibekuk polisi.

Kapolres Lotim AKBP Ida Bagus Made Winarta sebelumnya menerangkan ke empat pelaku terkena kasus tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak. Ditambah tindak pidana kekerasaan fisik terhadap anak yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Adapun ke empat pelaku berinisial AP, 28 tahun; MB, 23 tahun, dan SAS, 18 tahun dari Suralaga. Satu pelaku lain IR, 32 tahun dari Kopang. "Pelaku telah berhasil kita amankan kurang dari 1x24 jam," kata Winarta.

Barang bukti yang ditemukan berupa satu buah sepeda motor jenis Yamaha Vixion yang digunakan pelaku membawa korban. Sebuah sorban atau syal yang diduga digunakan pelaku mencekik leher korban. Selain itu ada juga pakaian dalam pelaku dan korban. Juga kondom yang berlumuran darah.

Berdasarkan hasil otopsi ditemukan luka akibat benda tumpul dan robek di leher akibat pencekikan. "Kita temukan aksi bejatnya diawali dengan perlakuan yang keras berupa mencekik leher korban," terangnya.

Akibat perbuatan mereka, keempat pelaku dijerat dengan pasal 81 atau pasal 80 ayat 3 UU No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. "Di mana ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara," kata Winarta. (tih/r7/jpg)

Berita Sebelumnya


Berita Sejenis

Pelarangan Eks Koruptor Ikut Pilkada Jangan Sampai Dibatalkan MA Lagi

Pelarangan Eks Koruptor Ikut Pilkada Jangan Sampai Dibatalkan MA Lagi

Wacana larangan eks koruptor ikut dalam Pilkada Serentak 2020 terus bergulir. Komisi II DPR RI setuju membahas usulan tersebut.


Mark Up Proyek Dana Desa sampai Rp500 Juta, Kades Dibui

Mark Up Proyek Dana Desa sampai Rp500 Juta, Kades Dibui

Penyelewangan Dana Desa (DD) oleh Kepala Desa masih marak terjadi di sejumlah daerah. Salah satunya di Desa Kasang Lopak Alai Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Mua


Kasus Novel Jadi Perhatian Dunia

Kasus Novel Jadi Perhatian Dunia

Amnesty International Indonesia membeberkan alasan mengapa membawa kasus Novel Baswedan ke Kongres Amerika Serikat (AS).


Puluhan Warga Turki Tewas Akibat Miras Oplosan

Puluhan Warga Turki Tewas Akibat Miras Oplosan

Akibat mengkonsumsi minuman alkohol oplosan, lebih dari 20 orang meninggal dunia di Turki selama satu bulan terakhir.


Tiga Nelayan Indonesia Hanyut Sampai ke Filipina

Tiga Nelayan Indonesia Hanyut Sampai ke Filipina

Nelayan Filipina berhasil menyelamatkan tiga nelayan Indonesia asal Tobelo, Maluku Utara, yang sempat terkatung-katung empat hari di lautan.


Indonesia Jadi Tujuan Penipuan Industri Hiburan

Indonesia Jadi Tujuan Penipuan Industri Hiburan

Biro Penyelidikan Federal Amerika Serikat (FBI) menyebut Indonesia sebagai negara tujuan para pelaku penipuan di dunia hiburan AS.


WNI Cabuli Siswi SMP di Singapura

WNI Cabuli Siswi SMP di Singapura

Seorang guru les matematika asal Indonesia, terbukti telah mencabuli muridnya sebanyak lima kali di Singapura, Selasa (9/7).


Seret Brimob Penganiaya saat Rusuh 21-22 Mei ke Pidana Umum

Seret Brimob Penganiaya saat Rusuh 21-22 Mei ke Pidana Umum

Amnesty Internasional Indonesia mendatangi Bareskrim Polri, Senin (8/7), menanyakan perkembangan investigasi kerusuhan 21-22 Mei lalu.


Petugas KPPS Meninggal Tak ada yang Diracun

Petugas KPPS Meninggal Tak ada yang Diracun

Peneliti asal Universitas Gadjah Mada (UGM) memaparkan penyebab banyaknya petugas KPPS yang meninggal pada Pemilu 2019.


Hati-hati! Ada 74 Narkoba Jenis Baru Beredar di Indonesia

Hati-hati! Ada 74 Narkoba Jenis Baru Beredar di Indonesia

Ada 830 NPS atau narkoba jenis baru di dunia, sementara 74 jenis diantaranya beredar Indonesia.



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!