Kriminal
Share this on:

Rifat Sungkar: Ganja untuk Inspirasi

  • Rifat Sungkar: Ganja untuk Inspirasi
  • Rifat Sungkar: Ganja untuk Inspirasi

JAKARTA - Aktor Rifat Umar alias Rifat Sungkar (RU) ditangkap aparat kepolisian. Dia kedapatan memiliki narkotika jenis ganja. Dia menyebut, ganja digunakan untuk mencari inspirasi.

Rifat Umar ditangkap jajaran Subdit III Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, pada Rabu (2/10). Dia ditangkap bersama temannya berinisial RR (Rizki Ramadhan), dan seorang wanita yang diketahui bernama Tessa di sebuah rumah kos Kayu Manis, Jalan Melati IV No 26, RT10/3, Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Dari penangkapan itu, polisi mengamankan barang bukti ganja. Dari tangan Rifat polisi menyita 89,83 gram dan ganja seberat 83,79 gram dari tangan Rizki. Sementara, Tessa hanya positif narkoba.

Usai ditangkap, artis yang pernah membintangi Bayangan Adinda (2003); Si Yoyo musim 1 (2003); Oom Pasikom (2004); Yoyo Popo (2005); Malin Kundang (2005-2006); Pesantren Rock n' Roll (2011); Pangeran (2015-2016); Pangeran 2 (2016-2017); Kiamat Hari Jumat (2017); dan Mimpi Metropolitan (2018) ini mengaku berterima kasih pada polisi.

"Terimakasih, terimakasih saya ucapakan kepada kepolisian dan kepada rekan-rekan wartawan. Saya juga terimakasih atas perhatian polisi, serta wartawan yang ada hari ini. Karena kalau tidak ada perhatian polisi mungkin akan terus berkelanjutan (gunakan ganja)," kata Rifat kepada wartawan di halaman gedung Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Jumat (4/10) kemarin.

Bintang film Singa Karawang-Bekasi (2003) dan Janda Kembang (2009) ini juga memaparkan alasan dirinya menggunakan ganja. Dia menyebut baru setahun belakangan menggunakan ganja. Pria kelahiran 20 Februari 1993 ini juga mengakui sudah tak menekuni dunia entertaiment. Kini dia bekerja di sebuah perusahaan game content kreator.

"Saya baru setahun ini menggunakan narkoba jenis ganja, awalnya coba-coba tapi berkelajutan dan kebetulan kerja jadi kreator butuh banyak inspirasi, hingga saya pun memakai narkoba untuk cari inspirasi," ungkapnya.

"Di sini juga saya ingin mengklarifikasi, kalau saya gak ada keterkaitan dengan RR. Saya hanya pemakai saja, dan wanita yang ada di kamar kost saya juga tak ada kaitannya soal kasus ini, dia kebetulan pasangan saya," sambung Rifat.

"Saya sangat menyesal, semoga kejadian ini menjadi titik balik saya untuk lebih baik ke depannya," tutupnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, penangkapan dimulai dari info masyarakat. Untuk mencegah munculnya korban penyalahgunaan narkoba, polisi langsung melakukan pengecekan lokasi.

"Laporan masyarakat disebut, bahwa di sekitar kos-kosan itu info sering ada transaksi narkotika. Dari info itu tim Subdit III Ditresnarkoba akhirnya menyelidiki, kemudian info itu benar. Dimana pada dini hari, tim melihat ada seorang laki-laki keluar dari kos-kosan, dan menuju satu mobil untuk antar satu lelaki lainnya," jelas Argo kepada wartawan.

"Jadi, karena kita sudah dapat info tim kemudian melakukan penangkapan terhadap kedua orang itu (Rifat dan Rizki). Saat mau masuk mobil, dan setelah kita geledah, kita mendapatkan ada beberapa barang bukti berupa ganja di dalam kaleng," terangnya.

Barang bukti yang ditemukan di kaleng itu didapatkan dari pelaku RR, sekitar 83,79 gram. Lalu tim menggeledah kamar milik Rifat. Dan di kamar itu, ditemukan seorang perempuan berinisial T.

"Selain ditemukan ada perempuan, kita temukan ganja di bawah tempat tidur dan meja. Dan sudah ada yang di dalam klip juga, di mana setelah kita timbang berat bruto ada 89,83 gram. Lalu kita juga lakukan pengecakan di rumah RR dan kita temukan timbangan," jelas Argo.

Menurut Argo, setelah selesai melakukan proses penangkapan dan penggeledahan, petugas pun membawa ketiganya, berikut barang bukti ke Polda Metro Jaya guna penyelidikan lebih lanjut, dan pengembangan kasus tersebut.

"Dari hasil pendalaman dan kita tes urine semua, hasilnya positif ganja dan amfetamin juga positif. Termasuk yang perempuan itu positif, tapi karena tidak ada barang yang ditemukan dan mengaku sudah lama mengkonsumsi yang bersangkitan kita rehab," ungkap Argo.

Dari hasil pemeriksaan Rifat mendapatkan ganja dari tersangka Rizki dengan harga Rp 900 ribu. Sedangkan, Rizki pun mengakui kalau dia mengedarkan barang ke teman-temannya.

"Tersangka RR (Rizki) mengakui, kalau barang yang dimilikinya itu didapatkan dari seseorang yang saat ini masih DPO dan sedang kita cari. Adapun pengakuan RR dia mengedarkan ganja baru satu tahun, dan ini masih kita dalami lagi," ujar Argo.

Kini atas perbuatan keduanya, mereka patut dijerat dengan pasal 114 ayat 1 sub 111 ayat 1 jo pasal 132 ayat 1 UU RI tahun 2009 tentang narkotika dan terancam minimal lima tahun penjara. (mhf/gw/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Pengadilan Internasional Gelar Penyelidikan ke Pemerintah Myanmar

Pengadilan Internasional Gelar Penyelidikan ke Pemerintah Myanmar

Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) memberikan lampu hijau untuk penyelidikan penuh atas dugaan kejahatan pemerintah Myanmar terhadap Muslim Rohingya.


Jokowi Didesak Segera Umumkan Jaksa Agung Muda

Jokowi Didesak Segera Umumkan Jaksa Agung Muda

Presiden Joko Widodo diinformasikan telah memutuskan nama-nama untuk mengisi posisi Jaksa Agung Muda (JAM) di Kejaksaan Agung.


KPK Dorong Pemerintah Daerah Benahi DTKS

KPK Dorong Pemerintah Daerah Benahi DTKS

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendorong seluruh kepala daerah untuk melakukan pembenahan basis data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).


Banyak Pasal Bias, KPK Tak Usah Kerja

Banyak Pasal Bias, KPK Tak Usah Kerja

Indonesia Corruption Watch (ICW) menyarankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk diam dan tak usah bekerja.


KPK Seriusi Penyaluran Dana Desa Fiktif

KPK Seriusi Penyaluran Dana Desa Fiktif

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menggandeng aparat kepolisian untuk mengawal penyaluran dana desa Kementerian Keuangan (Kemenkeu).


Kapolri Komitmen Tuntaskan Kasus Novel Baswedan

Kapolri Komitmen Tuntaskan Kasus Novel Baswedan

Jenderal Polisi Idham Azis kembali menyatakan komitmennya untuk mengungkap kasus teror yang menimpa penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Bas


Diduga Terlibat Narkoba, Pansel Bisa Batalkan Gumsoni

Diduga Terlibat Narkoba, Pansel Bisa Batalkan Gumsoni

Lolosnya Gumsoni AS dalam seleksi administrasi lelang Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) untuk calon Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Pemprov Lampung disesalk


Masjid Tak Boleh untuk Takfiri

Masjid Tak Boleh untuk Takfiri

Menkopolhukam Mahfud MD mengingatkan masjid yang berada di kantor pemerintah agar mensyiarkan kedamaian.


Jokowi Ditagih Ungkap Kasus Novel Baswedan

Jokowi Ditagih Ungkap Kasus Novel Baswedan

Tenggat waktu tiga bulan yang diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Tim Teknis bentukan Polri untuk mengungkap kasus Novel Baswedan berakhir 19 Oktober


KPK Ingatkan soal Pemberian Gratisifikasi Pejabat

KPK Ingatkan soal Pemberian Gratisifikasi Pejabat

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan kepada seluruh pihak yang beralih profesi menjadi penyelenggara negara untuk berhati-hati menerima pemberian.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!