Kriminal
Share this on:

Rugi Rp42 Miliar, Rekan Bisnis Dipolisikan

  • Rugi Rp42 Miliar, Rekan Bisnis Dipolisikan
  • Rugi Rp42 Miliar, Rekan Bisnis Dipolisikan

BALIKPAPAN - Kerja sama usaha yang dilakukan Jovinus Kusumadi (44) berakhir merugi puluhan miliar. Dia pun mengadukan rekan bisnisnya, Abdul Hakim Rauf (46) ke Polres Balikpapan pada 10 September 2017 dengan tuduhan penipuan.

Belakangan pada 15 Desember 2017, perkara dugaan penipuan itu dilimpahkan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kaltim. Namun, hingga kini belum ada perkembangan terkait laporan polisi LP /551/XII/2017/Polda Kaltim/SPKT III/15 Desember 2017 itu.

“Tidak ada perkembangan, penanganannya lamban,” ujar Jovinus Kusumadi, yang merupakan pengusaha kuliner dan kontraktor warga Balikpapan Selatan ini. Didampingi kuasa hukum pribadinya, Haidul Bidol dan Rudy Simanjutak pihaknya berharap agar perkara tersebut ada kepastian hukum.

“Sudah lama, tidak ada kepastian hukum, jadi menggantung,” kata Haidul diamini Rudy. Dia menguraikan, kliennya diduga merasa ditipu dan merugi mencapai Rp 42 miliar. Kerugian puluhan miliar tadi seperti telah membangun kantor, gaji karyawan, pembangunan tiang pancang, perbaikan jalan dan lainnya.

Kerja sama pengelolaan dan pengoperasian dermaga di kawasan Jalan Baru, Kelurahan Margomuyo, Balikpapan Utara, melalui notaris Arifin Samuel Candra disahkan dengan Akta No 69 pada 21 September 2016.

“Kedua belah pihak datang di depan notaris,” tuturnya. Dalam akta tersebut diuraikan Abdul Hakim Rauf selaku Direktur PT Dian Yuspa Samudera memberikan areal dermaga dan lahan seluas lebih kurang 14 hektare untuk digunakan usaha oleh Jovinus dengan sistem bagi hasil.

“Perjanjian tersebut selama 11 tahun. Rupanya, awal September 2017, lokasi tersebut digembok pagarnya dan aktivitas karyawan dihentikan oleh Abdul Hakim,” jelasnya. Karena digembok dan keberatan, pihaknya mengadukan ke Polres Balikpapan 10 September 2017.

Sementara itu, Abdul Hakim yang dikonfirmasi Kaltim Post di kediamannya kawasan Jalan MT Haryono, Balikpapan, Minggu (4/2) malam mengatakan, dirinya sudah dimintai keterangan sebagai saksi di Ditreskrimum Polda Kaltim.

“Iya benar, saya sudah dimintai keterangan. Semua bukti sudah saya serahkan ke penyidik,” jawabnya. Soal menggembok lokasi dermaga ada alasannya. Yakni ingin bertemu dengan Jovinus namun kerap tak bisa.

“Saya ingin bertemu, namun sulit karena Jovinus sibuk,” ungkapnya. Rencana pertemuannya itu ingin mengonfirmasi, aktivitas di dermaga dilakukan oleh perusahaan Ocean Jetty Balikpapan (OJB).

“Itu tidak ada di perjanjian akta. Yang ada saya dengan pak Jovinus,” terangnya. Di satu sisi, dirinya ingin kerja sama usaha itu, karena pernah dibantu oleh Jovinus. “Kebaikannya tidak pernah saya lupa, saat saya “jatuh” saya dibantu,” kata pengusaha bidang perkapalan ini.

Meski telah dilaporkan dituding penipuan, Abdul Hakim tetap menghormati proses hukum. “Saya tetap menghormati proses hukum,” ucapnya. Apa yang dilakukannya sesuai dengan perjanjian di notaris.

Dia menguraikan, serah terima dermaga dilakukan 1 Oktober 2016. “Sejak itu hingga 4 September 2017 saya tidak dapat pembagian hasil sesuai kesepakatan di akta, saya gembok,” sesalnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana membenarkan, perkara tersebut telah ditangani Ditreskrimum Polda Kaltim setelah sebelumnya ditangani Polres Balikpapan.

“Iya benar. Saat ini sedang dilakukan penghimpunan informasi,” ujarnya. Menurutnya, proses penanganan perkara dugaan penipuan tidak lamban. Melainkan, penyidik butuh mengumpulkan bukti, dokumen, keterangan saksi dan lainnya. “Prosesnya terus berjalan, ini tahap lidik,” tuturnya. (aim/one/k18/jpg)

Berita Sebelumnya

Bawa Narkoba, Carik Ditangkap Polisi
Bawa Narkoba, Carik Ditangkap Polisi

Berita Berikutnya

Jual Sabu Dibungkus Permen
Jual Sabu Dibungkus Permen

Berita Sejenis

Anak Gadisnya Dilecehkan, Tetangga Dipolisikan

Anak Gadisnya Dilecehkan, Tetangga Dipolisikan

Unit Reskrim Polsek Simpang Hilir, Polres Kayong Utara mengamankan seorang pria berinisial Ks, Jumat (16/2).


Bebas dari Lapas Anak, Curi Motor Lagi

Bebas dari Lapas Anak, Curi Motor Lagi

Anggota Polsekta Sukarame masih memburu tiga rekan Andika Saputra (18), diduga terlibat pencurian kendaraan bermotor (curanmor).


Sekali Kencan, Model Majalah Dewasa Dibandrol Rp10 Juta

Sekali Kencan, Model Majalah Dewasa Dibandrol Rp10 Juta

Jajaran Polres Metro Jakarta Selatan membongkar bisnis prostitusi via online terhadap Model Majalah Dewasa seharga Rp10 juta untuk satu kali kencan.


Dih... Kasir Cantik di Ngawi Ini Ketahuan Tilep Setoran Rumah Makan

Dih... Kasir Cantik di Ngawi Ini Ketahuan Tilep Setoran Rumah Makan

Masih ingat Leni Nurusanti, kasir diler mobil PT Serba Mulia Auto (SMA) Samarinda, Kaltim yang membobol uang perusahaan hingga Rp25 miliar?


Setubuhi ABG, Sopir Diancam Kurungan dan Denda Rp5 Miliar

Setubuhi ABG, Sopir Diancam Kurungan dan Denda Rp5 Miliar

Polres Magelang kembali mengamankan pemuda yang dilaporkan telah menyetubuhi gadis di bawah umur.


Gagal Bisnis Penggandaan Uang, Oknum Dosen Terlibat Penculikan

Gagal Bisnis Penggandaan Uang, Oknum Dosen Terlibat Penculikan

LAI (56) dosen fakultas hukum salah Universitas Mataram (Unram) ditangkap polisi.


Mantap... Prostitusi Online Bekasi Dibongkar

Mantap... Prostitusi Online Bekasi Dibongkar

Bisnis prostitusi online yang selama ini beroperasi di Kota Bekasi akhirnya diungkap Unit Kriminal Khusus Polres Metro Bekasi Kota.


Ketagihan Ciumi Mahasiwi, Kakek Renta Ini Dipolisikan

Ketagihan Ciumi Mahasiwi, Kakek Renta Ini Dipolisikan

Ini akibatnya kalau tak bisa menahan nafsu. Seperti dialami pria lanjut usia MM alias Opa Man (60-an), yang harus berurusan dengan polisi.


Rp5 Miliar Dibuang di Toilet

Rp5 Miliar Dibuang di Toilet

Sabu-sabu 2,5 kg senilai kurang lebih Rp 5 miliar dilarutkan dalam air dan dibuang ke toilet Rutan Balikpapan.


Syukurin! Perkosa Kekasihnya, Dihukum 5 Tahun dan Denda Rp1 Miliar

Syukurin! Perkosa Kekasihnya, Dihukum 5 Tahun dan Denda Rp1 Miliar

Ahmad Khoiry Mulyana dihukum selama 5 tahun dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, kemarin.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!