Kriminal
Share this on:

Sadis, Gadis Cantik itu Dibakar saat Masih Bernafas

  • Sadis, Gadis Cantik itu Dibakar saat Masih Bernafas
  • Sadis, Gadis Cantik itu Dibakar saat Masih Bernafas

DITANGKAP – Pelaku pembunuhan saat ditangkap pihak kepolisian belum lama ini. (jpg)

SEMARANG - Aksi pembunuhan yang dilakukan Kristian Ari Wibowo (31), warga Kunduran, Blora dalam menghabisi nyawa Ferin Diah Anjani (21), warga Perum PGRI Blok K No. 42 RT 04 RW 16 Kelurahan Sendangmulyo Kecamatan Tembalang Kota Semarang tergolong sadis. Sebab, korban masih dalam kondisi bernyawa saat dibakar.

”Menurut pemeriksaan dokter forensik Semarang, pada saat mayatnya dibakar, korban masih ada nafasnya. Penyebab kematiannya hangus terbakar 100 persen,” jelas Kapolres Blora AKBP Saptono saat dihubungi Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (8/8) lalu.

Dia menjelaskan, pembunuhan ini berawal saat korban berkencan dengan pelaku di Hotel Alam Indah, kawasan Gombel, Semarang. Kemudian, pelaku membawa korban ke Blora menggunakan mobil Honda Jazz.

Korban diikat tangan dan kakinya, diselimuti kain sprei hotel, lalu dibakar di kawasan hutan jati tepi Jalan Raya Kunduran–Todanan, Desa Sendangwates, Kabupaten Blora. Jazad Ferin yang telah hangus ditemukan warga sekitar yang hendak mencari pakan ternak, Rabu (1/8), sekitar pukul 06.30 WIB.

Kemudian pihak kepolisian yang mendapat laporan dari warga langsung menuju lokasi melakukan identifikasi dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). ”Hasil pemeriksaan dan identifikasi, korban mengalami luka bakar 100 persen, tangan kiri patah di pergelangan, kaki patah di pergelangan bawah, kedua tangan mengepal tinggal tulang, perut terbuka, dan telinga hilang sehingga tampak tengkorak,” katanya.

Pihak kepolisian yang terus melakukan penyelidikan akhirnya berhasil menguak mayat hangus tanpa identitas tersebut. Bahkan, selang tidak berapa lama juga berhasil meringkus pelakunya di sebuah rumah di Perum Dolog, Tlogosari Wetan Kecamatan Pedurungan, Senin (6/8) sekitar pukul 21.00 WIB.

Pelaku tak lain adalah Kristiyan Ari Wibowo, laki-laki yang bekerja sebagai front office, salah satu hotel di Kota Semarang. Saat ini pelaku telah dibawa di Mapolres Blora guna keperluan penyelidikan lebih lanjut dan menjalani proses hukum selanjutnya.

”Motifnya ingin menguasai harta benda korban. Mengambil gelang dan kalung emas, digadaikan di pegadaian Rp4 juta,” katanya.

Menanggapi terkait pelaku pernah melakukan pembunuhan dengan kasus sama pada tahun 2011 silam, Saptono membeberkan pada saat tahun tersebut pernah ditemukan sebuah mayat terbakar hangus di lokasi sama, di Kabupaten Blora. Rupanya, dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku Kristiyan mengakui itu perbuatannya.

”Di tahun 2011, ada temuan mayat di bakar di wilayah Blora juga, setelah kita interogasi ternyata dia juga pelakunya. Menurut dia warga Wonosobo, cuma kita belum dapat identitasnya. Diharapkan nanti ada keluarga korban yang melapor memberikan keterangan kepada kita. Hasil outopsinya masih ada pada kita,” bebernya.

Saptono menjelaskan, modus pelaku dalam melakukan aksi kasus tujuh tahun silam dengan modus sama. Pelaku mengajak kencan korbannya di hotel kemudian dihabisi dan mayatnya dibawa ke Blora, yang selanjutnya dibakar.

”Kejadianya sama di Semarang juga, modusnya sama, diajak ketemuan dibawa ke hotel. Kalau korban bawa mobil ya mobilnya dikuasai, korbannya dibunuh, untuk menghilangkan jejak dibakar juga,” tegasnya.

Selanjutnya, pelaku meninggalkan pulau Jawa dan pergi ke Bali. Alasan pelaku menuju Bali adalah mencari pekerjaan. Terkait mobil korban yang dibawa kabur pelaku telah ditarik oleh pihak leasing.

”Kemudian dia cari kerjaan di Bali, boleh dibilang melarikan diri ke Bali. Kebetulan mobil korban dilisingkan, beberapa waktu kemudian mobilnya ditarik,” jelasnya.

Sedangkan barang bukti yang berhasil diamankan di TKP di Blora, yakni dua buah anting, sebuah botol Pulpy Orange berisi bekas Bahan Bakar Minyak yang diduga untuk membakar korban, plastik, kain hitam, dan korek api. Sedangkan barang bukti yang berhasil diamankan dari tangan tersangka sebuah sepeda motor Mio beserta helm, dan sebuah mobil Honda Jazz l H 8587 EH.

”Pelaku diancam hukuman mati atau seumur hidup,” imbuhnya.

Terpisah Kabid Dokkes Polda Jateng, Kombes Pol Didiet Setiobudi menjelaskan, jenazah sudah dilakukan outopsi. Namun demikian, pihaknya belum bisa menerangkan secara detail terkait hasil medis outopsi jenazah Ferin.

”Masih menunggu hasilnya, kami belum bisa jelaskan. Ini kan kasusnya masih berjalan masih ada pemeriksaan penunjang. Nanti hasilnya bisa menanyakan langsung kepada penyidik,” jelasnya. (mha/fat/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Gendeng, Pelajar Digilir Tujuh Pria di Pondok Sawah

Gendeng, Pelajar Digilir Tujuh Pria di Pondok Sawah

Malang nasib Bunga (nama samaran,red). Pelajar di salah satu sekolah di Kota Jambi yang masih berusia 13 tahun ini digilir 7 pria.


Pembunuh Duda Bulak Banteng Masih Misterius

Pembunuh Duda Bulak Banteng Masih Misterius

Pengejaran pelaku pembunuhan Agung Wahyudi,36, kini masih menemui Jalan Buntu. Meski identitas pelaku sudah diketahui, namun polisi berhasil menangkapnya.


Residivis Penggelapan Motor Diringkus

Residivis Penggelapan Motor Diringkus

Seolah tak kapok, Jefri (43), warga Kemiri, Sumpiuh masuk penjara lagi. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh itu, harus masuk penjara lagi.


Hindari Mobil, Truk Sarat Muatan Ikan Tabrak Pohon

Hindari Mobil, Truk Sarat Muatan Ikan Tabrak Pohon

Kecelakaan di jalur Pantura kembali terjadi, kali ini truk bermuatan ikan nopol H 1438 MY menabrak pohon saat menghindari mobil di depanya.


Sebulan Hidup di Hutan, Pembunuh Mantan Istri Ditangkap

Sebulan Hidup di Hutan, Pembunuh Mantan Istri Ditangkap

Masih ingat dengan kasus pembunuhan terhadap Sery Juniarsih? Kini pelaku yang tak lain adalah mantan suaminya, SR alias JM, berhasil dibekuk kepolisian.


Saat Salat Berjamaah, Tas Dicuri

Saat Salat Berjamaah, Tas Dicuri

Aksi pencurian sebuah tas milik Hartoyo, 42, asal Kandeman Batang yang sedang menunaikan ibadah salat berhasil digagalkan.


Rumah Kos Masih Jadi Sasaran Curat

Rumah Kos Masih Jadi Sasaran Curat

Untuk kesekian kalinya, rumah kos di Kota Santri menjadi sasaran pencurian dengan pemberatan (Curat).


Diupah Ro600 Ribu, ABG Tenteng 3,6 Kg Ganja

Diupah Ro600 Ribu, ABG Tenteng 3,6 Kg Ganja

Usianya masih belia, meski begitu WBP,17, kembali duduk di kursi terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.


Tiga Hari Menghilang, Ditemukan di Dalam Sumur

Tiga Hari Menghilang, Ditemukan di Dalam Sumur

Arif (30), warga Teluk, Purwokerto Selatan ditemukan meninggal dunia di dalam sumur Minggu (7/10). Nahasnya, sumur itu milik Lutfiarso (50), ayah korban.


Kondisi Bayi yang Dibuang dari Lantai III Sehat

Kondisi Bayi yang Dibuang dari Lantai III Sehat

Kondisi bayi malang yang ditemukan di sela bangunan salah satu department store Jalan A Yani, Kota Magelang, Selasa (2/10) lalu, saat ini dalam kondisi sehat.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!