Kriminal
Share this on:

Sadis, Satu Keluarga Ditemukan Terbunuh

  • Sadis, Satu Keluarga Ditemukan Terbunuh
  • Sadis, Satu Keluarga Ditemukan Terbunuh

TANGERANG - Tiga dari empat orang yang diduga satu keluarga ditemukan tewas terbunuh di Perumahan Taman Kota Permai II, Blok B6 Nomor 5 RT 05/RW 012 Kelurahan Priuk Kecamatan Priuk Kota Tangerang, kemarin. Belum diketahui pasti apa motif dari pembunuhan ini.

Ketiga korban yang meninggal masing-masing Emang (40) yang merupakan ibu rumah tangga dengan dua anaknya Nova (19) dan Tiara (11). Sedangkan seorang lain yakni Efendi (43), yang diduga suami Emang, mengalami luka tusuk yang cukup parah di tubuhnya dan saat ini sudah dilarikan ke rumah sakit.

Kapolrestro Tangerang Kombes Harry Kurniawan, Senin (12/2), menyatakan jajarannya masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan masih meminta keterangan sejumlah tetangga korban.

“Kami masih mencari motif apakah korban dibunuh oleh orang terdekat atau ada pihak lain, tim identifikasi masih mencari barang bukti. Persoalannya dalam kejadian ini sangat minim saksi dan yang tersisa hanya satu orang saksi tapi kondisinya juga kritis,” kata Harry.

Harry menjelaskan dari hasil pemeriksaan sementara polisi menemukan ada sejumlah luka sayatan dan tusukan benda tajam pada tubuh keempat korban. Dan saat ditemukan, Emang, Nova, dan Tiara sedang dalam posisi berpelukan di kamar utama.

Sedangkan Efendi yang merupakan kepala keluarga ditemukan sekarat di kamar bagian belakang rumah.

“Istri korban mengalami luka tusuk dan sayatan di kepala dan wajah. Tiara mengalami luka tusuk di bagian perut dan Nova mengalami luka tusuk di bagian dada kanan. Ketiga jenazah sudah kami evakuasi ke RSUD Kabupaten Tangerang sementara Efendi kami larikan ke RS Sari Asih,” paparnya.

Kapolres menyatakan untuk membongkar kasus ini, pihaknya masih mengumpulkan keterangan tujuh tetangga korban dan mencari rekaman CCTV tetangga. “Menurut keterangan saksi sempat ada pertengkaran di dalam rumah, tetapi warga tak ada mendatangi lokasi. Kami akan melihat rekaman CCTV untuk memastikan ada tidaknya tamu yang bertandang di kediaman pelaku,” imbuh mantan Kapolresta Depok ini.

Salah satu tetangga korban, Rohayati mengaku, sebelum tragedi maut menimpa keluarga Efendi terjadi, dirinya dan beberapa tetangga sempat mendengarkan pertengkaran dan teriakan minta tolong dari dalam rumah korban. Akan tetapi warga tak berani menghampiri karena menganggap keributan itu hanya pertengkaran suami-istri.

Apalagi para tetangga kerap mendengar pertengkaran di antara Emang dan Efendi. Warga baru mengetahui adanya kasus pembunuhan setelah pada siang hari mereka mengetuk rumah korban dan menemukan para korban sudah bersimbah darah.

Rohayati menyatakan pasangan Emang dan Efendi memang kerap bertengkar karena masalah ekonomi. Efendi sendiri merupakan suami ketiga Emang dan Nova dan Tiara merupakan buah perkawinan Emang dengan suami pertama. (cok/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Proses Hukum Kasus Makar dan UBN Jalan Terus

Proses Hukum Kasus Makar dan UBN Jalan Terus

Mabes Polri memastikan kasus-kasus dugaan makar yang melibatkan beberapa tokoh pendukung salah satu pasangan capres-cawapres masih tetap berjalan.


Facebook Didenda Rp70 Triliun

Facebook Didenda Rp70 Triliun

Salah satu perusahaan digital yang berbasis di Amerika Serikat, Facebook didenda sebesar USD5 miliar (Rp70 triliun) sebagai penyelesaian pelanggaran privasi dat


Kasus Hukum Rizieq Jangan Diartikan Sebagai Penghalang

Kasus Hukum Rizieq Jangan Diartikan Sebagai Penghalang

Polri dituding sebagai salah satu 'portal' atau penghalang kepulangan Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab ke Indonesia.


Seorang Terduga Teroris Adalah Pengusaha Sawit yang Ahli Intelijen

Seorang Terduga Teroris Adalah Pengusaha Sawit yang Ahli Intelijen

Satu dari lima terduga teroris yang ditangkap Polri Sabtu (29/6) dan Minggu (30/6) mempunyai jabatan yang strategis di kelompoknya.


Anak Terpapar Narkoba Tak Diproses Pidana, Lapor IPWL

Anak Terpapar Narkoba Tak Diproses Pidana, Lapor IPWL

Para orangtua jangan takut untuk melaporkan anak atau keluarga yang terpapar narkoba ke Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL).


Penangguhan Kivlan Zein Hanya Tinggal Tunggu Waktu

Penangguhan Kivlan Zein Hanya Tinggal Tunggu Waktu

Satu persatu tokoh oposisi pendukung Capres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang sempat ditahan mendapat penangguhan penahanan.


TKN Akan Laporkan Saksi Paslon 02

TKN Akan Laporkan Saksi Paslon 02

Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf berencana akan melaporkan salah satu saksi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.


Peluru Terindikasi dari Senjata Rakitan

Peluru Terindikasi dari Senjata Rakitan

Uji balistik terhadap proyektil yang ditemukan di empat korban kerusuhan 22 Mei selesai.


Pelaku Hoax Server KPU Berpindah-pindah Lokasi selama Pengejaran

Pelaku Hoax Server KPU Berpindah-pindah Lokasi selama Pengejaran

Kasus hoaks server Komisi Pemilihan Umum (KPU) diseting memenangkan salah satu calon mulai menemui puncaknya.


Inckracht, Satu Keluarga Dieksekusi ke Penjara

Inckracht, Satu Keluarga Dieksekusi ke Penjara

Keluarga terpidana kasus suap proyek sistem penyediaan air minum (SPAM) di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dijebloskan ke penjara.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!