Kriminal
Share this on:

Santriwati Hilang Sepekan Lebih Akhirnya Ditemukan

  • Santriwati Hilang Sepekan Lebih Akhirnya Ditemukan
  • Santriwati Hilang Sepekan Lebih Akhirnya Ditemukan

KUDUS - Setelah menghilang lebih dari sepekan, Farikah Amafiroh akhirnya ditemukan di rumah temannya di Desa Jepang Pakis Kecamatan Jati kabupaten Kudus, kemarin.

Usai dibujuk sepupunya, Farikah akhirnya mau kembali ke rumah dengan catatan tidak dikekang lagi. Sebab, dia merasa didikan orang tuanya terlalu keras.

Sebelumnya, santri Pondok Pesantren Arwaniyyah Kudus ini mengadu tidak ingin melanjutkan menghafal Alquran lagi. Tidak jelas perkaranya apa, tapi Farikah bersikeras tidak ingin ke pesantren.

Sayang keinginannya itu tak disambut baik kedua orang tuanya, Aminatun dan Rohman Pramono. Orang tua Farikah tak rela anaknya berhenti menghafal Alquran.

Tiga hari setelah perdebatan itu, gadis yang berdomisili di RT 3/RW 4 Desa Jetis Kapuan, Jati, Kudus, menghilang dengan membawa dua handphone dan pakaian. Rupanya, Farikah menginap selama empat hari di rumah teman SMA-nya di Desa Kirig, Mejobo.

Sedangkan lima hari selanjutnya berpindah ke rumah adik kelasnya di Desa Jepang Pakis. Setelah viral di media sosial, teman Farikah berinisiatif menelepon keluarga. Dari keluarga akhirnya menjemput Farikah yang kemarin masih di Jepang Pakis.

Sempat menolak pulang, Farikah sepakat kembali dengan catatan tidak dimarahi orang tua. ”Awalnya tidak mau pulang. Setelah saya berjanji akan membela dia, akhirnya mau pulang,” ungkap Yulianto, sepupu yang menjemput Farikah.

Menurut keterangan Yulianto alias Ebleh, Farikah pergi dari rumah lantaran iri dengan kakaknya (kakak kedua) yang diperlakukan lebih oleh orang tuanya. Sedangkan Farikah merasa diperlakukan berbeda dan lebih keras.

”Ternyata perkaranya, sepupu saya ini merasa diperlakukan keras,” tegasnya.

Ebleh mengaku, selama menghilang, Farikah menjual satu handphone untuk kebutuhannya selama ini. Sedangkan barang lainnya masih ada. ”Makanya saat ditelepon tidak bisa itu, karena HP satunya dijual,” ucapnya.

Saat ini Farikah sudah berada di rumah. Orang tuanya juga tidak memintanya untuk kembali ke pesantren. Untuk selanjutnya Farikah dibiarkan memilih. ”Orang tuanya memberikan pilihan, mau di rumah dulu, kuliah, atau mondok. Kalau misal ingin kuliah ya nanti persiapan dulu. Kalau mau di rumah ya tidak masalah,” jelasnya.

Ebleh juga berterima kasih kepada Polres Kudus dan warga Kudus yang sudah membantu membagikan postingan berita menghilangnya Farikah. Dia berharap kejadian serupa tidak terulang kembali. ”Polres Kudus dan Polsek Jati juga sudah membantu mencari keberadaan sepupu saya. Kami ucapkan banyak terima kasih,” imbuhnya. (mal/lil/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

“Termakan” Rayuan, Pelajar Digerebek di Penginapan

“Termakan” Rayuan, Pelajar Digerebek di Penginapan

Sempat menghilang selama sepekan, Melati (bukan nama sebenarnya) akhirnya kembali ke pangkuan orangtuanya.


Petani Ditemukan Tewas Membusuk di Sawah

Petani Ditemukan Tewas Membusuk di Sawah

Malang nasib seorang petani bernama Misran, berusia 70 tahun.


Wanita Cantik dan Anaknya Hilang sejak 16 April

Wanita Cantik dan Anaknya Hilang sejak 16 April

Kornelius (59), warga Desa Gonis Tekam Kecamatan Sekadau Hilir itu tampak khawatir dengan keberadaan anaknya, Lisnawati (29) dan seorang cucunya.


Kepergok Curi Helm, Pria Paro Baya Babak Belur

Kepergok Curi Helm, Pria Paro Baya Babak Belur

RH (37), warga Slamaran, RT 2/9 Kelurahan Degayu, Pekalongan Utara, akhirnya harus merelakan wajahnya babak belur.


Menghilang, Santriwati Diduga Dijemput Kenalan Facebooknya

Menghilang, Santriwati Diduga Dijemput Kenalan Facebooknya

Awal Ramadan ini terasa sulit bagi Aminatun sekeluarga. Anak ketiganya, Farikah Amafiroh (18) menghilang usai pulang dari Pondok Pesantren (Ponpes) Arwaniyyah.


Dikira Boneka, Pemancing Temukan Mayat

Dikira Boneka, Pemancing Temukan Mayat

Sesosok mayat laki-laki ditemukan mengambang di Muara Pantai Wonokerto, Rabu (2/5) malam, sekitar pukul 22.30 WIB.


Terkubur 13 Jam, Pekerja Galian PAM Jaya asal Brebes Tewas

Terkubur 13 Jam, Pekerja Galian PAM Jaya asal Brebes Tewas

Setelah dilakukan upaya penyelamatan selama 13 jam lebih, akhirnya pekerja galian PT PAM Jaya bernama Tarno (42), berhasil ditemukan.


Asyik Mancing di Sungai, Temukan Mayat Perempuan Mengambang

Asyik Mancing di Sungai, Temukan Mayat Perempuan Mengambang

Sesosok mayat perempuan ditemukan mengambang di Sungai Serayu, Dusun Kebondalam Desa Sukorejo Kecamatan Mojotengah Kabupaten wonosobo,kemarin.


Koma Sepekan, Tahanan Titipan Tewas

Koma Sepekan, Tahanan Titipan Tewas

Tahanan titipan Pengadilan Negeri (PN) Rembang Edo Ibnu Darmanto meninggal, Jumat lalu (27/4).


Jenazah Pendaki Asal Slovakia Dikremasi

Jenazah Pendaki Asal Slovakia Dikremasi

Jenazah Andrey Voytech, warga asal Slovakia yang ditemukan tewas saat pendakian di Gunung Merbabu, Sabtu (7/4) lalu, akhirnya dikremasi di Kota Semarang.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!