Kriminal
Share this on:

Satgas Diinstruksikan Tembak di Tempat Pelaku Pembakaran Hutan

  • Satgas Diinstruksikan Tembak di Tempat Pelaku Pembakaran Hutan
  • Satgas Diinstruksikan Tembak di Tempat Pelaku Pembakaran Hutan

JAKARTA - Polri diminta untuk lebiih tegas dan berani dalam menindak para pelaku pembakar hutan, baik itu perorangan maupun korporasi. Lemahnya penindakan hukum sebagai salah satu sebab masih banyaknya kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPN) Doni Monardo menilai Polri belum maksimal dalam menegakkan hukum dan menindak pelaku pembakaran hutan. "Kebakaran hutan dan lahan penyebabnya 99 persen dilakukan manusia. Polri harus lebih berani dalam penegakan hukum," kata Doni dalam siaran pers, Selasa (13/8) kemarin.

Dia mengatakan solusi pengendalian kebakaran hutan dan lahan adalah dengan operasi yang melibatkan pasukan gabungan yang ditempatkan di wilayah yang sering terjadi bencana. "Pasukan gabungan tersebut bertugas melakukan pencegahan, penggalangan, dan ketertiban. Satuan tugas harus membina dengan menyentuh hati masyarakat agar tidak membakar hutan," tuturnya.

Upaya lain mencegah pembakaran hutan dan lahan adalah dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, BNPB memberikan bibit-bibit tanaman yang bernilai ekonomi untuk ditanam oleh masyarakat.

Kepala BNPB bersama Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya Bakar, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, dan Panglima TNI Hadi Tjahjanto mengunjungi Riau untuk memantau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan di Riau, Senin (12/8).

Pada kesempatan tersebut, Kapolri Tito Karnavian menyatakan akan menindak para pemain yang kerap membakar hutan. "Siapa saja berhak tangkap tangan pelaku pembakaran untuk kemudian diserahkan kepada polisi," ujarnya.

Terpisah, Komandan Satuan Tugas Gabungan Siaga Darurat Bencana Asap Sumatera Selatan Kol Arh Sonny Septiono menegaskan para petugas yang diturunkan di desa rawan karhutla diperintahkan tembak ditempat terhadap pelaku pembakaran hutan.

"Siapa pun yang tertangkap tangan melakukan pembakaran lahan secara sengaja diperintahkan kepada petugas yang patroli untuk melakukan tindakan tegas dan bila perlu ditembak di tempat," katanya, Selasa (13/8).

Dijelaskannya, tindakan tegas tembak di tempat merupakan langkah terakhir jika masyarakat tidak bisa dibina dan tetap membuka lahan pertanian/perkebunan dengan cara membakar. "Upaya melakukan pengendalian karhutla yang disebabkan oleh ulah manusia perlu dilakukan tindakan pembinaan dan penegakan hukum secara tegas," katanya.

Tindakan pembinaan dan penegakan hukum dalam operasi dilaksanakan satgas yang berlangsung sejak April 2019. Hasilnya Karhutla di Sumsel bisa dikendalikan, dan terbukti luas lahan yang terbakar bisa diminimalkan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

"Luas lahan terbakar di provinsi ini mencapai 572 hektare yang tersebar di lima kabupaten, yakni Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Pali, Banyuasin, dan Kabupaten Musi Banyuasin," ujarnya pula.

Kabaharkam Mabes Polri Komjen Condro Kirono saat meninjau Posko Satgas Karhutla Sumsel mendukung tindakan penegakan hukum secara tegas untuk melindungi 8,6 juta jiwa penduduk setempat. (gw/zul/fin)

Berita Berikutnya

Polisi Kembali Diserang KKSB Papua
Polisi Kembali Diserang KKSB Papua

Berita Sejenis

Terkait Rusuh Papua, Usut Aparat yang Bertindak Rasial

Terkait Rusuh Papua, Usut Aparat yang Bertindak Rasial

Kasus kekerasan yang melibatkan masyarakat Papua di Surabaya, Manokwari, dan beberapa tempat lainnya menyulut keprihatinan dari sejumlah pihak.


Polri Klaim Hotspot Karhutla Menurun

Polri Klaim Hotspot Karhutla Menurun

Jumlah titik panas atau hotspot akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau, Rabu (14/8) diklaim Polri telah mengalami penurunan yang signifika


Satgas Antimafia Bola Polri Garap 13 Provinsi

Satgas Antimafia Bola Polri Garap 13 Provinsi

Satgas Antimafia Bola Polri bakal bekerja ekstra memantau dan mengawasi pelaksanaan liga sepakbola Indonesia yang berlangsung tahun ini agar bersih dari match f


Berkas Kasus Polisi Tembak Polisi Dilimpahkan

Berkas Kasus Polisi Tembak Polisi Dilimpahkan

Berkas perkasa kasus penembakan yang dilakukan tersangka Brigadir Rangga Tianto terhadap Bripka Rahmat Efendi telah selesai. Dan telah dilimpahkan ke Kejaksaan.


Satgas Antimafia Bola Polri Dihiidupkan Lagi

Satgas Antimafia Bola Polri Dihiidupkan Lagi

Satgas Antimafia Bola kembali dibentuk untuk mengungkap kasus-kasus sepakbola Tanah Air dalam enam bulan ke depan.


Jokowi Ancam Copot Pejabat yang Gagal Atasi Kebakaran Hutan

Jokowi Ancam Copot Pejabat yang Gagal Atasi Kebakaran Hutan

Presiden Joko Widodo memberikan arahan tegas terkait pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).


Kampus Dianggap Tempat Aman Bagi Pengedar

Kampus Dianggap Tempat Aman Bagi Pengedar

Kampus dianggap sebagai salah satu tempat yang aman bagi para pengedar narkoba.


Lagi, WNI Terlibat Peredaran Narkoba di Malaysia

Lagi, WNI Terlibat Peredaran Narkoba di Malaysia

Kepolisian Malaysia berhasil membongkar kasus peredaran narkoba senilai total 1,75 juta Ringgit atau setara Rp5,9 miliar, dari tangan sembilan pelaku.


Hasil Test Psikologi Polisi yang Tembak Polisi Keluar 14 Hari Lagi

Hasil Test Psikologi Polisi yang Tembak Polisi Keluar 14 Hari Lagi

Brigadir Rangga Tianto, tersangka penembakan Bripka Rahmat di ruang SPKT Polsek Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Kamis (25/7), kini ditahan di Rumah tahanan (Rutan


Polisi Tembak Polisi, Beban Kerja Berat Penghasilan Minim

Polisi Tembak Polisi, Beban Kerja Berat Penghasilan Minim

Bentuk arogansi polisi sangat kentara dalam kasus polisi tembak mati polisi di Polsek Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Kamis (25/7) malam.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!