Kriminal
Share this on:

Satu Gadis Tasik Rp25 Juta

  • Satu Gadis Tasik Rp25 Juta
  • Satu Gadis Tasik Rp25 Juta

TASIKMALAYA - Empat Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok diketahui telah memberikan uang sebesar Rp25 Juta kepada empat gadis asal Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya. Uang tersebut sebagai rayuan agar gadis tersebut bersedia dinikahi.

Anggota Tim Elang Korem 062/Tarumanegara Serka Wawan Rusmawan Efendy mengatakan total WNA Tiongkok datang ke Karangnunggal Tasikmalaya berjumlah enam orang. Namun yang diamankan hanya empat WNA, diketahui hendak menikahi empat gadis di wilayah tersebut.

"Sebenarnya ada enam WNA, mereka datang bulan April 2019. Dari ke enam WNA diketahui satu orang merupakan WNI (Warga Negara Indonesia) keturunan Tiongkok yakni Injo Tek Lie, warga Cengkareng Jakarta Barat," katanya kepada wartawan, Senin (29/4).

WNI itu, kata dia, diduga sebagai perantara bagi WNA Tiongkok, yang sebelumnya pernah bekerja di perusahaan tambang Batu Bentonit di Kecamatan Karangnunggal 2012 lalu. Sehingga WNI itu mengenali wilayah tersebut. "Mereka itu memang sebelumnya dibawa oleh perantara ke daerah Karangnunggal," ujarnya.

"Dari informasi yang diterimanya, keempat WNA tersebut sempat dijemput salah satu gadis asal Karangnunggal. Jadi hanya sebagian WNA yang ikut ke Tasikmalaya. Sisanya masih di Jakarta," paparnya.

Wawan menjelaskan keempat WNA Tiongkok ini masuk ke Indonesia menggunakan paspor wisata. "Cuma saat itu (ketika diamankan, Red) tidak membawa paspor. Karena digunakan sebagai syarat untuk mengurus surat pernikahan, saat ini paspornya berada di Jakarta," jelasnya.

Dia khawatir keempat WNA tersebut, tidak hanya bertujuan mencari jodoh, tetapi ada motif lain seperti human trafficking, ilegal mining atau merusak alam. "Karena memang selatan ini (Tasikmalaya selatan, Red) sangat berpotensi melakukan ilegal mining," tuturnya.

Apalagi, kata Wawan, dalih keempat WNA Tiongkok itu menikahi orang Indonesia untuk mendapatkan hadiah dari negaranya. "Namun kita tidak percaya alibi itu, dan tetap terus waspada. Karena ditakutkan terjadi human trafficking dan ilegal mining," kata dia.

Wawan menambahkan dari hasil pendalamannya, keempat WNA tersebut masing-masing sudah memiliki calon istri yang semuanya berasal dari Karangnunggal Tasikmalaya. "Kemungkinan besar, bila sudah menikah akan dibawa ke Tingkok, pasalnya saat ini keempat calon istrinya itu (gadis Tasik) sudah dimintai data untuk pengurusan paspor," tuturnya.

Bahkan, kata Wawan, persyaratan paspor empat gadis asal Karangnunggal tersebut sudah dibuat oleh perantaranya. "KTP asli keempat gadis itu dibawa perantara WNA, sehingga gadis-gadis ini hanya memegang foto kopi KTP," terangnya.

Untuk memikat hati keempat gadis tersebut, keempat WNA asal Tiongkok berjanji akan memberikan hidup layak ketika sudah menikah. Kepada keempat gadis itu sudah diberikan uang masing-masing sebesar Rp 25 juta. "Uang itu dibelikan untuk perhiasan, pakaian dan hape bagi keempat gadis," paparnya.

Keempatnya gadis yang akan dinikahi WNA Tiongkok itu, tambah Wawan, berusia dikisaran 19-24 tahun. "Mereka sehari-sehari tidak bekerja dengan kondisi ekonomi kurang mampu. Kondisinya memang kurang mampu," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Polsek Karanunggal Kabupaten Tasikmalaya mengamankan empat orang warga negara asing (WNA) asal Tiongkok, Kamis (25/4). Mereka diamankan karena tidak memiliki identitas diri, keempatnya lalu dibawa ke Kantor Imigrasi Tasikmalaya, Jumat (26/4) kemarin.

Keempat WNA Tiongkok tersebut yakni Sun Mingchao (27), Zeng Xiangshun (32), Li Yadong (27) dan Yuan Zhensun (22). Mereka diamankan setelah adanya informasi dari masyarakat sekitar, ketika empat WNA itu bertamu ke salah satu rumah warga di Kampung Karangsari RT/RW 008 Desa Karangnunggal Kecamatan Karangnunggal, warga pun curiga dan melaporkannya ke Polsek Karangnunggal.

Saat didatangi pihak Polsek, keempat WNA itu diduga hendak melaksanakan pernikahan dengan gadis asal Karangnunggal Tasikmalaya yang masih berusia dibawah 20 tahun. Setelah ada informasi dari warga, kita langsung ke lokasi. Ternyata ada empat warga asing yang tidak memiliki identitas apapun, termasuk tidak mampu berkomunikasi, ujar Kapolsek Karanunggal Kompol K Jefri kepada Radar, Minggu (28/4) kemarin.

WNA tersebut, kata Jefri, tidak membawa identitas dengan alasan ketinggalan. Selain itu, keempatnya tidak bisa berkomunikasi dengan bahasa Indonesia maupun Inggris. "Kita juga memiliki keterbatasan dan sulit menerjemahkan bahasa mereka secara utuh," tuturnya. (ujg/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

KPK Ungkap Peran Empat Tersangka Baru Korupsi KTP Elektronik

KPK Ungkap Peran Empat Tersangka Baru Korupsi KTP Elektronik

Tindak pidana korupsi pengadaan KTP elektronik (KTP-el) seakan tak berujung. Satu persatu, mereka yang terlibat diungkap kepermukaan.


Indonesia Geram, Vanatu Libatkan Benny Wenda pada Forum PIF

Indonesia Geram, Vanatu Libatkan Benny Wenda pada Forum PIF

Vanuatu yang mengikutkan salah satu tokoh Papua Merdeka Benny Wenda sebagai peserta Forum Kepulauan Pasifik (PIF) di Tuvalu, 13-16 Agustus mendatang.


Tim Teknis Kasus Novel Tak Sentuh Perkara 'Buku Merah'

Tim Teknis Kasus Novel Tak Sentuh Perkara 'Buku Merah'

Kasus Buku Merah yang diduga sebagai salah satu sebab penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan tak menjadi fokus Tim Teknis Polri.


TNI Terpapar Radikalime Harus Segera Diverifikasi

TNI Terpapar Radikalime Harus Segera Diverifikasi

Salah satu cara agar kembali ke ideologi Pancasila dan kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah dengan melakukan sterilisasi.


Mark Up Proyek Dana Desa sampai Rp500 Juta, Kades Dibui

Mark Up Proyek Dana Desa sampai Rp500 Juta, Kades Dibui

Penyelewangan Dana Desa (DD) oleh Kepala Desa masih marak terjadi di sejumlah daerah. Salah satunya di Desa Kasang Lopak Alai Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Mua


Kampus Dianggap Tempat Aman Bagi Pengedar

Kampus Dianggap Tempat Aman Bagi Pengedar

Kampus dianggap sebagai salah satu tempat yang aman bagi para pengedar narkoba.


Lagi, WNI Terlibat Peredaran Narkoba di Malaysia

Lagi, WNI Terlibat Peredaran Narkoba di Malaysia

Kepolisian Malaysia berhasil membongkar kasus peredaran narkoba senilai total 1,75 juta Ringgit atau setara Rp5,9 miliar, dari tangan sembilan pelaku.


Polisi Tembak Polisi, 7 Peluru Tewaskan Bripka Rachmat Effendy

Polisi Tembak Polisi, 7 Peluru Tewaskan Bripka Rachmat Effendy

Peristiwa tragis terjadi di Polsek Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Polisi menembak polisi hanya karena ingin membebaskan salah satu tersangka tawuran.


WNI Diduga Diperas Polisi Antiteroris Malaysia

WNI Diduga Diperas Polisi Antiteroris Malaysia

Sedikitnya tiga anggota unit antiteroris Kepolisian Malaysia ditangkap, atas kasus pemerasan kepada salah satu warga negara Indonesia (WNI).


Puluhan Warga Turki Tewas Akibat Miras Oplosan

Puluhan Warga Turki Tewas Akibat Miras Oplosan

Akibat mengkonsumsi minuman alkohol oplosan, lebih dari 20 orang meninggal dunia di Turki selama satu bulan terakhir.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!