Kriminal
Share this on:

Sebut Sidang MK Hanya Permainan, Seorang Pria Ditangkap

  • Sebut Sidang MK Hanya Permainan, Seorang Pria Ditangkap
  • Sebut Sidang MK Hanya Permainan, Seorang Pria Ditangkap

**JAKARTA ** - Seorang pria berinisial TFQ ditangkap aparat Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipisiber) Bareskrim Polri. Pria berusia 47 tahun itu diduga telah menyebarkan berita bohong alias hoaks di aplikasi WhatsApp Group (WAG).

Warga Dusun Satu Kecamatan Jalaksana Kabupaten Kuningan Jawa Barat yang juga pendukung capres 02 di Pilpres 2019 ini diamankan di wilayah Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (3/7). Karena menyebarkan hoaks berisi penghinaan dan pencemaran nama baik terhadap institusi Mahkamah Konstitusi (MK) ke lima WAG.

"Iya rekan kita informasikan sudah menangkap tersangkanya dan saat ini kasusnya masih didalami dan sedang diproses lebih lanjut oleh penyidik Dittipisiber Bareskrim Polri," ucap Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, Jumat (5/7) kemarin.

Menurut Dedi, bakal dijerat Pasal Penghinaan dan atau pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 ayat (3) Jo Pasal 27 ayat (3) UU No. 19 tahun 2016 ttg Perubahan atas UU No. 11 tahun 2008 tentang ITE pasal 207 KUHP dan penghinaan sebagaimana dimaksud Pasal 310 atau Pasal 311 KUHP ttg penghinaan terhadap penguasa atau badan umum. Ancamannya kurungan penjara 4 tahun dan denda paling banyak Rp750 juta.

"Jadi, karena ancamannya di bawah lima tahun kemungkinan tersangka tidak ditahan," kata Dedi.

Terpisah, Kasubdit I Dittipisiber Bareskrim Polri Kombes Pol Dani Kustoni mengatakan, tersangka ditangkap setelah pihaknya mendapatkan adanya informasi penyebaran berita hoaks tentang MK, serta menghina dan mencemarkan nama baik MK yang disebarkan ke dalam 5 WAG.

"Informasi yang kami terima, dia sebarkan berita hoaks itu pada Jumat (28/6) sekitar pukul 15.26 wib, sehari setelah sidang putusan sengketa Pilpres 2019 yang isinya berunsur penghinaan dan pencemaran nama baik MK," jelas Dani secara tertulis kepada Fajar Indonesia Network.

Kemudian, lanjut Dani, berbekal informasi itu timnya langsung memburu tersangka yang akhirnya dapat ditangkap, pada Rabu (3/7) sekitar pukul 18.00 wib. Selanjutnya, guna penyelidikan lanjutan tersangka pun dibawa ke Bareskrim Mabes Polri.

Kepada penyidik dia mengakui perbuatannya. Dengan alasan, bahwa penyebaran konten berisi hoaks, menghina, mencemarkan dan mendiskreditkan MK didasari atas ketidakpuasan terhadap putusan MK yang menolak gugatan dan tidak memenangkan Presiden-Wakil presiden pilihannya.

"Pengakuannya, dia tidak puas dengan hasil putusan MK. Dan keterangannya kepada penyidik, tersangka ini merupakan warga asli Bima, Nusa Tenggara Barat yang merupakan pendukung salah satu paslon Pilpres 2019," ungkap Dani.

Adapun dari hasil penangkapan ini, Dani mengungkapkan, kalau pihaknya berhasil mengamankan barang bukti dari tangan tersangka, antara lain 1 unit HP merk Oppo A37F warna putih-gold, dan kartu SIM Card nomor HP ; 081319998XXX yang digunakan untuk kejahatan tersangka.

"Semua barang bukti ini sudah kita sita dari tersangka guna proses hukum lebih lanjut," tutupnya.

Sementara itu, Dani menyampaikan, terkait tulisan TFQ konten yang disebarkan tersangka berupa berita Hoaks, penghinaan dan pencemaran nama baik itu yakni, "Baru semalam diumumkan oleh MK, hari ini undangan syukuran JM sudah beredar. Sampai di sini faham yah, bahwa sidang MK hanya permainan belaka. Yuk kita juga syukuran kemenangan kita yang tetap istiqomah berada dalam barisan pemegang kebenaran. Dunia hanya permainan, akhiratlah kampung halaman kita yang harus diperjuangan selama hayat di kandung badan," tulis Dani melalui pesan singkatnya. (mhf/zul/gw/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Buronan Korupsi Disparbudpora Pidie Ditangkap

Buronan Korupsi Disparbudpora Pidie Ditangkap

Tim Intelijen dan Tim Pidsus Kejaksaan Negeri Pidie, Aceh menangkap buronan H. Arifin bin Rahmad, Rabu (18/9) lalu.


Terlibat Kasus Curanmor, Otak Kerusuhan Papua Ditangkap

Terlibat Kasus Curanmor, Otak Kerusuhan Papua Ditangkap

Tim gabungan Polda Papua kembali meringkus diduga dalang atau aktor intelektual kasus kerusuhan yang terjadi di Tanah Papua, beberapa waktu lalu.


Penunggak Pajak Bakal Ditangkap

Penunggak Pajak Bakal Ditangkap

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengancam akan menangkap para penunggak pajak. Terlebih saat ini Pemperov DKI telah menggelar program keringanan pajak.


WNI Diperkosa di Malaysia

WNI Diperkosa di Malaysia

Seorang warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) di Malaysia, diperkosa oleh pria warga India.


Sidang Pelaku Christchurch Ditunda

Sidang Pelaku Christchurch Ditunda

Persidangan pelaku penembakan massal di dua masjid di Selandia Baru ditunda sebulan. Hal itu lantaran bersamaan dengan Bulan Suci Ramadhan tahun depan.


10 WNI di Malaysia Terlibat Penyelundupan Manusia

10 WNI di Malaysia Terlibat Penyelundupan Manusia

Sedikitnya 10 warga negara Indonesia (WNI) ditangkap kepolisian laut Malaysia, saat hendak meninggalkan negara itu secara ilegal dengan kapal.


Tampar Bayi, TKI di Malaysia Divonis Enam Bulan Penjara

Tampar Bayi, TKI di Malaysia Divonis Enam Bulan Penjara

Seorang TKI yang berprofesi sebagai babysitter dihukum denda oleh Pengadilan Malaysia, karena menampar pipi seorang bayi berusia enam bulan.


WNI Jadi Korban Perampokan Rp4,1 Miliar di Malaysia

WNI Jadi Korban Perampokan Rp4,1 Miliar di Malaysia

Seorang warga negara Indonesia (WNI) di Malaysia menjadi korban perampokan uang tunai sebanyak 1,24 juta Ringgit atau setara Rp4,1 miliar.


Polisi Tangkap 12 Bandar Narkoba Jaringan Jakarta-Pekanbaru-Malaysia

Polisi Tangkap 12 Bandar Narkoba Jaringan Jakarta-Pekanbaru-Malaysia

Sebanyak 12 bandar narkotika jenis sabu dan ekstasi jaringan Jakarta-Pekanbaru-Malaysia ditangkap Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya.


Setuju Revisi UU KPK, Yusril Sebut SP3 untuk Kepastian Hukum

Setuju Revisi UU KPK, Yusril Sebut SP3 untuk Kepastian Hukum

Kewenangan penerbitan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi sorotan sejumlah kalangan.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!