Kriminal
Share this on:

Sedang Makan Siang, Buronan Bank Century Ditangkap

  • Sedang Makan Siang, Buronan Bank Century Ditangkap
  • Sedang Makan Siang, Buronan Bank Century Ditangkap

JAKARTA - Buronan tindak pidana pencucian uang (TPPU) kasus Bank Century Stefanus Farok Nurtjahja ditangkap tim intelijen Kejaksaan Agung, Selasa (29/10) lalu. Terpidana enam tahun penjara itu diringkus di sebuah rumah makan di Jakarta.

"Ditangkap tim gabungan Intelijen Kejaksaan Agung, Kejati DKI Jakarta dan Kejari Jakarta Pusat," ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapus Penkum) Kejaksaan Agung, Mukri di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (30/10) kemarin.

Dia menjelaskan penangkapan itu berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor: No. 535 K/Pid.Sus/2014 tanggal 14 Juli 2014. Dalam amar putusan tersebut, Stefanus Farok dijatuhi pidana penjara selama 6 tahun serta denda Rp1 miliar.

"Namun sebelum Jaksa sempat melakukan eksekusi, dia telah melarikan diri," tegasnya.

Stefanus Farok Nurtjahja langsung dibawa menuju Lapas Salemba untuk menjalani hukumannya."Penangkapan ini merupakan kinerja Program Tangkap Buronan (Tabur) 31.1 yang ke 346. Tepatnya, sejak program itu diluncurkan Januari 2018," imbuh Mukri.

Dari 346 buronan tersebut meliputi 207 orang pelaku kejahatan Kejati dan Kejari yang ditangkap pada periode tahun 2018. Sementara 139 pelaku kejahatan Kejati dan Kejari yang diringkus periode Januari-Oktober tahun 2019.

Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM Intel) Jan S. Maringka menyatakan program ini merupakan upaya optimalisasi penangkapan buronan pelaku kejahatan. "Khususnya dalam upaya penuntasan perkara. Baik tindak pidana umum maupun tindak pidana khusus," ujar Jan.

Menurutnya, dalam melaksanakan tugas, tim Tabur melakukan koordinasi dengan unsur Forkominda, Imigrasi, Otoritas Bandara/Pelabuhan, serta Kementerian dan Lembaga terkait. “Melalui program Tabur 31.1 ini, kami menyampaikan pesan bahwa tidak ada tempat yang aman bagi pelaku kejahatan,” tegasnya.

Sementara itu, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mengatakan penangkapan buronan terlihat signifikan, setelah adanya program tangkap buronan. "Signifikan jumlah buronan yang ditangkap jaksa. Bagus juga ada komitmen," kata Boyamin.

Namun, Boyamin belum melihat adanya keseriusan kejaksaan untuk menangkap buronan kelas kakap. Hingga saat ini, jika dibandingkan lebih banyak buronan kelas teri yang diringkus. "Kita harapkan buronan kakap juga ditangkap dong. Jangan dibiarkan berkelana menikmati uang hasil korupsinya," tutupnya. (lan/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Tim Tabur 31.1 Harus Berani Tangkap Buronan Kakap

Tim Tabur 31.1 Harus Berani Tangkap Buronan Kakap

Program Tangkap Buronan (Tabur) 31.1 yang mewajibkan setiap Kejaksaan Tinggi minimal harus menangkap satu buronan setiap tiga bulan, dinilai cukup efektif.


Kepala Diparta Lombok Barat Ditangkap Jaksa

Kepala Diparta Lombok Barat Ditangkap Jaksa

Tim Intelijen Kejaksaan Negeri Mataram Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), Selasa (12/11) kemarin.


Nelayan Indonesia Kembali Ditangkap di Australia

Nelayan Indonesia Kembali Ditangkap di Australia

Pihak berwenang Australia kembali menangkap sebuah perahu nelayan asal Indonesia di perairan negara bagian Northern Territory.


Pelaku Pembunuh WNI di Malaysia Ditangkap

Pelaku Pembunuh WNI di Malaysia Ditangkap

Kepolisian Malaysia menangkap salah seorang pria yang diduga memiliki keterkaitan atas temuan sesosok jasad wanita berkewarganegaraan Indonesia (WNI).


Waspadai Buku KIR Palsu

Waspadai Buku KIR Palsu

Dua pelaku pemalsuan buku Kir kendaraan ditangkap polisi. Keduanya merupakan bapak dan anak yang telah beraksi selama 12 tahun.


Istri Pertama Abu Bakr al-Baghdadi Ditangkap di Mesir

Istri Pertama Abu Bakr al-Baghdadi Ditangkap di Mesir

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan berhasil menangkap Asma Fauzi Muhammad al-Qubaysim.


Diduga Menyelundupkan Imigran Gelap, WNI Ditangkap di Malaysia

Diduga Menyelundupkan Imigran Gelap, WNI Ditangkap di Malaysia

Otoritas Malaysia menangkap sedikitnya 10 warga negara Indonesia (WNI) terkait dugaan aktivitas penyelundupan imigran.


Dewan Pengawas KPK Harus Bersih dari Pidana

Dewan Pengawas KPK Harus Bersih dari Pidana

Presiden Joko Widodo mengaku sedang memilih siapa yang dinilai tepat menjadi anggota Dewan Pengawas (Dewas) KPK.


Pukul Petugas Sirkuit Sepang, Seorang WNI Ditangkap Polisui

Pukul Petugas Sirkuit Sepang, Seorang WNI Ditangkap Polisui

Seorang pria warga negara Indonesia (WNI) ditangkap oleh Kepolisian Malaysia, Senin (4/11) lalu.


Rakit 10 Senpi, Youtuber Ditangkap

Rakit 10 Senpi, Youtuber Ditangkap

Seorang Youtuber bernama Muhammad Rafli (26) diringkus Sat Reskrim Polres Tangsel.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!