Kriminal
Share this on:

Sekap Pacar , Korban Diperkosa dan Dianiaya

  • Sekap Pacar , Korban Diperkosa dan Dianiaya
  • Sekap Pacar , Korban Diperkosa dan Dianiaya

SURABAYA - Kondisi M. Imron Ali Rodisi,23, diselimuti emosi. Dia menuding pacarnya IS,20, warga Jalan Jeruk memiliki pria idaman lain (PIL). Amarah pemuda yang tinggal di Jalan Kedondong Kidul 2/18 Surabaya ini memuncak setelah melihat chatting mesra IS dan teman prianya.

Pemuda asal Dusun Cemplokosari, Desa Sarimulyo, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi ini pun nekat menyekap korban. Tak hanya itu, selama disekap korban juga diperkosa dan dianiaya.

Penangkapan Imron dilakukan tim unit Reskrim Polsek Tegalsari pada Senin (14/1). Kasus ini berawal ketika tersangka memaksa korban untuk berhubungan intim di kosnya. Namun ajakan itu ditolak korban lantaran sedang bekerja. Namun Imron memaksa dan meminta IS untuk ambil libur.

"Tersangka mengancam korban jika ia tidak datang, maka foto bugil korban akan disebarkan," ungkap Kapolsek Tegalsari, Kompol David Trio Prasojo, Selasa (15/1).

David mengatakan setelah mendapat ancaman itu, korban pun menemui Imron di tempat kosnya. Setelah itu, tersangka langsung meminta "jatah". Namun pada saat berhubungan itu, tiba-tiba HP korban berbunyi. Terlihat ada pesan dari seoarang pria. Imron pun kemudian melihat isi pesan itu. Ia pun emosi karena isi pesan bernada mesra.

Pelaku pun melampiaskannya dengan cara menampar, memukul, menjambak hingga menggunting rambut korban. Sementara korban tak berdaya melawan meskipun dia sudah menjelaskan jika pria itu adalah teman kerjanya.

"Setelah melakukan kekerasan itu. Tersangka tak mengizinkan korban pulang selama dua hari. Di waktu itulah tersangka menyetubuhi korban sebanyak empat kali," imbuhnya.

Menurut David, tersangka dan korban memang sepasang kekasih. Keduanya sudah menjalin hubungan selama setahun. Selama berhubungan itu, tersangka mengaku sudah berulang kali menyetubuhi korban.

Versi Imron sudah sekitar 15 kali. Tak hanya itu, tersangka juga kerap meminta korban untuk foto bugil dan dikirimkan melalui pesan WA. "Kalau tersangka kangen, dia lantas meminta foto itu kepada korban. Awalnya hanya digunakan koleksi pribadi. Namun belakangan, foto itu dijadikan bahan ancaman," terang mantan Kapolsek Tambaksari ini.

Perwira menengah dengan satu melati di pundak ini mengatakan dari penangkapan tersangka Imron. Polisi mengamankan barang bukti yakni gunting yang digunakan memotong rambut korban dan juga hasil visum luka korban akibat dipukul pelaku.

Sementara itu, kepada polisi Imron mengaku nekat melakukan kekerasan hingga menyekap korban lantaran cemburu. "Bahasa pesannya sudah menjurus ke perasaan. Itulah yang membuat saya marah hingga melampiaskannya dengan memukul, menjambak dan menggunting rambutnya," kata Imron. (yua/rud/jpg)

Berita Sebelumnya

THL Diskes Positif Narkoba Lagi
THL Diskes Positif Narkoba Lagi

Berita Berikutnya

Penjual Jus Edarkan Sabu-sabu
Penjual Jus Edarkan Sabu-sabu

Berita Sejenis

Sepuluh Nelayan Diduga Diculik Komplotan Abu Sayyaf

Sepuluh Nelayan Diduga Diculik Komplotan Abu Sayyaf

10 nelayan di lepas pantai Kalimantan diculik dan disandera sekelompok orang bersenjata, yang ditenggarai komploltan militan Abu Sayyaf.


Patroli Siber Whatsapp Group Picu Polemik

Patroli Siber Whatsapp Group Picu Polemik

Dibentuknya patroli siber di WhatsApp Group (WAG) oleh pihak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus menimbulkan pro dan kontra.


Giliran Lelang Gula Kemendag Diperiksa

Giliran Lelang Gula Kemendag Diperiksa

KPK terus mengembangkan perkara dugaan suap dan gratifikasi yang menjerat anggota DPR (nonaktif) Bowo Sidik Pangarso.


Peluru Terindikasi dari Senjata Rakitan

Peluru Terindikasi dari Senjata Rakitan

Uji balistik terhadap proyektil yang ditemukan di empat korban kerusuhan 22 Mei selesai.


Kejagung Mulai Sidik Dugaan Korupsi Kapal KKP

Kejagung Mulai Sidik Dugaan Korupsi Kapal KKP

Penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung kembali membongkar kasus dugaan korupsi di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).


Menag ke Luar Negeri, Gubernur Jatim Ada Rapat

Menag ke Luar Negeri, Gubernur Jatim Ada Rapat

Menag dan Gubernur Jatim Tak Penuhi Panggilan Sidang Tipikor sebagai saksi, Rabu (19/6) kemarin.


KPK-Kemenkumham Beda Pendapat

KPK-Kemenkumham Beda Pendapat

Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly menilai napi korupsi tidak masuk golongan beresiko tinggi (high risk).


Sanksi Oknum dan Pejabat Lapas Harus Dipublikasikan

Sanksi Oknum dan Pejabat Lapas Harus Dipublikasikan

Pemindahan Setya Novanto (Setnov) dari Lapas Sukamiskin ke Lapas Gunung Sindur dinilai belum menyelesaikan masalah.


Delapan dari 9 Peserta Aksi 21-22 Mei Tewas Diduga Akibat Peluru Tajam

Delapan dari 9 Peserta Aksi 21-22 Mei Tewas Diduga Akibat Peluru Tajam

Empat dari sembilan korban tewas saat kerusuhan 21-22 Mei dipastikan karena peluru tajam.


LPSK Harus Lindungi Hakim MK

LPSK Harus Lindungi Hakim MK

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) diminta ikut melindungi dan menjamin keamanan seluruh hakim Mahkamah Konstitusi (MK).



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!