Kriminal
Share this on:

Selamatkan Aset Rp100 Miliar dari Maluku Utara

  • Selamatkan Aset Rp100 Miliar dari Maluku Utara
  • Selamatkan Aset Rp100 Miliar dari Maluku Utara

JAKARTA - Tim Wilayah XI Koordinasi Supervisi Pencegahan (Korsupgah) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan potensi penyelamatan aset di Provinsi Maluku Utara sebesar total Rp100 miliar. Temuan ini didapat berdasarkan rangkaian kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) pada Senin (5/8) hingga Jumat (9/8).

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, potensi aset tersebut berupa tujuh bidang tanah berikut bangunan asrama mahasiswa yang dibangun di atasnya oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Tengah. Keseluruhan gedung tersebar di tujuh provinsi yakni DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Maluku Utara, Maluku, Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan Sulawesi Selatan.

"Asrama mahasiswa tersebut dibangun oleh Pemkab Halmahera Tengah untuk memfasilitasi mahasiswa yang berasal dari daerah yang sedang berkuliah di kota-kota tersebut," ujar Febri kepada wartawan,kemarin (11/8).

Berdasarkan penelusuran Tim Korsupgah, bangunan asrama tersebut tidak terdata di Pemkab lantaran dokumennya beratasnamakan pegawai. Sehingga potensi pendapatan daerah dari biaya sewa asrama tidak diterima oleh Pemkab.

Febri menyatakan, KPK mendorong Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemkab Halmahera Tengah untuk berkoordinasi dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) guna mempercepat legalisasi aset-aset tersebut agar dapat dimanfaatkan bagi kepentingan masyarakat.

Tak hanya di Kabupaten Halmahera Tengah, permasalahan serupa juga terjadi di Kabupaten Halmahera Barat. Pada daerah ini, KPK menemukan potensi kerugian dari pengelolaan aset bergerak.

"Tim menemukan sebanyak 62 kendaraan roda empat dan 331 kendaraan roda dua yang sebagiannya dalam penguasaan mantan pejabat, tidak diketahui keberadaan fisiknya ataupun dalam kondisi rusak," papar Febri.

KPK pun, kata Febri, memberi tenggat waktu hingga akhir 2019 bagi Pemkab Halmahera Barat untuk melakukan proses penyelamatan aset tersebut dan melakukan lelang. Di Kabupaten Halmahera Utara juga ditemukan persoalan yang sama.

Sedikitnya, 19 kendaraan roda empat tidak diketahui keberadaan fisiknya. Selain itu, 248 kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dilengkapi dokumen Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). Bahkan, tim juga menemukan kendaraan dinas yang mesinnya hilang.

"Selain aset bergerak, tim juga menemukan aset Pemkab Halmahera Utara lainnya yakni berupa tanah yang berada dalam penguasaan pihak ke-3. Bahkan di atas tanah tersebut sudah dibangun bangunan-bangunan permanen dan semi permanen," ungkapnya.

Sama halnya dengan Pemkab Halmahera Barat, Febri menyampaikan KPK memberi tenggat waktu hingga akhir 2019 kepada Pemkab Halmahera Utara untuk menertibkan aset-aset tersebut. Penertiban disarankan berupa pengembalian kendaraan bermotor ke Pemkab, menarik kembali aset yang berada dalam penguasaan pihak ketiga, serta menerbitkan ulang BPKB.

Di disi lain, KPK juga menemukan aset berupa tanah seluas lebih dari seribu hektare yang akan diserahkan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XIV kepada Pemkab Halmahera Utara. Tanah tersebut saat ini ditempati oleh komplek Pemkab dan instansi vertikal lainnya. KPK mendorong penyelesaian mekanisme penyerahan tanah tersebut segera agar tidak terjadi potensi masalah di kemudian hari.

Upaya penyelamatan aset pemerintah daerah merupakan satu dari delapan fokus program korsupgah terintegrasi oleh KPK. Tujuh okus lainnya adalah perencanaan dan penganggaran APBD, optimalisasi pendapatan daerah, pengadaan barang dan jasa, pelayanan terpadu satu pintu, kapabilitas APIP, manajemen ASN, dan dana desa. (riz/zul/fin/ful)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

ISIS Ancam Ledakan Universitas Pattimura

ISIS Ancam Ledakan Universitas Pattimura

Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) menebar teror di Universitas Pattimura, Kota Ambon, Maluku, Kamis (15/8).


Diselundupkan, Lobster Lampung Dibandrol Rp8 Miliar, Batam Rp13 Miliar

Diselundupkan, Lobster Lampung Dibandrol Rp8 Miliar, Batam Rp13 Miliar

Mafia perdagangan bibit lobster di sejumlah daerah bukannya kapok tapi kian menggurita. Ini dibuktikan dengan sederet pengungkapan yang dilakukan aparat kepolis


Satgas Antimafia Bola Polri Garap 13 Provinsi

Satgas Antimafia Bola Polri Garap 13 Provinsi

Satgas Antimafia Bola Polri bakal bekerja ekstra memantau dan mengawasi pelaksanaan liga sepakbola Indonesia yang berlangsung tahun ini agar bersih dari match f


Modus Baru, Paket Mobil Berisi 500 Kg Ganja

Modus Baru, Paket Mobil Berisi 500 Kg Ganja

Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menggagalkan aksi penyelundupan ganja kering seberat 500 kg asal Aceh di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (


90 Persen Perkara Pileg Ditolak MK

90 Persen Perkara Pileg Ditolak MK

Dari 260 perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pileg 2019 yang ditangani Mahkamah Konstitusi (MK), lebih dari 90 persen telah ditolak dan tidak diter


Tiga WNI Lolos dari Tiang Gantungan di Malaysia

Tiga WNI Lolos dari Tiang Gantungan di Malaysia

Tiga Warga Negara Indonesia (WNI) terpidana mati, kasus narkoba mendapat pengampunan dari Raja Malaysia.


Saldo Kosong, Kuras Rekening Orang Rp1,7 Miliar Pakai ATM

Saldo Kosong, Kuras Rekening Orang Rp1,7 Miliar Pakai ATM

Jajaran Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap seorang hacker yang menguras rekening milik orang lain sebanyak Rp 1,77 miliar.


Cina Klaim Bebaskan Sebagian Warga Muslim dari Kamp Xinjiang

Cina Klaim Bebaskan Sebagian Warga Muslim dari Kamp Xinjiang

Pemerintah Cina mengklaim, sudah membebaskan sebagian besar orang dari kamp-kamp di Xinjiang.


Tudingan Kepada Tiga Calon Capim KPK dari Polri Tak Berdasar

Tudingan Kepada Tiga Calon Capim KPK dari Polri Tak Berdasar

Tiga calon pimpinan (Capim) KPK dari institusi Polri diterpa kabar tak sedap. Rekam jejak ketiganya dinilai buruk.


Lagi, WNI Terlibat Peredaran Narkoba di Malaysia

Lagi, WNI Terlibat Peredaran Narkoba di Malaysia

Kepolisian Malaysia berhasil membongkar kasus peredaran narkoba senilai total 1,75 juta Ringgit atau setara Rp5,9 miliar, dari tangan sembilan pelaku.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!