Kriminal
Share this on:

Sembilan Gram Sabu Dilarutkan Air lalu Dibuang

  • Sembilan Gram Sabu Dilarutkan Air lalu Dibuang
  • Sembilan Gram Sabu Dilarutkan Air lalu Dibuang

MUSNAHKAN SABU - Kasat Reskrim Iptu Bambang dan tersangka Mo Silvia menyaksikan pemusnahan barang bukti 9 gram sabu-sabu, kemarin. (agus wibowo/radar tegal)

TEGAL - Satuan Reserse Narkoba Polres Tegal Kota bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Tegal, Kamis (31/1), memusnahkan barang bukti 9 gram sabu-sabu dari tersangka Mo Silvia Leonita (47), warga asal Jalan Pondok Randu Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, yang belum lama ini diringkus.

Kapolres Tegal Kota AKBP Siti Rondhijah SSi MKes melalui Kasat Narkoba Iptu Bambang menjelaskan, meski kasusnya belum disidangkan di PN Tegal, namun sesuai petunjuk jaksa, dari barang bukti 10 gram sabu-sabu, 9 gram-nya harus dimusnahkan. Sedangkan yang 1 gram dijadikan barang bukti untuk persidangan.

''Dalam Pasal 91 UU Narkotika Nomor 35/2009 tentang pengelolaan barang bukti narkotika, penyidik meminta penetapan tehadap status penyitaan barang bukti narkotika kepada Jaksa. Akhirnya ditetapkan, 1 gram dijadikan barang bukti untuk perisdangan, sedangkan yang 9 gram dimusnahkan penyidik,'' jelasnya.

Jaksa yang hadir dalam pemusnahan tersebut, Slamet SH, menjelaskan, memang ada opsi dalam penetapan status barang bukti.

''Di antaranya bisa disisihkan untuk barang bukti di persidangan semuanya, bisa dimusnahkan sebagian dan sebagian lagi dijadikan barang bukti, digunakan untuk ilmu pengetahuan, serta bisa juga disisihkan untuk keperluan bidang kedokteran,'' jelasnya.

Saat 9 gram sabu-sabu dimusnahkan, polisi dan jaksa turut menghadirkan tersangka Mo Silvia. Saat itu, barang bukti masih tersegel dalam plastik.

Kemudian, 9 gram sabu dimasukan dalam ember kecil yang sudah terdapat air bercampur sabun. Setelah itu diaduk sampai larut lalu dibuang ke selokan yang langsung mengalir ke septic tank. (gus/wan/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Hasil Investigasi TGPF, Bentuk Tim Baru

Hasil Investigasi TGPF, Bentuk Tim Baru

Hasil investigasi Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan dibeberkan ke publik.


Diumumkan Hari Ini, Temuan TGPF Hanya Dijadikan Rekomendasi Polri

Diumumkan Hari Ini, Temuan TGPF Hanya Dijadikan Rekomendasi Polri

Hasil temuan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan akan diumumkan hari ini, Rabu (17/7).


Jempol! Indonesia Tangkap Kapal Buruan Internasional

Jempol! Indonesia Tangkap Kapal Buruan Internasional

Satuan Tugas 115 berhasil menghentikan dan memeriksa kapal MV NIKA berbendera Panama yang menjadi buruan internasional di Selat Malaka, Jumat (12/7) lalu.


BNN Musnahkan Ganja, Sabu dan Ekstasi di Aceh

BNN Musnahkan Ganja, Sabu dan Ekstasi di Aceh

Badan Narkotika Nasional (BNN) memusnahkan barang bukti narkoba berupa 338 Kg ganja kering, 52 Kg sabu, dan 22.766 butir pil ekstasi.


Polisi Endus Keberadaan Pelaku Penembakan saat Rusuh

Polisi Endus Keberadaan Pelaku Penembakan saat Rusuh

Polri mengklaim telah mengantongi indentitas pelaku penembakan yang menyebabkan beberapa anggota masyarakat tewas saat kerusuhan 21-22 Mei lalu.


Selundupkan Gula Ilegal, Empat WNI Ditangkap Polisi Malaysia

Selundupkan Gula Ilegal, Empat WNI Ditangkap Polisi Malaysia

Empat warga negara Indonesia (WNI) ditangkap Kepolisian Maritim Malaysia di Tawau (Negeri Sabah), Malaysia, Kamis (11/7) lalu.


Vonis Ratna Sepertiga Tuntutan JPU

Vonis Ratna Sepertiga Tuntutan JPU

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhi vonis 2 tahun penjara terhadap Ratna Sarumpaet, Kamis (11/7) lalu.


Insiden 22 Mei, Ombdusman Panggil Polri

Insiden 22 Mei, Ombdusman Panggil Polri

Ombudsman berencana memanggil Polri pekan depan, pemanggilan itu terkait dengan insiden pada 21 dan 22 Mei lalu.


Novel Kembali Tagih Hasil TPGF

Novel Kembali Tagih Hasil TPGF

Novel Baswedan mengingatkan tim satuan tugas (satgas) pengungkapan kasus penyiraman air keras untuk fokus mengungkap eksekutor lapangan.


Jika Ada Keinginan Kasus Novel Bisa Terungkap

Jika Ada Keinginan Kasus Novel Bisa Terungkap

Amnesty Internasional Indonesia menyebut pihak kepolisian kesulitan mengusut dan menyelesaikan kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.



Berita Hari Ini

Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!