Kriminal
Share this on:

Sembunyi di Hutan Dua Hari, Ayah yang Hamil Anak Tiri Dibekuk

  • Sembunyi di Hutan Dua Hari, Ayah yang Hamil Anak Tiri Dibekuk
  • Sembunyi di Hutan Dua Hari, Ayah yang Hamil Anak Tiri Dibekuk

**** - Kisah pelarian tersangka kasus pencabulan di Desa Talun, Ngebel, Ponorogo, tamat. Tersangka MWT dibekuk petugas di rumah kerabatnya, Gedangan, Sidoarjo, kemarin (23/10). Tidak ada perlawanan berarti saat petugas mendatangi tempat persembunyiannya. ‘’Saat anggota kami datang, dia (MWT, Red) sedang duduk di depan rumah,’’ kata Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Maryoko.

Polisi pun langsung menggelandang MWT ke Mapolres Ponorogo. Namun, Maryoko belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut. Dia menyebut kasus ini masih dalam proses pemeriksaan. Pun bakal dikembangkan. Meski begitu, awak media sempat mewawancarai MWT di Mapolres Ponorogo kemarin.

MWT mengaku sempat bersembunyi di hutan lindung kawasan Ngebel selama dua hari satu malam. Setelah itu dia meminjam uang tetangganya Rp 600 ribu untuk ongkos kabur ke luar Ponorogo. ‘’Saya sempat diantar hingga Mlilir dan langsung naik bus menuju Sidoarjo. Dia tidak tahu kalau saya buron,’’ ungkapnya.

Di Sidoarjo, MWT menumpang di rumah kerabatnya dan bekerja sebagai pencari rumput. Selama sepuluh hari dia menjalani aktivitas itu sebelum akhirnya dibekuk petugas. ‘’Sudah lama saya berhubungan badan dengan anak tiri saya,’’ akunya.

Bahkan, berdasarkan pengakuannya, perbuatan biadab itu telah dilakukan delapan kali. Tepatnya sejak anak tirinya masih duduk di bangku kelas VIII SMP. ‘’Sekarang sudah kelas 3 (IX) SMP. Istri saya tidak tahu,’’ ujarnya.

Tidak hanya menyetubuhi korban hingga hamil, dia juga mendalangi pengguguran janin yang dikandung anak tirinya. Dia berdalih tidak tahu jika korban mengandung anaknya. ‘’Saya periksakan ke bidan, katanya itu bukan janin, tapi benjolan daging di perut,’’ katanya.

Hasil pemeriksaan tersebut dijadikan alasan menyuruh korban minum ramuan patik emas. Lagi-lagi dia berdalih korban tidak dapat buang air besar. Ramuan itu disebutnya dapat memperlancar pencernaan. ‘’Saya gak pernah ngancam apalagi maksa,’’ kilahnya.

Korban lantas keguguran setelah minum ramuan itu. Namun, MWT lagi-lagi berdalih tidak tahu jika yang keluar dari rahim korban adalah janin. Dia bergegas membuang janin tersebut ke saluran air. ‘’Yang buang bukan saya. Saya cuma menyiramnya,’’ elaknya.

Aksi bejat MWT diketahui petugas setelah membongkar makam janin, Senin lalu (8/10). Sebab, janin yang disiram MWT tersendat di saluran air samping rumah. Kemudian kakek korban menemukannya lantas menguburnya. Pembongkaran makam tersebut menindaklanjuti laporan kakek korban ke Polsek Ngebel yang merasa ada kejanggalan. (mg7/c1/sat/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

KPK Dituding Sewenang-wenang Sita Harta Adik Ratu Atut

KPK Dituding Sewenang-wenang Sita Harta Adik Ratu Atut

Anggota tim kuasa hukum Wawan mengatakan terdapat sejumlah keberatan yang diajukan tim kuasa hukum dalam eksepsi Wawan.


Dibombardir Israel, 18 Orang Tewas di Gazza

Dibombardir Israel, 18 Orang Tewas di Gazza

Sedikitnya 18 warga meninggal dunia, akibat serangan udara Israel ke Gaza sejak dilancarkan, Selasa (12/11) dini hari waktu setempat.


Dua Bos PTPN Digarap KPK

Dua Bos PTPN Digarap KPK

Pertama Direktur Utama (Dirut) PT PTPN X Dwi Satriyo Annugora. Sedangkan yang kedua Dirut PTPN XI Gede Meivera Utama Andjana Putra.


Australia Darurat Karhutla

Australia Darurat Karhutla

Cuaca panas dan angin kencang yang melanda sejumlah negara bagian di Ausralia, Selasa (12/11) kemarin, sudah dalam kondisi katastrofe (bencana besar).


Empat Juta Penduduk Indonesia Terpapar Narkoba

Empat Juta Penduduk Indonesia Terpapar Narkoba

Jumlah warga Indonesia yang terpapar narkotika saat ini mencapai 4 juta jiwa. Selain itu, 90 persen kejahatan jalanan dilakukan oleh para pecandu narkotika.


Tim Tabur 31.1 Harus Berani Tangkap Buronan Kakap

Tim Tabur 31.1 Harus Berani Tangkap Buronan Kakap

Program Tangkap Buronan (Tabur) 31.1 yang mewajibkan setiap Kejaksaan Tinggi minimal harus menangkap satu buronan setiap tiga bulan, dinilai cukup efektif.


Praperadilan Ditolak, Imam Nahrawi Hormati Putusan Hakim

Praperadilan Ditolak, Imam Nahrawi Hormati Putusan Hakim

Hakim Tunggal Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menolak seluruh permohonan praperadilan yang diajukan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nah


KPK Beber Dua Kasus Korupsi yang Jadi Perhatian Jokowi

KPK Beber Dua Kasus Korupsi yang Jadi Perhatian Jokowi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku tak bisa menerka kasus korupsi yang pernah dilaporkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke lembaga antirasuah.


Pencegahan Saja Tak Cukup bagi KPK

Pencegahan Saja Tak Cukup bagi KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru-baru ini merilis daftar kasus korupsi yang terjadi di 25 provinsi.


Dua Bule Bobol 17 Rekening, Seorang Ditembak mati

Dua Bule Bobol 17 Rekening, Seorang Ditembak mati

Dua warga negara (WN) Rumania diduga melakukan kejahatan perbankan dengan membobol 17 rekening. Salah satu pelaku ditembak mati polisi.



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!