Kriminal
Share this on:

Sepuluh Nelayan Diduga Diculik Komplotan Abu Sayyaf

  • Sepuluh Nelayan Diduga Diculik Komplotan Abu Sayyaf
  • Sepuluh Nelayan Diduga Diculik Komplotan Abu Sayyaf

SABAH - Sedikitnya 10 nelayan di lepas pantai Kalimantan diculik dan disandera sekelompok orang bersenjata, yang ditenggarai komploltan militan Abu Sayyaf. Mereka yang diculik, dilaporkan dibawa ke sebuah pulau di selatan Filipina.

Kelompok penyandera dilaporkan membawa senjata berat saat penculikan terjadi. Kelompok tersebut tiba-tiba mencegat dua kapal nelayan yang tengah berlayar di lepas pantai timur Sabah pada Selasa dini hari. Sepuluh nelayan diculik, sementara enam lainnya berhasil lolos dalam insiden itu.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri menyatakan tidak ada warga Indonesia di antara 10 nelayan yang diculik di lepas pantai Kalimantan, tepatnya perairan Lahad Datu, Sabah, Malaysia, Selasa (18/6) lalu.

Juru bicara Kemenlu, Arrmanatha Nasir, menuturkan 10 sandera yang diculik seluruhnya diyakini merupakan warga Filipina.

"Informasi yang kami terima, ada 12 nelayan di dalam kapal ikan tersebut. Dua nelayan berhasil lolos, 10 lainnya ditahan. Sepuluh nelayan itu diyakini warga negara Filipina, tidak ada WNI," kata Arrmanatha di Jakarta, Rabu (19/6) kemarin.

Dapat diketahui, Filipina bagian selatan merupakan basis dari banyak kelompok bersenjata, termasuk Abu Sayyaf, yang terkenal kerap menculik awak buah kapal dan orang asing untuk meminta tebusan. Abu Sayyaf, yang telah menyatakan sumpah setia kepada kelompok teroris ISIS, juga pernah menculik puluhan anak buah kapal asal Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Sejak 2016, sebanyak 36 WNI pernah disandera kelompok bersenjata tersebut. Seluruhnya sudah berhasil dibebaskan. (der/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Dua Kapal Penyelundup BBM Diciduk

Dua Kapal Penyelundup BBM Diciduk

Kapal MT yang diduga melakukan transfer BBM ilegal di Perairan Muara Baru, Jakarta Utara ditangkap, Kamis (18/7).


DAK Kepulauan Meranti Diduga Jadi Bancakan Bowo

DAK Kepulauan Meranti Diduga Jadi Bancakan Bowo

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Bupati Kepulauan Meranti, Provinsi Riau Irwan Nasir, Kamis (11/7).


Diduga Terima Rp45 juta dan SGD11 ribu, Gubernur Kepri Tersangka

Diduga Terima Rp45 juta dan SGD11 ribu, Gubernur Kepri Tersangka

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun sebagai tersangka kasus dugaan suap, Kamis (11/7) kemarin.


Suap Garuda Diduga Dikirim ke Puluhan Rekening

Suap Garuda Diduga Dikirim ke Puluhan Rekening

Mantan Dirut PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar selesai menjalani pemeriksaan di Kantor KPK.


Putra Tiri Najib Razak Diduga Terlibat Skandal 1MDB

Putra Tiri Najib Razak Diduga Terlibat Skandal 1MDB

Putra tiri mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, Riza Aziz didakwa lima syarat pencucian uang.


Pelaku Penembakan 22 Mei Terlacak

Pelaku Penembakan 22 Mei Terlacak

Tim Investigasi kerusuhan 22 Mei membeberkan ciri-ciri yang diduga pelaku penembakan dalam kerusuhan 22 Mei.


Malaysia Tenggelamkan Kapal Pencuri ikan

Malaysia Tenggelamkan Kapal Pencuri ikan

Pemerintah Malaysia nampaknya bakal mengikuti langkah hukum seperti Indonesia, dengan memberlakukan sanksi menenggelamkan kapal nelayan.


Idrus Marham Terlacak Plesiran, Ombudsman Panggil Pimpinan KPK

Idrus Marham Terlacak Plesiran, Ombudsman Panggil Pimpinan KPK

KPK tengah menyelidiki laporan Ombudsman RI terkait tahanan Idrus Marham yang diduga pelesiran saat berobat di RS MMC Jakarta.


Amankan Lima Orang, Dua Diduga Jaksa Aktif

Amankan Lima Orang, Dua Diduga Jaksa Aktif

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif mengonfirmasi kabar operasi tangkap tangan (OTT), Jumat (28/6).


Lima Nelayan Indonesia Dibebaskan dari Malaysia

Lima Nelayan Indonesia Dibebaskan dari Malaysia

Lima nelayan asal Indonesia ditangkap di Perairan Malaysia, karena diduga melakukan praktik penangkapan ilegal.



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!