Kriminal
Share this on:

Siap-siap Tawuran, 20 Pelajar Dihukum Kerja Sosial

  • Siap-siap Tawuran, 20 Pelajar Dihukum Kerja Sosial
  • Siap-siap Tawuran, 20 Pelajar Dihukum Kerja Sosial

TANGERANG - Polisi akhirnya menjatuhkan sanksi sosial kepada 20 remaja yang ditangkap hendak tawuran di Stasiun Pondok Ranji, Kecamatan Ciputat pada Minggu (17/12) dinihari lalu. Alasan menjerat 20 ABG (anak baru gede) itu dengan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 karena mereka masih di bawah umur jadi hanya hukuman pembinaan yang diberikan.

Adapun hukuman sosialnya yakni 20 remaja itu akan diserahkan ke sejumlah masjid dan perpustakaan yang ada di Kota Tangsel untuk melakukan kerja sosial. Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Alexander Yurikho mengatakan hukuman sosial berupa membangu pelayanan sosial di masjid dan perpustakaan.

Tindakan itu juga diambil untuk menghindari pembentukan karakter kriminal kepada para remaja itu jika dijebloskan ke dalam penjara. ”Ini salah satu pilihan kami buat 20 remaja itu. Mereka akan kami serahkan kepada pengurus masjid dan perpustakaan untuk membantu pelayanan,” katanya kepada Indopos (Jawa Pos Group), kemarin.

Alexander mengaku, sebelum diserahkan ke pengurus masjid dan petugas perpustakaan para remaja ini akan diberikan pembinaan. Baik itu cara membersihkan rumah ibadah dan perpustakaan. Sehingga kata dia, hukuman itu dapat menyadarkan mereka terhadap ulahnya membuat onar yang berujung pada gangguan keamanan bagi masyarakat.

”Tiap hari mereka akan kami cek daftar hadirnya di tempat itu. Hukumannya kerja sosial bisa sampai tiga bulan. Tentunya kami berikan dulu pelatihan agar mereka dapat menyelesaikan hukuam sosial ini,” paparnya.

Tak sampai disana, Alexander pun menegaskan, untuk membina 20 remaja nakal yang tertangkap saat hendak tawuran itu Polresta Tangsel sudah berkoordinasi dengan sejumlah pengurus masjid dan perpustakaan.

”Rata-rata para pelaku yang mau tawuran kami tangkap berstatus pelajar SMK dan SMA. Jadi diberikan sanksi sosial, karena mereka belum sempat ikut tawuran. Beda cerita jika mereka sudah melakukan aksi keributan ini pasti akan masuk ke pengadilan,” jelasnya.

Untuk memberikan pembinaan kepada puluhan anak dibawah umur ini, polisi melibatkan Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dan Dinas Sosial Tangsel. Kedua instansi milik Pemkot Tangsel ini diminta polisi memberikan penyuluhan dan pencerahan kepada orang tua tersangka agar menerima hukuman sosial kepada anak mereka yang tertangkap memiliki senjata tajam.

Sementara itu, Ketua P2TP2A Tangsel Herlina Mustikasari menuturkan sanksi soasial yang diberikan kepada 20 anak di bawah umur yang ditangkap polisi karena membawa senjata tajam dan hendak tawuran itu dianggap baik. Karena, efek yang ditimbulkan adalah para pelaku ini akan dapat berpikir positif dan menghindari aksi serupa.

Apalagi kegiatan yang diberikan itu langsung berhubungan dengan masyarakat. ”Sangat bagus karena mereka tidak bebas secara langsung, ada yang harus diselesaikan menjalani hukuman. Memang harus seperti inilah yang perlu dilakukan agar anak dibawah umur tidak lagi terjerat aksi kriminal,” tuturnya.

Terkait rencana sanksi pelayanan sosial, Herlina menambahkan, pihaknya juga siap membantu kepolisian untuk memberikan tata cara remaja itu menjalankan tugas mereka. Yakni dari cara membersihkan dan mereapihkan rumah ibadah dan perpustakaan.

Diberitakan sebelumnya Satreskrim Polres Tangsel menangkap 83 remaja di Stasiun Pondok Ranji, Kecamatan Ciputat. Penangkapan itu setelah adanya laporan warga yang menyebutkan puluhan remaja itu hendak tawuran.

Saat itu, puluhan remaja membawa dan menenteng puluhan jenis senjata tajam. Dari pemeriksaan polisi, 31 dari 83 pemuda itu dijadikan tersangka dan dijerat Pasal 1 ayat 2 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman penjara hingga seumur hidup dan sisanya diberikan sanksi kerja sosial tiga bulan. (cok/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Sopir dan Awak Bus Dites Urine
Sopir dan Awak Bus Dites Urine

Berita Sejenis

Cinta Ditolak, Bikin Teror lewat Medsos

Cinta Ditolak, Bikin Teror lewat Medsos

Mungkin masyarakat harus benar-benar cermat. Utamanya saat memilih pertemanan di media sosial (medsos) saat ini, seperti di Facebook (FB).


Dalang Tawuran yang Tewaskan Seorang ABG Diburu Polisi

Dalang Tawuran yang Tewaskan Seorang ABG Diburu Polisi

Tim Reserse Mobil (Resmob) Satreskrim Polres Tegal Kota tengah memburu pelaku yang diduga sebagai dalang aksi tawuran.


Bawa Ratusan Butir Pil Koplo, Pelajar di Pekalongan Ditangkap Polisi

Bawa Ratusan Butir Pil Koplo, Pelajar di Pekalongan Ditangkap Polisi

Seorang pelajar SMK asal Desa Tangkil Kulon Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan, MFR, diamankan Sat Res Narkoba Polres Pekalongan.


Mabuk Lem, 10 Pelajar Diamankan

Mabuk Lem, 10 Pelajar Diamankan

Sebanyak 10 remaja yang mayoritas pelajar diamankan Polsek Tenggilis Mejoyo Minggu malam (11/11).


Gendeng, Pelajar Digilir Tujuh Pria di Pondok Sawah

Gendeng, Pelajar Digilir Tujuh Pria di Pondok Sawah

Malang nasib Bunga (nama samaran,red). Pelajar di salah satu sekolah di Kota Jambi yang masih berusia 13 tahun ini digilir 7 pria.


Kenalan di Facebook, ABG "Digilir Cinta" Tiga Pemuda

Kenalan di Facebook, ABG "Digilir Cinta" Tiga Pemuda

Usai 'digilir cinta' oleh tiga pemuda yang dikenalnya lewat media sosial Facebook , seorang ABG,didampingi kedua orang tua dan neneknya lapor polisi.


Aksi Nyeleneh Siswa SMP, Gores Tangan supaya Viral

Aksi Nyeleneh Siswa SMP, Gores Tangan supaya Viral

Puluhan pelajar SMP Negeri 1 Sekadau Hilir menggores tangan sendiri beberapa hari terakhir membuat heboh masyarakat.


Dugaan Pornografi, Istri Dilaporkan Suami

Dugaan Pornografi, Istri Dilaporkan Suami

Seorang wanita berinisial NR (37), dilaporkan ke polisi dengan tuduhan melakukan aksi pornografi di jejaring sosial media pribadinya oleh N.


Ratna Sarumpaet Terancam UU ITE

Ratna Sarumpaet Terancam UU ITE

Polisi menegaskan jika viralnya berita penganiayaan Ratna Sarumpaet di media sosial merupakan berita hoax.


Hendak Cari Kerja, Pacar Malah Dihabisi

Hendak Cari Kerja, Pacar Malah Dihabisi

Warga Dusun Teupah, Desa Matang Teupah, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang digegerkan dengan temuan jenazah perempuan di sawah.



Berita Hari Ini

IKLAN ARIP

Video

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!