Kriminal
Share this on:

Sindir UGM, Mahasiswa Goreng Ikan Asin

  • Sindir UGM, Mahasiswa Goreng Ikan Asin
  • Sindir UGM, Mahasiswa Goreng Ikan Asin

SLEMAN - Kasus dugaan kekerasan seksual yang dialami mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM) terus bergulir. Kemarin (29/11) ratusan mahasiswa kembali menggelar unjuk rasa. Massa gerakan solidaritas #KitaAgni menuntut penuntasan pengungkapan kasus yang terjadi pertengahan 2017 itu.

Aksi tersebut sebagai bentuk kekecewaan. Karena mereka menganggap pihak UGM masih menyudutkan penyintas. Sebagaimana pernyataan Rektor Panut Mulyono yang menginginkan masa depan yang baik bagi penyintas maupun terduga pelaku. Koordinator aksi Caroline Natasha menyangsikan keberpihakan rektorat terhadap penyintas.

"Kasus Agni (penyintas, bukan nama sebenarnya, Red) harus segera diselesaikan,” desak Caroline di sela aksi.

Peserta aksi long march dari Grha Sabha Pramana menuju Balairung Rektorat UGM. Sambil meniup peluit dan memukul kentongan sebagai ungkapan tanda bahaya. Lengkap dengan peralatan memasak. Untuk menggoreng ikan asin. Di lokasi unjuk rasa. Aksi ini sebagai sindiran terhadap salah seorang pejabat universitas yang pernah mengibaratkan penyintas seperti ikan asin.

Ada sembilan tuntutan yang disampaikan para pengunjuk rasa. Salah satunya meminta universitas membebaskan biaya studi dan menanggung biaya hidup penyintas hingga lulus. Pihak rektorat juga dipaksa menyetujui semua tuntutan Agni. Seperti tercetak di atas spanduk yang mereka bawa.

Natasha mengklaim, Agni menuntut HS, terduga pelaku pelecehan seksual, di-DO dengan catatan buruk. Natasha juga mengklaim jika tuntutan tersebut tak melangkahi kesewenangan UGM selaku institusi pendidikan. Dia justru menuding sebaliknya. Jika UGM keukeuh membawa kasus tersebut ke jalur hukum berarti melangkahi keinginan penyintas.

Dia menuding UGM tergesa-gesa mendorong kasus tersebut ke jalur hukum. Alasannya, sampai saat ini belum ada payung hukum yang kuat. Karena undang-undang penghapusan kekerasan seksual belum siap. "Dengan mendorong ke sana (jalur hukum, Red) artinya UGM berusaha melepaskan tanggung jawab sebagai institusi pendidikan," tudingnya.

Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni Paripurna Djagal Wiseso menilai tuntutan peserta aksi sangat banyak. Dia tak bersedia meneken tuntutan yang diajukan. “Biar rektorat mempelajari dulu dengan seksama,” dalihnya.

Menurut Djagal, beberapa tuntutan sudah termuat dalam rekomendasi tim investigasi kasus tersebut. Tim etik yang ditunjuk rektor pun sudah tiga kali bertemu dengan semua pihak yang berkepentingan. Saat ini masih dalam proses penyelesaian tugas. Rektorat diagendakan memberikan pernyataan resmi lewat konferensi pers pada 7 Desember mendatang.

“Saat ini kami masih menunggu hasil rekomendasi tim etik,” ungkapnya.

Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Ika Dewi Ana menambahkan, rektorat siap menerima sangsi apa pun jika dalam penanganan kasus ditemukan pelanggaran. "Saya bersedia mengundurkan diri kalau hasil rekomendasi memang ada kesalahan,” tantangnya. (tif/yog/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Selfie di Curug Bayan, Mahasiswa Tewas Tenggelam

Selfie di Curug Bayan, Mahasiswa Tewas Tenggelam

Para pemburu foto harus lebih berhati-hati lagi. Terlebih, saat berswafoto di obyek wisata.


Cabuli Siswi SMP, Seorang Pemuda Terancam 15 Tahun Penjara

Cabuli Siswi SMP, Seorang Pemuda Terancam 15 Tahun Penjara

Di tengah kehebohan kasus dugaan pelecehan seksual yang dialami mahasiswi UGM, Polres Gunungkidul menangkap seorang pemuda terduga pelaku pencabulan.


Usai Kulakan Sabu-sabu, Mahasiswa Ditangkap

Usai Kulakan Sabu-sabu, Mahasiswa Ditangkap

Pendatang baru dari berbagai latar belakang, silih berganti terjun ke dunia narkoba. Mereka pun seolah menunggu giliran untuk dibekuk aparat berwajib.


Edarkan Pil Koplo, Mahasiswa Disergap Polisi

Edarkan Pil Koplo, Mahasiswa Disergap Polisi

MA (18), warga Desa Tangkil Tengah Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan ditangkap anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Pekalongan.


Hindari Mobil, Truk Sarat Muatan Ikan Tabrak Pohon

Hindari Mobil, Truk Sarat Muatan Ikan Tabrak Pohon

Kecelakaan di jalur Pantura kembali terjadi, kali ini truk bermuatan ikan nopol H 1438 MY menabrak pohon saat menghindari mobil di depanya.


 Pesan Ingin Berjihad, Mahasiswa ITS Menghilang dari Kontrakan

Pesan Ingin Berjihad, Mahasiswa ITS Menghilang dari Kontrakan

Sudah empat hari berlalu, mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Rivanul Luqman Pradana (21), dilaporkan telah menghilang secara misterius.


Dua Mahasiswa Meninggal Terseret Ombak di Pantai Bentol

Dua Mahasiswa Meninggal Terseret Ombak di Pantai Bentol

Dua mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Airlangga (Unair) menjadi korban tergulung ombak di pantai Bentol, Donomulyo, Malang, Minggu siang (16/9).


Hendak Transaksi Sabu, Mahasiswa Disergap Polisi

Hendak Transaksi Sabu, Mahasiswa Disergap Polisi

Seorang mahasiswa Tohiring (20), warga Desa Kandeman Kecamatan Kandeman Kabupaten Batang diamankan anggota Sat Narkoba Polres Pekalongan.


Tak Pasang Bendera Merah Putih, Gabungan Ormas dan Mahasiswa Nyaris Bentrok

Tak Pasang Bendera Merah Putih, Gabungan Ormas dan Mahasiswa Nyaris Bentrok

Belasan orang dari ormas gabungan yang menamakan diri Benteng NKRI Surabaya nyaris bentrok dengan mahasiswa.


Bentrok dengan Mahasiswa, Satpol PP Patah Kaki

Bentrok dengan Mahasiswa, Satpol PP Patah Kaki

Bentrokan puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Bekasi dengan petugas Satpol PP Kabupaten Bekasi pecah, Rabu (15/8).



Video

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!