Kriminal
Share this on:

SKL BLBI Seret Laksmana Sukardi

  • SKL BLBI Seret Laksmana Sukardi
  • SKL BLBI Seret Laksmana Sukardi

**JAKARTA ** - Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) 1999-2000 Laksamana Sukardi diperiksa tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia diperiksa sebagai saksi bagi tersangka kasus dugaan korupsi Surat Keterangan Lunas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (SKL BLBI) Sjamsul Nursalim

"Saya dipanggil ya sebagai warga negara dalam rangka penegakan hukum yang independen," ujar Sukardi di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (10/7).

Sukardi enggan menjelaskan lebih rinci perihal materi pemeriksaan yang telah dijalankannya. Ia menjelaskan selama pemeriksaan dirinya hanya dikonfirmasi mengenai kasus tersebut.

Namun, ia mengaku kenal dengan Sjamsul Nursalim. "Ya kalau kenal, semua orang kenal. Tetapi, tahu lah, kenal Pak Sjamsul," kata dia.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, penyidik mendalami pengetahuan Sukardi terkait proses penerbitan SKL BLBI terhadap Sjamsul Nursalim. Karena, Sukardi pernah memiliki posisi di Komite Kebijakan Sektor Keuangan (KKSK).

"(Diperiksa terkait) apa yang ia ketahui dalam posisi di KKSK terkait dengan proses menuju penerbitan SKL terhadap Sjamsul Nursalim," ujar Febri

Selain memeriksa Sukardi, penyidik juga memanggil mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Glenn Muhammad Surya Yusuf untuk diperiksa sebagai saksi. Kepada Glenn, penyidik berupaya mendalami rangkaian proses pengambilalihan pengelolaan Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) dan tanggung jawab Sjamsul dalam penyelesaian kewajibannya.

"Permintaan agar Sjamsul Nursalim menambah aset untuk mengganti kerugian karena adanya misrepresentasi atas kredit petambak saat itu, termasuk adanya penolakan dari Sjamsul Nursalim dan informasi lain yang relevan juga didalami oleh penyidik," jelas Febri.

Febri menerangkan, pemeriksaan ini dilakukan guna memperkuat bukti dugaan korupsi yang dilakukan Sjamsul Nursalim dan istrinya Itjih Nursalim yang telah dikantongi penyidik.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan Sjamsul dan Itjih Nursalim sebagai tersangka kasus dugaan korupsi SKL BLBI. Keduanya diduga memperkaya diri senilai Rp4,58 triliun terkait penerbitan SKL BLBI yang menghapuskan hak tagih utang petambak Dipasena oleh Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) sebesar Rp4,8 triliun.

Atas perbuatannya, keduanya disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (riz/zul/fin/tgr)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

KPK Pertimbangkan PK Kasus BLBI

KPK Pertimbangkan PK Kasus BLBI

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku akan mendalami sanksi pelanggaran etik Hakim Mahkamah Agung (MA) Syamsul Rakan Chaniago.


Kabulkan Kasasi Terdakwa Kasus BLBI, Hakim MA Di-nonpalu-kan

Kabulkan Kasasi Terdakwa Kasus BLBI, Hakim MA Di-nonpalu-kan

Hakim Mahkamah Agung (MA) Syamsul Rakan Chaniago dijatuhi sanksi hakim non-palu selama enam bulan.


Seret AS Dalam Konflik Hongkong

Seret AS Dalam Konflik Hongkong

Ratusan pengunjuk rasa Hongkong masih berkumpul di pusat kota dan memadati halaman parkir Konsulat Amerika Serikat, kemarin (9/9).


Suap Dana Hibah KONI Seret Sesmenpora

Suap Dana Hibah KONI Seret Sesmenpora

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S Dewa Broto, Jumat (27/7).


Rizal Ramli Akhirnya Buka Suara soal BLBI

Rizal Ramli Akhirnya Buka Suara soal BLBI

Rizal Ramli menilai, Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang dikucurkan pemerintah bermasalah.


KPK Tunggu Putusan Kasasi Syafruddin Arsyad Temenggung

KPK Tunggu Putusan Kasasi Syafruddin Arsyad Temenggung

KPK masih menunggu putusan kasasi terdakwa kasus dugaan korupsi SKL BLBI Syafruddin Arsyad Temenggung.


Seret Brimob Penganiaya saat Rusuh 21-22 Mei ke Pidana Umum

Seret Brimob Penganiaya saat Rusuh 21-22 Mei ke Pidana Umum

Amnesty Internasional Indonesia mendatangi Bareskrim Polri, Senin (8/7), menanyakan perkembangan investigasi kerusuhan 21-22 Mei lalu.


Kasus Gratifikasi Bowo Seret Bupati Cantik

Kasus Gratifikasi Bowo Seret Bupati Cantik

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu.


KPK Yakin Bukti BLBI Kuat

KPK Yakin Bukti BLBI Kuat

KPK meyakini bukti-bukti yang dikantongi selama penyelidikan kasus dugaan korupsi SKL BLBI kuat.


Penuntasan Kasus BLBI Tak Tentu Arahnya

Penuntasan Kasus BLBI Tak Tentu Arahnya

Indonesia Corruption Watch (ICW) menyoroti kasus dugaan korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (SKL BLBI).



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!