Kriminal
Share this on:

Soal Dugaan Penganiayaan, Kapolda Harus Turun Tangan

  • Soal Dugaan Penganiayaan, Kapolda Harus Turun Tangan
  • Soal Dugaan Penganiayaan, Kapolda Harus Turun Tangan

WAWANCARA - Nia Kurnia (kanan) didampingi saudaranya diwawancara awak media usai membuat laporan resmi di Ditreskrimum Polda Kalbar, Kamis (8/11). (abdul halikurrahman/RK)

PONTIANAK - Langkah Nia Kurnia melaporkan Mhn ke Ditreskrimum Polda Kalbar atas dugaan melakukan penganiayaan dianggap Indonesia Police Watch (IPW) sudah tepat. Pasalnya, siapa pun tidak boleh melakukan penganiayaan terhadap orang lain.

Menurut Ketua Presidium IPW, Neta Saputra Pane, apapun alasannya, penyelesaian masalah dengan cara kekerasan adalah tindakan pidana dan pelanggaran hukum. Untuk itu, langkah korban melaporkan pelaku sebuah tindakan yang tepat.

“Polda harus segera memprosesnya," katanya kepada Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group) melalui pesan singkat WhatsApp, Kamis (8/11).

Sebagai Presidium IPW, Neta menyayangkan, kejadian penganiayaan yang diduga dilakukan seorang istri perwira menengah polisi tersebut. Apalagi korbannya adalah sesama anggota Bhayangkari.

"Sebagai istri pejabat Polresta, harusnya bisa menahan diri. Taat hukum. Tidak bertindak main hakim sendiri. Apalagi melakukan tindak pidana," ujarnya.

Neta meminta Kapolda Kalbar juga harus turun tangan. Mengingatkan suami bersangkutan agar ke depan bisa mengontrol sikap istrinya. Sebab, apa yang dilakukan sang istri tersebut membawa dampak negatif bagi institusi kepolisian.

Masyarakat, menurutnya, akan menilai mentang-mentang istri pejabat Polresta bisa bersikap semaunya. “Sewenang-wenang yang memalukan institusi kepolisian. Itu kan tidak benar," imbuhnya.

Menurutnya, sebagai istri pejabat Polresta mestinya bisa menjadi teladan. Apapun masalahnya bisa diselesaikan. Tak harus mengedepankan sikap arogan.

“Apalagi ini korbannya juga anggota Bhayangkari," lugas Neta seraya berharap kasus tersebut diproses dengan cepat oleh Ditreskrimum Polda Kalbar. (abd/and/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Duit Bantuan Masjid Terdampak Bencana Ditilap

Duit Bantuan Masjid Terdampak Bencana Ditilap

Staf KUA Gunungsari, Lombok Barat berinisial LBR alias Basuki terjaring operasi tangkap tangan (OTT), yang dilakukan Polres Mataram.


Pelaku Penganiayaan Mahasiswi Masih Sangat Normal

Pelaku Penganiayaan Mahasiswi Masih Sangat Normal

Juhairi, pria 45 tahun yang bermukim di Sangasanga, Kukar, mengundang perhatian.


Remaja Penganiaya Siswi sampai Meninggal Dunia Didor

Remaja Penganiaya Siswi sampai Meninggal Dunia Didor

Polres Lombok Timur berhasil menangkap SAS (18) tahun, DPO pelaku kekerasan seksual dan penganiayaan terhadap EA (15) tahun, kemarin (1/1).


Jadi Tersangka, Mantan Direktur PT DPS Tak Ditahan

Jadi Tersangka, Mantan Direktur PT DPS Tak Ditahan

Penyidikan dugaan korupsi di PT Dok dan Perkapalan Surabaya (DPS) terus berlanjut.


Dua Orang DPO Dugaan Korupsi Terus Diburu

Dua Orang DPO Dugaan Korupsi Terus Diburu

Sepanjang 2018 Kejaksaan Negeri (Kejari) Ngawi berhasil mengungkap sejumlah kasus tindak pidana korupsi (tipikor).


Incar Emas Emak-emak, Penjambret Bertato Tumbang dan Menangis Didor Polisi

Incar Emas Emak-emak, Penjambret Bertato Tumbang dan Menangis Didor Polisi

Salah seorang pelaku spesialis jambret kalung emas di Pantura Brebes harus dilumpuhkan dengan timah panas di kaki kirinya.


Diduga Ditarik Paksa, Dua Tangan Bayi yang Baru Lahir Putus

Diduga Ditarik Paksa, Dua Tangan Bayi yang Baru Lahir Putus

Diduga hasil hubungan gelap, bayi berjenis kelamin perempuan dibuang di semak belukar wilayah Dusun I Desa Petaling Kecamatan Lais, Muba.


Edarkan Pil Koplo, Dua Pemuda Tanggung Dibekuk Polisi

Edarkan Pil Koplo, Dua Pemuda Tanggung Dibekuk Polisi

Dua pemuda berinisial FR, dan MRE, harus berurusan dengan Satuan Reserse Narkoba Polres Pekalongan Kota.


Istri Mantan Kapolresta Ditetapkan Tersangka

Istri Mantan Kapolresta Ditetapkan Tersangka

Masih ingat kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan mantan istri Kapolresta Pontianak berinisial Mhn kepada Nia Kurnia?


Berebut Pemberian Nama Anak, Suami Dipolisikan sang Istri

Berebut Pemberian Nama Anak, Suami Dipolisikan sang Istri

Tuhug tahun bahtera rumah tangga antara Muhammad Sugiyanto dan Melya Agustina, kini di ambang perpisahan. Sementara, keduanya harus terpisah tempat.



Berita Hari Ini

Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!