Kriminal
Share this on:

Sofyan Jacob Tumbang, Penyidik Agendkan Pemeriksaan Lanjutan

  • Sofyan Jacob Tumbang, Penyidik Agendkan Pemeriksaan Lanjutan
  • Sofyan Jacob Tumbang, Penyidik Agendkan Pemeriksaan Lanjutan

**JAKARTA ** - Mantan Kapolda Metro Jaya Komjen (Purn) Pol Sofyan Jacob 'tumbang' saat menjalani pemeriksaan selama 14 jam di Polda Metro Jaya, Selasa (18/6) dinihari. Tim penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya pun terpaksa menghentikan pemeriksaan karena kondisi kesehatan tersangka kasus dugaan makar tersebut drop. Penyidikpun akan kembali mengagendakan pemeriksaan lanjutan.

Sofyan Jacob menjalani pemeriksaan mulai pukul 10.00 WIB, Senin (17/6). Dan terpaksa dihentikan pemeriksaan pada pukul 00.15 WIB, Selasa (18/6). Setelah 14 jam Jacob keluar pemeriksaan tanpa berkomentar. Dia yang dikawal dengan pengawalan ketat menuju mobil pribadinya, hanya melemparkan senyum.

Kabid Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menerangkan, pemeriksaan terhadap Sofyan sebagai tersangka kasus dugaan makar harus dihentikan sementara. Sebab kondisi yang bersangkutan kurang baik. Bahkan dia sempat mengalami drop saat pemeriksaan.

"Iya, jadi pemeriksaan terhadap Pak sofyan belum selesai, karena kesehatannya menurun," ujar Argo kepada awak media di Polda Metro Jaya, Selasa (18/6) dinihari.

Ketika ditanya terkait pemeriksaan Sofyan, Argo mengakui, dirinya belum tahu materi pertanyaan yang diajukan penyidik dalam proses pemeriksaan. Begitu juga kapan agenda pemeriksaan lanjutan yang bakal dilakukan. "Nanti penyidik akan kembali memeriksa disaat kondisinya membaik. (Agenda pemeriksaan lanjutan) nanti dari penyidik yang akan mengkomunikasikan," sambungnya.

Seperti diketahui, melalui kuasa hukum Sofyan, Ahmad Yani mengatakan, kehadiran kliennya untuk penuhi panggilan penyidik bentuk dirinya taat hukum sebagai seorang purnawirawan Polri. Namun kondisi kesehatannya tidak begitu sehat untuk menjalani pemeriksaan.

Ahmad Yani mengungkapkan, kliennya datang ke kantor institusi yang pernah dipimpinnya itu bawa surat keterangan dokter yang menerangkan kondisi kesehatannya, tak hanya sakit gigi tapi juga diabetes, serta gangguan pada saluran jantungnya.

"Dia membawa surat juga, bahwa kondisi hari ini dia tidak sehat betul. Dalam surat keterangan tidak hanya sakit gigi, tapi juga masalah diabetes dan gangguan di saluran jantung," ungkap Yani di Polda Metro Jaya. (mhf/gw/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Diumumkan Hari Ini, Temuan TGPF Hanya Dijadikan Rekomendasi Polri

Diumumkan Hari Ini, Temuan TGPF Hanya Dijadikan Rekomendasi Polri

Hasil temuan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan akan diumumkan hari ini, Rabu (17/7).


Sempat Ingatkan Novel Ada Ancaman, Mantan Kapolres Tegal Bantah Diperiksa TGPF

Sempat Ingatkan Novel Ada Ancaman, Mantan Kapolres Tegal Bantah Diperiksa TGPF

Mantan Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Mochamad Iriawan mengakui pernah mengingatkan Novel Baswedan terkait ancaman ke penyidik KPK.


DAK Kepulauan Meranti Diduga Jadi Bancakan Bowo

DAK Kepulauan Meranti Diduga Jadi Bancakan Bowo

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Bupati Kepulauan Meranti, Provinsi Riau Irwan Nasir, Kamis (11/7).


SKL BLBI Seret Laksmana Sukardi

SKL BLBI Seret Laksmana Sukardi

Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) 1999-2000 Laksamana Sukardi diperiksa tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


Suap Garuda Diduga Dikirim ke Puluhan Rekening

Suap Garuda Diduga Dikirim ke Puluhan Rekening

Mantan Dirut PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar selesai menjalani pemeriksaan di Kantor KPK.


Kejagung Periksa Pejabat ESDM Jambi terkait Korupsi Lahan Batubara Sarolangun

Kejagung Periksa Pejabat ESDM Jambi terkait Korupsi Lahan Batubara Sarolangun

Pemeriksaan para pejabat di lingkungan Pemprov Jambi oleh penyidik Kejaksaan Agung menyasar Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM), Selasa (9/7).


Jokowi Harus Ambil Alih Kasus Novel Baswedan

Jokowi Harus Ambil Alih Kasus Novel Baswedan

Hingga saat ini belum ada titik terang dalam pengungkapan aktor utama penyerangan penyidik KPK, Novel Baswedan.


Tim Satgas Kasus Novel Dinilai Gagal

Tim Satgas Kasus Novel Dinilai Gagal

Minggu (7/7), tepat berakhirnya masa kerja satgas kasus penyiraman air keras penyidik senior KPK Baswedan.


Dirut Pilog Digarap KPK

Dirut Pilog Digarap KPK

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Logistik (Dirut PT Pilog) Ahmadi Hasan memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


Plesiran Idrus Marham Bikin KPK Tegang

Plesiran Idrus Marham Bikin KPK Tegang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mempelajari Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP) Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!