Kriminal
Share this on:

Spesialis Pecah Kaca Colong Ratusan Juta

  • Spesialis Pecah Kaca Colong Ratusan Juta
  • Spesialis Pecah Kaca Colong Ratusan Juta

**** - Hamdi Zulfahmi (35) dan Usman (31) terus meringis ketika turun dari mobil khusus anggota Unit Jatanras Satreskrim Polresta Samarinda. Keduanya diberi “kenang-kenganan” oleh polisi. Yakni timah panas yang bersarang tepat di kaki. Dua pria asal Lampung, Sumatera Selatan itu diburu terkait kasus pembobolan. Alias pecah kaca. Hanya dari tiga lokasi,Hamdi dan Usman serta dua pelaku lain yang masih diburu menggondol uang nyaris setengah miliar rupiah.

Kemarin (1/8), kasusnya dibeberkan polisi. Identitas keduanya diketahui setelah beraksi di sebuah restoran di Jalan Awang Long, Kelurahan Bugis, Kecamatan Samarinda Kota, Mei lalu. Uang sebanyak Rp 150 juta raib dibawa pelaku. Polisi yang bermodal rekaman closed circuit television (CCTV) berhasil mengindentifikasi kawanan tersebut.

Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Sudarsono menuturkan, ketika beraksi, keduanya menunggangi skuter matik KT 6033 OE. Jejak keduanya terendus ketika melintas di Jalan Yos Sudarso pada Minggu (29/7) lalu. “Sempat diikuti, sampai akhirnya ditangkap di kawasan Citra Niaga,” kata Sudarsono. Keduanya berhenti untuk membeli sesuatu. Alih-alih pasrah saat ditangkap, keduanya berusaha melawan. Mencoba kabur dari kejaran aparat. “Ya biar mereka jera (ditembak). Terlebih mereka mau melukai anggota,” sambung perwira melati satu itu.

Timah panas melukai lutut kiri Hamdi. Sementara Usman di pergelangan kaki kanan. Keduanya langsung tak bisa jalan. Penangkapan itu memang sempat mengundang warga yang tiba-tiba berkerumun. Keduanya sempat mendapat perawatan tim dokter RSUD AW Sjahranie. Setelah diperiksa, keduanya pun berucap. “Enggak tahu dua lagi di mana, setelah bagi-bagi uang langsung pisah,” ujarnya kemarin. Namun polisi telah memiliki data. Dua lokasi lainnya di Jalan Gatot Subroto. Mereka berhasil menggondol uang sebesar Rp 238 juta. Serta di Jalan Pangeran Hidayatullah senilai Rp 55 juta. Diakuinya, sebagian uang dikirim ke kampung halaman, sementara sisanya untuk foya-foya di tempat hiburan malam (THM).

Ditegaskan Sudarsono, dua pelaku DPO lainnya kini masih dalam perburuan aparat. “Saya enggak bisa beberkan keberadaannya, takut kabur lagi. Kasihan anggota di lapangan,” pungkasnya. (dra/riz)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Australia Denda Nelayan Indonesia Rp 40 juta

Australia Denda Nelayan Indonesia Rp 40 juta

Nakhoda sebuah kapal nelayan asal Indonesia ditangkap dan dinyatakan bersalah, karena menangkap ikan secara ilegal di Perairan Australia.


Polisi Tampik Dokter Ani Hasibuan Jadi Target

Polisi Tampik Dokter Ani Hasibuan Jadi Target

Pemeriksaan dokter spesialis syaraf Robiah Khairani Hasibuan atau Ani Hasibuan dinilai dipaksakan dan terlalu tergesa-gesa.


Komnas HAM Kumpulkan Data Kematian Ratusan Petugas TPS

Komnas HAM Kumpulkan Data Kematian Ratusan Petugas TPS

Ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) bertumbangan. Tidak hanya sakit, banyak di antara mereka sampai kehilangan nyawa.


Fee Rp500 Juta Bui Tiga Tersangka

Fee Rp500 Juta Bui Tiga Tersangka

KPK menahan tiga tersangka dugaan tindak pidana korupsi suap terkait penanganan perkara pidana di Pengadilan Negeri Balikpapan tahun 2018.


Satu Gadis Tasik Rp25 Juta

Satu Gadis Tasik Rp25 Juta

Empat Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok diketahui telah memberikan uang Rp25 Juta kepada empat gadis asal Karangnunggal, Tasikmalaya.


Mantan Menteri Sosial Divonis Tiga Tahun Penjara

Mantan Menteri Sosial Divonis Tiga Tahun Penjara

Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta memvonis eks Menteri Sosial Idrus Marham tiga tahun penjara dan denda Rp150 juta subsider dua b


1,9 Juta Aparat Gabungan Kawal 17 April

1,9 Juta Aparat Gabungan Kawal 17 April

Sebanyak 1,9 juta aparat gabungan disiapkan untuk mengamankan hari pencoblosan 17 April besok.


Kejagung Klaim Selamatkan Uang Negara USD 477 Juta

Kejagung Klaim Selamatkan Uang Negara USD 477 Juta

Jajaran Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) Kejaksaan Agung mengklaim pihaknya telah menyelamatkan uang negara hingga USD 477,625.927.


6,4 Juta Liter BBM Diselamatkan

6,4 Juta Liter BBM Diselamatkan

Badan Penyalur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH) Migas mencata sejak 2016 hingga awal Maret telah mencegah penyelewengan penggunaan BBM 6,4 juta liter.


2,2 Juta Milenial Terpapar Narkoba

2,2 Juta Milenial Terpapar Narkoba

Sasaran peredaran dan penggunaan narkoba kini diarahkan untuk generasi muda.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!