Kriminal
Share this on:

Status Kasus Dinaikan, Ustadz Lancip Mangkir Lagi

  • Status Kasus Dinaikan, Ustadz Lancip Mangkir Lagi
  • Status Kasus Dinaikan, Ustadz Lancip Mangkir Lagi

JAKARTA - Ahmad Rifky Umar atau yang akrab dipanggil Ustadz Lancip kembali mangkir dari panggilan tim penyidik Polda Metro Jaya, Senin (16/6). Rencananya pada pemanggilan pemeriksaan kedua, Ustadz lancip akan dimintai keterangan terkait kasus dugaan ujaran kebencian dalam video ceramahnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan Ustadz Lancip mangkir dari panggilan pertama pada Senin lalu. Kini yang bersangkutan juga belum memberikan kabar akan kehadirannya. Pemanggilan hari ini merupakan pemanggilan kedua.

"Sampai sekarang yang bersangkutan belum hadir," ujar Argo di Polda Metro Jaya, Senin (16/6) kemarin.

Argo juga mengatakan perkembangan status kasus yang menjerat Ustadz Lancip telah dinaikkan ke tahap penyidikan.

"Kami sudah menaikkan menjadi penyidikan. Nanti kita panggil Ustadz Lancip sebagai saksi. Kan kemarin kami telah memberikan waktu dan ruang untuk klarifikasi dan membela diri," katanya.

Peningkatan status tersebut menurut Argo setelah polisi melakukan gelar perkara dan memeriksa saksi ahli. "Setelah memeriksa saksi ahli, kemudian dilakukan gelar perkara, kami naikkan statusnya menjadi penyidikan," katanya.

Ustadz Lancip akan dimintai keterangannya terkait ceramahnya di Depok, Jawa Barat, pada 7 Juni lalu. Dalam ceramahnya, dia menyebutkan ada 60 korban tewas dan ratusan orang hilang dalam kerusuhan 21-22 Mei 2019.

Dalam kasus ini, Ustadz Lancip disangka melanggar Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45A ayat 2 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang ITE dan/atau Pasal 14 dan/atau Pasal 15 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 207 KUHP. (gw/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Tarik Menarik Calon Jaksa Agung
Tarik Menarik Calon Jaksa Agung

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Pemerintah Kawal Proses Hukum Kasus Pemerkosaan TKI

Pemerintah Kawal Proses Hukum Kasus Pemerkosaan TKI

Pemerintah Indonesia akan terus mengawal proses hukum atas kasus pemerkosaan terhadap WNI di Malaysia.


Kivlan Zen Tak Akan Diberi Penangguhan Penahanan

Kivlan Zen Tak Akan Diberi Penangguhan Penahanan

Tersangka kasus hoaks, makar, dan kepemilikan senjata api ilegal Kivlan Zen tak akan memperoleh penangguhan penahanan.


Pengacara Tomy Winata yang Pukul Hakim Dipenjara

Pengacara Tomy Winata yang Pukul Hakim Dipenjara

Desrizal, salah seorang pengacara Tomy Winata, ditetapkan polisi sebagai tersangka Kasus pemukulan Hakim PN Jakarta Pusat.



KPK Siap Hadapi Kasasi Idrus Marham

KPK Siap Hadapi Kasasi Idrus Marham

KPK mengaku tengah mempelajari salinan putusan banding terdakwa kasus dugaan suap PLTU Riau-1 Idrus Marham.


Kasus Dugaan Pemerkosaan TKI Tunggu Hasil Forensik

Kasus Dugaan Pemerkosaan TKI Tunggu Hasil Forensik

Kepolisian Negara Bagian Perak, Malaysia membantah proses penyidikan kasus dugaan pemerkosaan terhadap TKI lambat.


Kasus Menu Makanan Youtuber Rius Vernandes Diminta Damai

Kasus Menu Makanan Youtuber Rius Vernandes Diminta Damai

Kasus menu makanan yang ditulis pihak maskapai Garuda Indonesia berujung masalah hukum diminta diselesaikan secara kekeluargaan.


TGPF Kasus Novel Tak Ada Manfaatnya

TGPF Kasus Novel Tak Ada Manfaatnya

Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) bentukan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dinilai tak ada manfaatnya.


Mendag Enggartiasto Lukita Mangkir Lagi

Mendag Enggartiasto Lukita Mangkir Lagi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyayangkan sikap Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita yang kembali mangkir.


KPK Tahan Dua Anggota DPRD Jambi

KPK Tahan Dua Anggota DPRD Jambi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan empat tersangka kasus dugaan suap ketok palu RAPBD Provinsi Jambi 2018, Kamis (18/7).



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!