Kriminal
Share this on:

Suami Injak Perut Isteri, Bayi di Kandungan Tewas

  • Suami Injak Perut Isteri, Bayi di Kandungan Tewas
  • Suami Injak Perut Isteri, Bayi di Kandungan Tewas

JAKARTA - Penganiayaan sadis yang dilakukan Kasdi (21), terhadap isterinya sendiri yang bernama Lina Rahmawati (21), masih terus diusut tim penyidik Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Metro Jaya. Penganiayaan itu bukan hanya membuat Lina yang sedang hamil tujuh bulan itu terluka parah, namun juga membuat bayi yang sedang dikandungnya tewas.

Penganiayaan itu sendiri terjadi di rumah kakak kandung Lina yang beralamat di Jalan Tanah Tinggi Gang 12 RT 9 RW 7 Kelurahan Tanah Tinggi Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat pada hari Kamis pagi (4/1) sekitar pukul 10.00 WIB.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menjelaskan, Kasdi dan Lina adalah pasangan suami isteri yang menikah pada 14 Juli 2017 lalu. Pasutri itu tinggal di rumah kakaknya Lina atau kakak ipar Kasdi yang bernama Santi (30), di kawasan Tanah Tinggi itu.

Dari keterangan pelaku dan korban, saat kejadian pasuti itu berada di lantai dua tempat tinggal mereka. ”Korban sedang duduk di kasur yang berada di lantai dengan posisi menyandar ke tembok,” ujarArgo di Mapolda Metro Jaya, Selasa (9/1).

Namun tanpa sebab akibat, pelaku mendadak menendang dan menginjak perut isterinya, persisnya di bawah pusar. Korban kontan menjerit kesakitan, namun tak dipedulikan pelaku. Bahkan pelaku mencecar pertanyaan kepada isterinya terkait siapa anak yang sedang dikandung isterinya itu.

Namun korban bersikeras kalau bayi yang dikandungnya itu adalah anak mereka berdua atau darah daging Kasdi sendiri. Meski sudah mendapat penjelasan seperti itu, namun pelaku tetap tidak memercayainya.

Bahkan selanjutnya pelaku menginjak pinggang sebelah kiri korban berkali-kali dengan menggunakan kaki. ”Setelah itu pelaku menginjak paha sebelah kiri korban sebanyak dua kali juga dengan menggunakan kaki,” tukas Argo.

Tak sampai di situ, pelaku kemudian memukul dengan tangan kosong kepala sebelah kiri korban. Selanjutnya pelaku pergi meninggalkan isterinya yang sedang kesakitan. Keesokan harinya, yakni pada Jumat malam (5/1) sekitar pukul 23.30 ketika korban sedang buang air kecil, mendadak ke luar darah dari kemaluan korban.

Malam itu juga, korban dengan diantar pelaku didampingi kakak dan orang tua korban mendatangi klinik setempat. ”Oleh dokter ditemukan luka memar pada pinggang sebelah kiri, perut dibawah pusar, dan paha sebelah kiri. Kemudian oleh dokter korban dirujuk ke RS Budi Kemuliaan. Selanjutnya oleh tim dokter RS Budi Kemuliaan dilakukan operasi sesar terhadap korban,” urai Argo.

Namun sayangnya, pada Senin dini hari (8/1) sekitar pukul 04.00 , atau empat hari setelah kejadian bayi yang diberi nama Muhammad Ridho itu dinyatakan meninggal dunia. Pagi itu juga bayi tersebut dibawa pulang ke rumahnya.

Namun, aparat kepolisian yang mendapat informasi adanya penganiyaan terhadap Lina sehingga terluka dan bayinya meninggal langsung mendatangi rumah pasutri itu. Kepada keluarga korban, aparat Polsek Johar Baru meminta agar bayi jangan dimakamkan dulu karena akan akan diusut kepolisian.

”Pagi itu juuga tim dari Ditreskrimum Polda Metro Jaya datang ke rumah itu untuk mengamankan pelaku, sekaligus melakukan otopsi terhadap bayi tersebut di RSCM,” tandas Argo.

Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Roma Hutajulu menjelaskan, sesuai penjelasan korban Lina dan pengakuan pelaku Kasdi, pelaku saat menginjak-injak perut korban terus mencecar korban terkait bayi di kandungannya itu. ”Ini anak siapa? Lalu korban menjawab ini anak kita bukan anak siapa-siapa,” ungkap Roma.

Bukan hanya itu, kepala korban juga beberapa kali dibenturkan ke tempok oleh pelaku. Selanjutnya pelaku mengancam akan membunuh korban kalau penganiayaan itu dilaporkan kepada keluarga korban.

”Kasus ini baru terkuak ketika besoknya korban sedang buang air kecil terjadi pendarahan yang cukup banyak. Oleh keluarganya dilarikan ke klinik dan selanjutnya dirujuk ke RS Budi Kemuliaan. Sekarang pelakunya sudah diamankan di Polda Metro karena kasusnya ditangani di sana,” pungkas Roma.

Pelaku sendiri terancam dijerat Pasal 6 UU No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (UU KDRT) jucto Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman di atas 10 tahun penjara. (ind/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Darah Tinggi Kambuh, Sopir Pajero Tewas Tabrak Dua Mobil Parkir

Darah Tinggi Kambuh, Sopir Pajero Tewas Tabrak Dua Mobil Parkir

Gara-gara diduga darah tinggi kambuh, Karmadi (57), pengemudi Mitsubishi Pajero L 1091 FG tewas seketika.


Senggol Truk, Pembonceng Motor Tewas Mengenaskan

Senggol Truk, Pembonceng Motor Tewas Mengenaskan

Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Gatot Subroto Desa Kaliori, Kalibagor kemarin.


Panjat Pagar Pembatas Rel, Pedagang Tewas Tersambar Kereta Api

Panjat Pagar Pembatas Rel, Pedagang Tewas Tersambar Kereta Api

Naas menimpa, Ahmad Yusuf (27), seorang pedagang, yang beralamat di Dukuh Jatimalang Kecamatan Sragi, kemarin.


Jazad Perempuan yang Tewas seperti Diikat dan Terbakar Dimakamkan

Jazad Perempuan yang Tewas seperti Diikat dan Terbakar Dimakamkan

Korban dugaan pembunuhan di Desa Sendangwates Kecamatan Kunduran Kabupaten Blora dimakamkan RSUD dr R Soetijono kemarin.


DPO Curat Tewas Didor

DPO Curat Tewas Didor

Pencarian terhadap Andi Irawan (32) meski sudah terkena tembakan polisi, cukup menyita waktu.


Istri Dicangkul, Suami Lalu Bunuh Diri

Istri Dicangkul, Suami Lalu Bunuh Diri

Matahari belum menunjukkan sinarnya. Di sebuah rumah, Jalan Swadaya, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, Sultan dan Halimatu Sadiyah adu mulut.


Guru Honorer Tewas di THM

Guru Honorer Tewas di THM

Berada di bawah pengaruh minuman alkohol, membuat siapa saja yang menenggaknya tak mampu mengontrol diri. Selain itu, mudah sekali tersulut emosi.


Lagi, Begal Tewas Diterjang Timah Panas

Lagi, Begal Tewas Diterjang Timah Panas

Polres Muara Enim tak main-main membasmi pelaku begal.


Dua Jam Terjepit, Sopir asal Bumiayu Akhirnya Tewas

Dua Jam Terjepit, Sopir asal Bumiayu Akhirnya Tewas

Kecelakaan maut terjadi di jalan Pantura Susukan tepatnya di Desa Jatianom, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, Selasa (24/7) sekitar pukul 13.00 WIB.


Suami Beberkan Bukti Perselingkuhan Istrinya dengan Berondong

Suami Beberkan Bukti Perselingkuhan Istrinya dengan Berondong

Permasalahan rumah tangga yang akan menuju perceraian antara EF dan Nur, masih bergulir di Pengadilan Agama (PA) Pontianak.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!